Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inilah Niat Salat Idul Adha untuk Makmum, Lengkap dengan Tata Caranya
Ilustrasi Idul Adha (freepik.com/freepik)

  • Salat Idul Adha dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah sebagai ibadah sunnah muakkad tanpa azan dan iqamah, menandakan ketaatan kepada Allah.
  • Niat salat berbeda bagi imam dan makmum, keduanya dilakukan dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua.
  • Di antara takbir disunahkan membaca dzikir pujian kepada Allah, lalu setelah salat dianjurkan mendengarkan ceramah Idul Adha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salat Idul Adha dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Penting untuk memperhatikan tata cara salat Idul Adha, termasuk lafaz niat, syarat, dan rukunnya.

Perhatikan penjelasan tentang salat Idul Adha di bawah ini agar dapat menjalankan ibadah secara lebih khusyuk. Terdapat lafaz niat dan tata cara salat Idul Adha sebagai makmum

1. Niat salat Idul Adha

Ilustrasi Idul Adha (freepik.com/freepik)

Salat Idul Adha menjadi ibadah yang hukumnya sunnah muakkad. Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan meskipun bukan wajib. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam laman NU Online. 

Salat Idul Adha hanya dilakukan sekali setahun, tidak didahului dengan azan maupun iqamah. Berikut adalah niat yang dibaca saat salat Idul Adha sebagai makmum:

"Ushalli sunnatan li ‘idil adha makmuman lillahi ta'ala"

Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala.

Sementara jika menjadi imam, maka niatnya:

"Ushalli sunnatan li ‘idil adha imaman lillahi ta'ala"

Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala.

2. Tata cara salat Idul Adha

Ilustrasi amalan jalur langit doa malam takbir hari raya idul adha (pexels.com/Thirdman)

Mengutip NU Online, salat Idul Adha terdiri dari 2 rakaat dengan 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. Pertama diawali dengan membaca niat, disunahkan untuk membacanya di dalam hati. 

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana salat biasa. Kemudian dilanjutkan membaca doa iftitah, selanjutnya takbir sebanyak 7 kali untuk rakaat pertama dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah. Setelah membaca surah Al-Fatihah, dianjurkan untuk melanjutkan membaca surah Al-A'la. 

Ketiga ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali, lalu berdiri lagi seperti salat biasa. Dalam posisi berdiri untuk rakaat kedua, takbir kembali sebanyak lima kali dengan mengangkat tangan dan melafalkan "Allahu akbar". 

Terakhir, setelah lima kali takbir, kembali melakukan gerakan salat pada umumnya, yakni ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali, kemudian tahiyat akhir dan salam. Selepas salat, disunahkan untuk mendengarkan ceramah Idul Adha.

3. Bacaan di antara Takbir

Idul Adha (freepik.com/wirestock)

Di antara takbir-takbir tersebut, dianjurkan membaca:

Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila 

Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.” 

Atau boleh juga membaca ini:

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar 

Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.” 

Demikianlah penjelasan terkait niat salat Idul Adha. Semoga membantumu, ya!

FAQ Seputar Niat Salat Idul Adha untuk Makmum

Bagaimana lafal teks niat salat Iduladha bagi seorang makmum lengkap dengan artinya?

Lafalnya adalah: "Ushalli sunnatal li 'iidil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'ala" (Aku berniat salat sunnah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta'ala).

Kapan waktu yang tepat untuk melafalkan atau menghadirkan niat tersebut di dalam hati?

Niat wajib dihadirkan di dalam hati secara mantap bersamaan dengan tangan melakukan gerakan Takbiratul Ihram (saat mengucapkan kalimat Allahu Akbar pertama kali untuk memulai salat).

Apakah salat Iduladha tetap sah jika makmum lupa melafalkan teks niatnya secara lisan sebelum salat?

Tetap sah. Tempat niat yang utama adalah di dalam hati. Melafalkan niat secara lisan (talaffuz) hukumnya sunnah menurut sebagian besar ulama untuk membantu memantapkan hati sebelum takbir dimulai.

Apa konsekuensinya jika seorang makmum lupa menghadirkan status "sebagai makmum" saat berniat?

Jika sama sekali tidak berniat mengikuti imam saat salat jemaah dimulai, maka status salat jemaahnya tidak sah karena syarat utama salat berjemaah adalah adanya kesadaran dan niat eksplisit untuk mengikatkan diri pada gerakan imam.

Editorial Team

Related Article