Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif Sociolla

Usahanya mampu melebarkan pasar hingga ke luar negeri

Jakarta, IDN Times - Memanfaatkan inovasi dan terobosan teknologi, Sociolla sebagai salah satu omnichannel platform, nyatanya mampu menghadirkan konsep Shop The Way You Like. Hal ini jelas berdampak baik guna memudahkan para beauty enthusiast untuk menikmati pengalaman berbelanja kosmetik dan perawatan diri yang asli, terkurasi, dan terjamin keamanannya. 

Gak heran, perkembangan usaha yang berawal dari lini offline tersebut, kini sudah mencapai lebih dari 60 toko offline di 35 kota di Indonesia dan 4 kota di Vietnam. Menyadari kesuksesan tersebut, jelas gak lepas dari usaha dan kerja keras sosok para pemimpin di belakangnya.

Salah satu yang cukup berperan aktif mentransformasikan industri kecantikan di Indonesia lewat Sociolla adalah Cristopher Madiam, Co-Founder, CEO, & President Social Bella. Dalam kesempatan berbincang bersama IDN Times pada Senin, (13/11/2023) lalu, Chris, sapaan akrabnya, menuturkan serangkaian cerita dan pengalamannya dalam membangun Sociolla. 

1. Adanya jiwa tech person dan potensi pasar yang besar, menjadi alasan kuat Christopher mendirikan Sociolla

Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif SociollaCristopher Madiam, selaku Co-Founder, CEO, & President Social Bella. (dok. Pribadi Social Bella)

Lahir dengan memiliki jiwa seorang tech person, membuat Chris sangat ingin untuk mendirikan perusahaan berbasis teknologi di Indonesia. Hal ini selaras dengan potensi bisnisnya yang terlihat cukup menjanjikan, terlebih kala itu di tahun 2015 sedang booming terkait startup dan e-commerce

Dari angan tersebut, ia pun berusaha untuk mewujudkan keinginannya dengan melakukan riset kebutuhan pasar yang akhirnya diketahui bila di Indonesia belum ada vertical e-commerce berbasis beauty industry yang fokus pada penyediaaan produk terpercaya. Langkah Chris setelahnya dimulai dengan misi untuk membangun dan menyatukan multi ekosistem dari berbagai industri ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi, yang ia sebut SHEcosystem.

“Awal kami membangun Social Bella, literasi pencinta kecantikan, baik mengenai keamanan produk kecantikan ataupun belanja online, masih minim. Pasarnya masih niche (terbatas). Ambisi kami mengawinkan teknologi dengan kecantikan sering kali dianggap sebagai langkah berani. Tapi saya selalu percaya terhadap kekuatan teknologi untuk mengakselerasi industri kecantikan. Saya yakin kebutuhan pengguna itu ada dan bisa besar skalanya, hanya saat itu konsumen belum sadar apa yang mereka butuhkan dan di situlah peran penting Sociolla untuk membantu beauty enthusiast lewat ekosistem kami,” jelas Chris.

Bagi pria kelahiran Semarang ini, teknologi selalu membuatnya excited. Di tahun tersebut, bahkan Sociolla menjadi pionir yang membidik dan mengembangkan potensi beauty tech di Indonesia. Saat itu, teknologi dan kecantikan dianggap sebagai dua dunia yang berbeda, apalagi saat itu konsep beauty tech masih awam. Tapi, ia selalu percaya dengan misi besarnya.

“Ketika membangun sesuatu dengan teknologi, langit adalah batasnya. That’s the beauty of technology. Mungkin cukup aneh melihat sosok seperti saya terjun ke dunia kecantikan. Namun terbukti, dengan apa yang kami mulai di 2015, kini kita berada di masa baru, integrasi teknologi dan kecantikan menjadi sesuatu yang mainstream. Pasar sudah siap dan sejak beberapa tahun ini, Sociolla pun makin bergerak cepat menjawab kesiapan pasar tersebut dengan inovasi-inovasi yang belum ada sebelumnya,” tambahnya.

"Tahun 2015 itu kita banyak PR. Pertama, kustomer belum tentu percaya dengan pembelian e-commerce gak seperti hari ini. Jadi, kita perlu melakukan edukasi soal belanja online, keaslian, serta kegunaan produk. Itu alasan pertamanya, karena dibutuhkan oleh market dan sebagai orang Indonesia, kita ini the biggest market in Asia, jadi makes sense kalau kita juga punya local e-commerce yang jadi champion," lanjut Chris.

2. Penggabungan antara teknologi dan dunia kecantikan pun menjadi fokus yang terus dilakukan

Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif SociollaCristopher Madiam, selaku Co-Founder, CEO, & President Social Bella. (dok. Pribadi Social Bella)

Di bawah komando kepemimpinan Chris, Sociolla menjadi platform pertama yang menerapkan sistem back end label harga digital yang didukung Internet of Things (IoT). Sistem Sociolla yang terintegrasi dengan sempurna, memberi tim pandangan inventaris yang komprehensif dan real-time di semua saluran penjualan.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi lokasi terdekat dan memilih mitra logistik yang optimal untuk pesanan online, memberikan panduan kepada toko offline mengenai penyimpanan produk, dan mengotomatiskan tugas-tugas seperti pesanan pembelian, permintaan pembayaran, dan persetujuan. Semua terintegrasi dalam satu sistem yang aman dan mudah.

“Saya dan tim teknologi dan product yang beranggotakan 70 orang harus bekerja sangat cepat dalam untuk mengembangkan sistem ini, yang merupakan faktor penting dalam pertumbuhan Sociolla hingga saat ini. Meskipun saat ini kami menggunakannya secara internal, namun kami terbuka untuk menjajakinya sebagai model bisnis baru,” jelas dia.

"Kita selalu berfokus pada apa yang memang dibutuhkan customer, bukan bersifat gimmick. Pertama, ada review real dari user di apps kita. Kedua, memiliki teknologi empower dengan menerapkan konsep omnichannel, yang artinya bisa berbelanja dengan sistem terintegrasi antara online dan offline. Ketiga, menciptakan experience terbaik di mana pelanggan sama sekali gak merasa ribet dan tetap nyaman walaupun platform yang digunakan sangat advance," imbuhnya.

3. Sebagai perusahaan beauty tech, Sociolla memprakarsai banyak kampanye bertajuk sustainability, bahkan sebelum marak

Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif SociollaCristopher Madiam, selaku Co-Founder, CEO, & President Social Bella. (dok. Pribadi Social Bella)
dm-player

Menoleh ke perjalanan Sociolla selama 9 tahun ke belakang, Chris sering teringat kenangan di balik proses trial dan error yang dilalui di tim tech, momen-momen mereka menciptakan solusi baru yang terlihat mustahil. Akan tetapi, semua itu terbayarkan. Keseluruhan SHEcosystem menjadi bukti evolusi industri kecantikan Indonesia yang didorong oleh kemajuan teknologi.

Sociolla yang diawali dari sebuah ruko kecil, kini memiliki jaringan gudang pusat berbasis digital terbesar di Tangerang (Cikupa) dan Surabaya serta 7 cabang B2B (business to business) di seluruh Indonesia. Sociolla juga menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 karyawan di tiga negara. Aplikasi andalannya, yakni SOCO, telah menjadi wadah bagi para beauty enthusiast dan komunitas dalam berbagi ulasan dan insight akan produk-produk kecantikan. SOCO memiliki hampir 3 juta ulasan yang mencakup sekitar 36.000 produk.

Selain itu, Sociolla juga menjadi pioneer dalam gerakan pengumpulan wadah produk kosong untuk didaur ulang. Usaha ini bahkan dilakukan sebelum fenomena sustainability ramai diusung oleh brand dan perusahaan lain di Indonesia.

"Kita pernah mengeluarkan campaign Waste Down, Beauty Up. Konsepnya, kita ajak orang untuk baca review sebelum membeli dan kalau mau membeli, coba dari size kecil dahulu karena belum tentu cocok. Berkaitan dengan sustainability, kami juga menjadi pioneer kampanye pengumpulan wadah produk kosong dan telah menghentikan penggunaan bubble wrap. Kita pionir dan kita bangga karena kini bukan hanya Sociolla saja, tetapi sudah banyak retailer lain yang mengikuti. Kalau kita, fokus pada how to create sustainable it self," tutur Chris.

Baca Juga: 15 Potret Gudang Terbesar Sociolla, Canggih dengan Sistem IoT!

4. Terus berinovasi dengan teknologi termutakhir, tapi Sociolla menekankan agar penggunaan teknologi bisa relevan bagi para konsumennya

Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif SociollaCristopher Madiam, selaku Co-Founder, CEO, & President Social Bella. (dok. Pribadi Social Bella)

Adopsi teknologi dan perubahan gaya hidup modern telah membentuk perubahan masif di industri, terutama cara belanja masyarakat di sektor kecantikan. Membahas langkah Sociolla ke depan di tengah potensi kecantikan dan perawatan diri Indonesia yang kini nilainya mencapai USD 8,78 miliar, Chris menekankan salah satu fokusnya untuk memperkuat tim teknologi Sociolla sebagai tulang punggung bagi SHEcosystem.

“Saya bangga sekali dengan tim kami. Saya selalu mengingatkan bahwa ketika kita berinovasi, harus selalu kembali pada tujuan awal, yaitu fokus kami menjawab kebutuhan dan tantangan beauty enthusiast. Bagi Sociolla, inovasi itu bukan soal menggunakan teknologi termutakhir, tapi bagaimana teknologi bisa relevan bagi konsumen dan pengguna di ekosistem Sociolla. Inspirasi ini yang ingin saya jaga terus dalam tim tech kami,” tegasnya.

5. Mau bergabung dengan Sociolla? Simak tips dari Co-Founder langsung!

Christopher Madiam, Sosok di Balik Suksesnya Disruptif SociollaCristopher Madiam, selaku Co-Founder, CEO, & President Social Bella. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Ekosistem positif yang dibuat Christopher tidak hanya terkait pada lini bisnis saja, melainkan juga pada lingkungan kerja. Ia pun menjelaskan, bila sebuah perusahaan kebanyakan akan fokus pada bisnis atau produk yang dimiliki, tetapi ini gak berlaku bagi dirinya.

Dari awal, Chris memberikan fokus lebih pada sumber daya manusia dengan menghabiskan waktu untuk terlibat dalam proses perekrutan. Menurutnya, seorang karyawan memang harus memiliki skill set dan pengalaman yang relevan, namun yang terpenting bukan itu, tetapi kesamaan value antara perusahaan dan pelamar.

"Yang gak kalah penting, kita harus ensure kalau kita bisa provide value dan growth mereka, bukan hanya soal fasilitas dan finansial karena kita juga mau mereka join dan enjoy, bukan marah-marah dan merasa lelah bekerja," ucapnya.

Untuk itu, Sociolla menerapkan 6 core values yang senantiasa harus dimiliki dan diterapkan dalam setiap aktivitas karyawannya. Selain itu, soal bergabung dengan Sociolla, Chris menegaskan bila semua itu bergantung pada similar culture dan mindset.

"Pada akhirnya, semua soal culture fit. Misal ada culture yang gak fit, itu bukan salah mereka, cuma gak fit aja culture-nya. Jadi, Sociolla ingin bekerja dengan orang-orang yang memiliki visi, misi, culture, dan mindset yang sama," pungkasnya.

Demikian cerita perjalanan karier Christopher Madiam, Co-Founder, CEO, & President Social Bella yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk mendulang kesuksesan di masa depan. Semoga memotivasimu memulai usaha yang sudah kamu impikan selama ini, ya!

Baca Juga: Cerita Natasya Alumni ITERA Raih Beasiswa S2 Kementrian Malaysia

Topik:

  • Muhammad Tarmizi Murdianto
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya