Pernah merasa uang yang dimiliki masih belum cukup, padahal kebutuhan sehari-hari masih aman dan tabungan pun ada? Perasaan itu kadang muncul setelah melihat teman liburan, beli barang baru, atau pamer pencapaian finansial di media sosial, sampai bikin kondisi keuangan sendiri terasa jauh tertinggal. Kalau terus terjadi, bisa jadi ada kaitannya dengan money dysmorphia, yaitu ketika seseorang memandang kondisi keuangannya lebih buruk atau berbeda dari kenyataan yang sebenarnya.
Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari bisa ikut memengaruhi cara seseorang memandang uang dan kekayaan. Mulai dari terus membandingkan kondisi finansial dengan orang lain hingga merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang, pola ini bisa membuat urusan keuangan terasa melelahkan. Nah, supaya lebih mengenali pola tersebut, yuk, simak lima kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu money dysmorphia berikut ini!
