Comscore Tracker

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!

You'll always be remembered #RIPSulli

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat dan selebriti yang mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Sulli. Salah satu yang mengungkapkan hari ini (17/10) adalah mantan rekan satu grup mendiang Sulli sendiri, yaitu Victoria.

Dalam akun Instagramnya, Victoria mengatakan “Sulli~ Cuacanya cerah hari ini. Selamat jalan~ Aku tidak akan melupakanmu. Aku menyayangimu…”. Dan tentunya, bukan hanya Victoria dan artis Korea lain saja yang akan mengingatnya. Kita juga bisa mengingat Sulli dari sederet hal ini!

1. Berani untuk tidak disukai

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!Instagram.com/jelly_jilli

Sejak tergabung dengan f(x) hingga sebelum meninggal, Sulli sudah sering mendapat berbagai komentar jahat. Namun, sebelum Sulli meninggal, ia mencontohkan bahwa we're the devils in some persons' story and it's okay (kita adalah iblis dalam hidup beberapa orang, dan itu tidak apa-apa).

Ia tahu bahwa banyak orang yang tidak menyukainya, namun ia tetap berusaha menjadi seseorang yang memegang pendiriannya. Sebagaimana yang pernah ia katakan pada program Nights of Hate Comments, "Jika aku terlalu mencemaskan kata-kata orang lain, akan sulit untuk mengenali diriku sendiri".

2. Setiap perempuan adalah makhluk yang merdeka

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!Instagram.com/hatfelt

Baru-baru ini, sebuah komentar jahat datang pada Instagram Choiza. Komentar tersebut membahas tentang sikap Choiza dahulu yang tidak mengarahkan Sulli agar memilih karir dibanding cinta. Menanggapi hal ini, mantan member Wonder Girls, HA:TFELT ikut menjawab komentar tersebut.

Penyanyi satu ini mengatakan bahwa Sulli bukanlah orang yang tidak berpengalaman dan butuh bimbingan. HA:TFELT juga menyebutkan bahwa masyarakat melihat perempuan sebagai aksesoris laki-laki. Ia pun melanjutkan, "Dibandingkan melihat perempuan sebagai makhluk yang merdeka, mereka (masyarakat) menekan hak-haknya dan membuatnya diam sementara juga melabelinya sebagai pacar seseorang, istri seseorang, dan ibu seseorang".

Baca Juga: 7 Fakta Baru di Balik Meninggalnya Sulli, Penyelidikan Terus Berlanjut

3. Be true to yourself (jujur pada dirimu sendiri)

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!Instagram.com/jelly_jilli

Selain menyebutkan hal di atas, HA:TFELT juga berkata bahwa Sulli adalah sosok yang jujur pada perasaan dan pikirannya. Seperti kita tahu, Sulli adalah salah satu artis yang berani mengatakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan artis Korea lainnya. Dan ini adalah hal lain yang bisa kita contoh darinya.

Seringkali kita tidak berani bersikap jujur hanya untuk menyenangkan orang lain. Namun, bukan hanya itu intinya. Sebagai bagian dari pendapat mayoritas, kita juga harus bisa bersikap lebih toleransi untuk menghadapi pendapat yang berbeda, agar mendapat perspektif lain dan korban seperti Sulli tidak ada lagi.

4. Jangan remehkan kesehatan mental

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!Instagram.com/jelly_jilli

Kemarin, KOCOWA TV merilis sebuah video untuk mengenang mendiang Sulli sekaligus sebuah wawancara Sulli dalam E-news Exclusive. Dalam wawancara tersebut, Sulli menyatakan bahwa ia mengidap anxiety disorder (gangguan kecemasan) dan sociophobia (fobia sosial). 

Mendiang Sulli juga mengatakan bahwa ia sudah meminta tolong dan bercerita pada orang lain, namun sayang tidak ada yang mendengarkan. Dan cerita Sulli ini adalah wake up call bagi kita.

Entah siapapun yang meminta tolong seperti Sulli, kita tidak boleh meremehkannya, karena masalah kejiwaan itu nyata. Dan orang seringkali baru menyadarinya ketika semuanya sudah terlambat. 

5. Tidak menyukai seseorang adalah wajar, tapi mengganggu hidup orang lain bukanlah hal yang dapat dimaklumi

Selalu Dikenang, 5 Hal Ini Bisa Kita Pelajari dari Mendiang Sulli!Instagram.com/jelly_jilli

Semasa Sulli masih hidup, ia pernah ditanya apakah ia tidak mengambil langkah hukum bagi orang yang mengganggunya di media sosial. Sulli pun menjawab bahwa ia sudah pernah melakukannya. Tapi ketika mengetahui bahwa pelakunya sekolah di universitas yang bagus, ia mengurungkan niat tersebut karena tidak mau menghancurkan masa depan orang tersebut.

Tentu saja Sulli sangat marah, namun ia memilih berempati dan berpikir bahwa menyakiti hidup orang lain juga tidak benar. Sekali lagi ia memberi kita pelajaran, untuk tidak bersikap egois dan lebih mempertimbangkan orang lain, di mana kedua hal ini cukup sulit ditemukan di masa sekarang.

Tentunya kepergian Sulli merupakan pukulan bagi banyak orang. Dan yang jelas, karena nasi telah menjadi bubur, kita hanya bisa mengenang kebaikan-kebaikannya mulai saat ini. 

Jika kamu membutuhkan informasi dan konsultasi terkait hal seperti ini, kamu bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini:

  • NGO Indonesia: Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
  • Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
  • Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:

  • RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
  • RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  • RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
  • RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
  • RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

Baca Juga: 7 Fakta "Peach", Lagu Ciptaan IU yang Terinspirasi dari Sulli

Novia Aisyah Photo Community Writer Novia Aisyah

Some Scandinavian thoughts addict

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Just For You