Nawaitu sauma gadin min syahri sya 'bān sunnatal lillāhi ta alā.
Artinya: "Saya niat berpuasa besok dari bulan Syaban sunah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Bulan Syaban, Lengkap dengan Tata Caranya

- Niat puasa bulan Syaban perlu dibaca sebelum menjalankan ibadah puasa
- Puasa Syaban merupakan puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Syaban dan memiliki banyak keutamaan
- Puasa bulan Syaban diawali dengan niat, makan sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, menjaga perbuatan dan lisan, serta menyegerakan berbuka puasa
Niat puasa bulan Syaban perlu dibaca sebelum menjalankan ibadah puasa karena niat menjadi salah satu syarat sah puasa dalam Islam. Puasa Syaban sendiri merupakan puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Syaban dan memiliki banyak keutamaan. Amalan ini juga termasuk ibadah yang sering dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Sebagai puasa sunah, puasa Syaban tidak memiliki ketentuan jumlah hari. Umat Islam dapat mengamalkannya sesuai kemampuan, baik beberapa hari maupun lebih. Lantas, bagaimana bacaan niat puasa bulan Syaban serta tata cara pelaksanaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Table of Content
1. Niat puasa bulan Syaban

Adapun bacaan niat puasa bulan Syaban lengkap dengan artinya, sebagai berikut:
2. Niat puasa sunah bulan Syaban

Selain puasa Syaban, terdapat beberapa puasa sunah lain yang juga dapat diamalkan bertepatan pada bulan Syaban. Di antaranya adalah puasa Senin–Kamis, puasa Ayyamul Bidh, serta puasa Nisfu Syaban. Berikut bacaan niat untuk masing-masing puasa sunah yang bisa diamalkan saat bulan Syaban.
1. Niat puasa Senin-Kamis bulan Syaban
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'ala."
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'ala."
2. Niat puasa Ayyamul Bidh bulan Syaban
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah ta'ala."
3. Niat puasa Nisfu Syaban
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."
3. Tata cara puasa bulan Syaban

1. Membaca niat
Puasa bulan Syaban diawali dengan niat yang dibaca dalam hati dan dianjurkan pula untuk melafalkannya secara lisan. Seperti puasa sunah pada umumnya, niat puasa Syaban boleh dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum masuk waktu zawal, yakni saat matahari tergelincir ke barat.
2. Makan sahur
Sahur sangat dianjurkan untuk dilakukan menjelang waktu subuh sebelum Imsak. Selain menjadi sunah Rasulullah SAW, sahur juga membantu menjaga stamina agar tubuh tetap kuat menjalani puasa dan aktivitas harian.
3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
Selama berpuasa, umat Islam diwajibkan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, serta perbuatan lain yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Menjaga perbuatan dan lisan
Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan untuk menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi atau membatalkan pahala puasa, seperti berkata kotor, bergunjing, berbohong, dan melakukan perbuatan dosa lainnya.
5. Menyegerakan berbuka puasa
Ketika waktu Maghrib tiba, disunahkan untuk segera berbuka puasa. Berbuka sebaiknya diawali dengan makanan ringan atau minuman manis sebagai bentuk mengikuti sunah Rasulullah SAW.
4. Keutamaan puasa bulan Syaban

1. Puasa sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW
Puasa Syaban termasuk puasa sunah yang paling sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Kebiasaan ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa Syaban sehingga umat Islam dianjurkan untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dengan memperbanyak puasa sunah di bulan ini.
2. Bulan diubahnya arah kiblat
Syaban juga memiliki keistimewaan sebagai bulan terjadinya perpindahan arah kiblat. Pada bulan ini, Allah SWT memerintahkan perubahan arah salat dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka’bah di Makkah. Peristiwa tersebut menjadi momen penting dalam sejarah Islam sebagai penegasan identitas dan kemandirian umat Islam.
3. Turunnya perintah berselawat kepada Nabi
Bulan Syaban adalah waktu diturunkannya ayat yang memerintahkan umat Islam untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini menjadi pengingat agar kaum muslimin senantiasa memuliakan Rasulullah SAW dengan memperbanyak selawat.
Dengan memahami dan mengamalkan niat puasa sejak awal, ibadah yang dijalankan menjadi lebih sah, tertib, dan bernilai pahala. Semoga puasa sunah di bulan Syaban dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.






![[QUIZ] Pilih Karakter Upin dan Ipin Favorit, Cek Kamu Jago Bikin Baper atau Dibaperin?](https://image.idntimes.com/post/20251129/screenshot-2025-11-29-181336_ab65d75f-901c-48e7-9161-7bbac624e5d7.png)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin, Ini Sisi Lembutmu yang Jarang Terlihat](https://image.idntimes.com/post/20230721/pexels-john-diez-7388882-0723304eb8b873df263f795052554a7d-3ccd3f1bfa35472200f3dc0189f413ff.jpg)
![[QUIZ] Dari Tokoh Upin Ipin, Ini Beban Emosional yang Ingin Kamu Lepas](https://image.idntimes.com/post/20250826/pexels-timur-weber-8560282_e14e1e19-3587-4255-84ac-7cf49c2ff2df.jpg)





