Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Moral Value Film The Devil Wears Prada 2, Banyak yang Relate!
Still cut The Devil Wears Prada 2 (dok. 20th Century Studios/The Devil Wears Prada 2)
  • Film The Devil Wears Prada 2 menyoroti perubahan dunia kerja modern dan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah era digital yang mengubah industri fashion secara drastis.
  • Kisah para karakter menggambarkan perjuangan mempertahankan nilai diri dan integritas meski menghadapi tekanan, ketidakpastian, serta godaan untuk mengikuti arus.
  • Film ini juga menekankan bahwa menunjukkan kerentanan di depan orang yang dipercaya bukan kelemahan, melainkan bentuk keberanian dan kejujuran dalam hubungan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film The Devil Wears Prada 2 akhirnya hadir di bioskop sejak 29 April 2026. Dua dekade setelah film pertamanya, sekuel ini kembali menawarkan lebih dari sekadar glamor dan runway. Di balik visual yang memukau dan dialog-dialog tajamnya, film ini menyimpan pesan-pesan yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Di sekuelnya ini, banyak nilai-nilai yang lebih relatable dengan era sekarang. Tentang tekanan dunia kerja, dilema antara ambisi dan integritas, hingga perjalanan menemukan jati diri. Berikut moral value dari The Devil Wears Prada 2 yang bikin banyak penonton merasa relate!

1. Seiring berjalannya waktu, dunia akan berubah dan kita harus beradaptasi

Potret Meryl Streep dan Stanley Tucci dalam film The Devil Wears Prada 2 (dok. 20th Century Studios/The Devil Wears Prada 2)

Dalam The Devil Wears Prada 2, perubahan bukan lagi sesuatu yang bisa dihindari, tapi sesuatu yang harus dihadapi. Runway yang dulu berjaya sebagai majalah fashion paling berpengaruh di dunia, kini harus berhadapan dengan realita baru. Era digital yang mengubah segalanya, dari cara orang mengonsumsi konten hingga standar industri itu sendiri. Tidak ada yang bisa bertahan hanya dengan mengandalkan cara lama.

Tentu ini relate banget sama kehidupan nyata. Apalagi buat kamu yang ada di ekosistem media! Ketika dunia bergerak, kita pun dituntut untuk ikut bergerak. Bukan melawan arus, tapi belajar membaca dan menavigasi perubahan itu dengan kepala dingin. Karena pada akhirnya, mereka yang bisa beradaptasi lah yang bertahan.

2. Ketika semua tak berjalan lancar, kita tetap harus punya nilai diri

cuplikan film The Devil Wears Prada 2 (youtube.com/20th Century Studios)

Di tengah segala ketidakpastian yang mengguncang Runway, masing-masing karakter punya caranya sendiri untuk tetap berdiri. Ada yang memilih untuk diam dan bekerja dengan tenang, tahu persis apa yang ia bisa dan tidak butuh tepuk tangan untuk membuktikannya. Ada pula yang bergerak cepat, jatuh, bangkit, dan terus mencari jalan meski belum tahu ujungnya di mana.

Itulah yang membuat film ini terasa seperti pengingat. Di momen-momen paling kacau sekalipun, nilai diri bukan sesuatu yang datang dari luar. Bukan dari jabatan, validasi, atau seberapa mulus perjalanannya. Melainkan dari seberapa kuat kita tetap berpegang pada siapa diri kita dan apa yang kita perjuangkan, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

3. Di depan 'orang yang tepat', kita bisa memperlihatkan sisi lemah

cuplikan The Devil Wears Prada 2 (youtube.com/20th Century Studios)

You can be that 'weak' in front of your loved ones, and that's okay! Kuat di depan dunia itu perlu, tapi selalu jadi yang paling teguh di setiap situasi bukan berarti sehat. Ada momen-momen tertentu di mana kamu boleh melepas semua itu dan justru di situlah keberanian yang paling jujur muncul.

Di depan orang yang tepat, kerentanan bukan kelemahan. Itu adalah bentuk kepercayaan, bahwa kamu cukup aman untuk tidak berpura-pura baik-baik saja. Hubungan yang paling nyata justru tumbuh dari momen-momen seperti itu.

4. Integritas bukan soal kondisi, tapi pilihan

cuplikan film The Devil Wears Prada 2 (youtube.com/20th Century Studios)

Ketika segalanya terasa tidak pasti, godaan terbesar adalah ikut arus saja. Bahkan, sampai tanpa sadar kamu sudah jauh dari nilai-nilai yang kamu pegang di awal.

Tapi, integritas bukan sesuatu yang hanya bisa dijaga saat kondisi sedang baik-baik saja. Justru di tengah tekanan dan ketidakpastian itulah karakter seseorang benar-benar terlihat. Pilihan untuk tetap jadi diri sendiri, sekecil apa pun itu, selalu ada di tangan kita sendiri.

5. Switching career is totally fine!

Still cut film The Devil Wears Prada 2 (dok. 20th Century Studios/The Devil Wears Prada 2)

Karier gak selalu berjalan lurus dan tentunya itu bukan masalah. Kadang kita perlu mencoba hal lain, pindah tempat, atau bahkan balik ke titik yang pernah kita tinggalkan. Bukan karena gagal, tapi karena kita sudah tumbuh dan tahu lebih banyak tentang diri sendiri.

Perjalanan itulah yang justru membentuk kita. Sering kali, jawaban tentang siapa kita dan apa yang benar-benar kita mau, gak datang sebelum kita memulai. Namun, justru di tengah prosesnya.

Itu dia beberapa moral value dalam The Devil Wears Prada 2. Ada yang relate denganmu?

Editorial Team