Comscore Tracker

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!

Lebih banyak uang, lebih banyak kesenangan!

Jakarta, IDN Times - IDN Times meluncurkan hasil survei mengenai Generasi Z (Gen-Z) yang disusun dalam Indonesia Gen Z Report 2022. Hasil survei diluncurkan bertepatan dengan acara Indonesia Millennial and Gen-Z Summit (IMGS) 2022 yang digelar IDN Times selama 2 hari, 29-30 September 2022, di Tribrata Jakarta.

Indonesia Gen Z Report 2022 merupakan survei yang digelar oleh IDN Research Institute bekerja sama dengan Populix. Survei digelar pada 27 Januari - 7 Maret 2022, melibatkan 1.000 responden di 12 kota dan daerah aglomerasi di Indonesia, dengan metode survei multistage random sampling.

Melalui survei dengan margin of error kurang dari 5 persen ini, IDN Times ingin menyajikan potret yang jelas dan lengkap mengenai Gen Z Indonesia, secara holistik dari semua sisi, sehingga bisa membantu memahami dan membentuk mereka lebih baik sebagai calon pemimpin bangsa.

Salah satu yang digali dalam survei ini adalah mengenai kesesuaian hobi dengan status ekonomi di kalangan Gen Z. Seperti apa hasilnya? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Memasuki usia dewasa, Gen Z lebih banyak melakukan kegiatan karena sudah memiliki penghasilan sendiri

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!ilustrasi data hasil survei hobi di Indonesia Gen Z Report 2022 by IDN Media (dok. IDN Media)

Setengah dari Gen Z yang menjadi responden dalam survei ini diketahui tengah memasuki usia dewasa dan mulai bekerja atau hidup sendiri. Mereka berpandangan bila para Gen Z muda yang menjejaki usia dewasa bisa mengeksplorasi lebih banyak hal dibandingkan Gen Z lain yang masih dalam kategori remaja akhir dan masih bergantung pada orangtua.

Saat menjadi orang dewasa, para Gen Z juga jadi lebih sering bepergian dibandingkan remaja akhir dengan persentase 16 persen vs 8 persen untuk perjalanan domestik dan 2 persen vs 0 persen untuk perjalanan internasional. 

Dari data tersebut, bisa disimpulkan bila ungkapan yang selama ini beredar jika, "seseorang yang memiliki uang dan energi pasti gak punya waktu. Sedangkan, di usia dewasa maka kamu akan punya waktu dan uang, tapi sudah gak punya energi", hanyalah klise. Pasalnya, hasil dari survei yang dilakukan mengatakan bila Gen Z dewasa memiliki semuanya.

2. Sayangnya, kegiatan tersebut gak termasuk belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!ilustrasi belajar online (pexels.com/Julia M Cameron)

Temuan dari survei tersebut juga menunjukkan bahwa Gen Z yang berasal dari sosial ekonomi kelas atas cenderung memiliki sebuah kegiatan yang lebih dari sekadar hobi. Menariknya, dari banyak hobi yang ada mereka hampir gak mempertimbangkan untuk melakukan aktivitas rumah tangga dan belajar sebagai bagian dari rutinitas yang digeluti.

Bahkan, hanya 1 persen Gen Z dari tingkatan sosial ekonomi lebih rendah, yang mempertimbangkan belajar sebagai bagian dari rutinitas harian mereka. Mungkin, bisa jadi ini karena mereka merasakan tekanan untuk berprestasi guna membantu mendapatkan mobilitas sosial di masa depan yang lebih baik.

3. Banyak hobi baru tumbuh sejalan dengan pandemik, terutama yang dilakukan di dalam rumah

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!ilustrasi data hasil survei hobi di Indonesia Gen Z Report 2022 by IDN Media (dok. IDN Media)

Dua tahun dalam pandemik COVID-19, Gen Z Indonesia banyak menelurkan hobi baru yang notabene dilakukan di rumah. Misalnya, memasak, berkebun, menonton film atau TV, mendengarkan musik, dan aquascape. 

Hobi baru ini bahkan menjadi semacam tren yang bisa datang dan pergi, tetapi beberapa di antaranya bisa juga tetap dilakukan sebagai hobi yang menarik. Kegiatan yang dulunya bersifat pribadi, seperti membaca juga kian berubah jadi aktivitas komunitas atau kelompok, baik secara offline atau online, yang bisa dinikmati.

Baca Juga: Jangan Sambat Kalau Gak Bisa Hemat! Gen Z Wajib Tahu 5 Hal Ini 

4. Olahraga pun jadi hobi yang paling diminati Gen Z dengan persentase 90 persen

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!ilustrasi data hasil survei hobi di Indonesia Gen Z Report 2022 by IDN Media (dok. IDN Media)

Kesadaran atas kesehatan fisik dan mental juga semakin tumbuh di tengah pandemik. Bahkan, 90 persen dari Gen Z Indonesia mengatakan bila olahraga sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari mereka.

Di awal pandemik, banyak orang bersepeda karena penutupan gym dan berkebun karena dipaksa tinggal di rumah. Namun, kedua kegiatan ini telah dianggap sebagai rutinitas sekaligus hobi yang digeluti Gen Z (26 persen). Selain itu, 21 persen Gen Z menganggap menonton olahraga sebagai bagian dari keseharian mereka rutin.

Namun, hanya 12 persen dari semua Gen Z yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki olahraga favorit sama sekali. Artinya, menonton olahraga adalah salah satu aktivitas baru yang dilakukan oleh seseorang meskipun itu bukan aktivitas khusus yang mereka minati.

Bentuk olahraga yang paling populer adalah jogging (43 persen), sepak bola (32 persen), bersepeda (23 persen), badminton (15 persen), dan bola voli (6 persen). Kegiatan lain yang digemari oleh Gen Z dengan jenis kelamin laki-laki di luar ruangan dan tim olahraga, seperti memancing, berkemah, pendakian gunung, dan memutar video permainan.

Sedangkan, Gen Z berjenis kelamin perempuan sebagian besar lebih suka melakukan kegiatan di dalam ruangan, misalnya; menonton film atau TV, belanja (baik online maupun offline), memasak, membaca, dan berkebun.

5. Aktivitas hobi yang digemari oleh Gen Z, kebanyakan bergantung pada tingkatan sosial ekonomi dan uang yang mereka dimiliki

Riset: Mayoritas Gen Z Menyesuaikan Hobi dengan Status Ekonomi Mereka!ilustrasi hobi (pexels.com/fauxels)

Aktivitas hobi yang digemari oleh para Gen Z ini kebanyakan bergantung pada status dan tingkatan sosial ekonomi masing-masing orang. Hal ini pun berlaku pada minat berbelanja yang dimiliki oleh Gen Z, yang menyatakan bila semakin kaya Gen Z, maka semakin besar kemungkinan mereka berbelanja online (42 persen untuk kelas atas, 34 persen untuk kelas menengah, dan 24 persen untuk kelas bawah).

Meskipun sekilas uang atau pendapatan yang jadi alasan utama dalam berbelanja, namun ada faktor lain yang lekat dengan keinginan mereka menghabiskan uang. Di antaranya, keakraban dengan platform e-commerce dan penggunaan layanan keuangan digital, seperti e-banking ataupun e-wallet.

Intinya, para Gen Z saat ini sangat menyesuaikan hobi dengan status ekonomi dan penghasilan yang mereka miliki. Hanya saja, mereka gak segan untuk mencoba beragam jenis hobi karena merasa sudah memiliki penghasilan sendiri. 

Metodologi Survei by IDN Research

  • Sumber data Populix
  • Metode Wawancara: Tatap muka, daring, dengan pertanyaan/kuesioner terstruktur
  • Multistage random sampling
  • Total sampel: 1000
  • Margin Error: 5 persen
  • Area Survei: 12 kota dan wilayah aglomerasinya, mencakup (+/-) 44.800.000 penduduk Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar
  • Periode survei: 27 Janiari - 7 Maret 2022
  • Wawancara khusus oleh: IDN Times, Fortune Indonesia, Popmama.com, Popbela.com, Yummy, ICE, Duniaku

Baca Juga: Mengenal Quiet Quitting di Kalangan Pekerja Gen Z

Topic:

  • Muhammad Tarmizi Murdianto
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya