3 Pertanyaan Ini Baiknya Gak Dijawab Jujur saat Wawancara Kerja

Biar kamu dipastikan lolos interview

Dalam proses perekrutan karyawan, terkadang mengharuskan calon pekerja untuk melakukan wawancara. Butuh berbagai persiapan untuk bisa menjawab semua pertanyaan dari pewawancara. Mulai dari mencari tahu banyak tentang perusahaan, visi dan misi, memperdalam skill, dan juga mempersiapkan diri.

Ketika kamu sudah memiliki kisi-kisi jawaban, ini akan memudahkanmu untuk bisa menjawab dengan lancar dan lugas. Tapi sebaiknya, gak semua pertanyaan harus kamu beri jawaban dengan jujur. Sebab setiap jawabanmu akan menjadi bahan pertimbangan mereka nantinya. Termasuk pada tiga pertanyaan berikut ini!

Baca Juga: 3 Alasan Mengirimkan Thank You Letter saat Selesai Wawancara Kerja

1. Apa alasan kamu berhenti dari pekerjaan sebelumnya?

3 Pertanyaan Ini Baiknya Gak Dijawab Jujur saat Wawancara Kerjailustrasi bersama atasan (unsplash.com/amyhirschi)

Ini bisa jadi pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, apalagi jika kamu memiliki track record yang buruk di pekerjaan lamamu. Alasannya tentu beragam, bisa jadi kamu sulit bekerja sama dengan rekan kerja, punya bos yang menyebalkan, beban kerja terlalu banyak dan sebagainya. Ada banyak sekali alasan negatif kenapa kamu memutuskan untuk berhenti dan mencari pekerjaan yang baru.

Namun, jangan menjawab dengan terlalu polos apalagi jujur terhadap berbagai alasan di atas. Sebab itu akan menyiratkan bahwa kamu adalah orang yang sulit diajak bekerja sama dan bermental buruk. Jangan fokus pada hal-hal negatifnya, tetapi jawablah pada sisi positif yang bisa kamu dapatkan dari pekerjaan baru. Cukup katakan bahwa semua hal pada pekerjaan yang sebelumnya baik, dan kamu hanya ingin menantang dirimu pada hal baru.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Dicek Saat Menerima Lamaran Wawancara Kerja via Email

2. Mengapa kamu menginginkan pekerjaan ini?

dm-player
3 Pertanyaan Ini Baiknya Gak Dijawab Jujur saat Wawancara Kerjailustrasi berbicara (unsplash.com/wocintechchat)

Memang benar alasan utama setiap orang mencari pekerjaan adalah karena uang. Bekerja untuk menyambung hidup dan memperoleh kehidupan yang lebih baik lagi. Selain itu juga karena ada banyak manfaat yang bisa diberikan perusahaan pada pekerjaan tersebut. Namun, tentu kamu gak bisa secara gamblang mengatakan hal tersebut pada pewawancara.

Hal ini akan terdengar sangat klise dan kamu terkesan mementingkan dirimu saja, bukan perusahaan. Jangan terlalu fokus pada apa yang bisa kamu dapatkan nantinya. Alih-alih terlalu jujur, fokuslah pada jawaban tentang kontribusi apa yang bisa kamu berikan. Jelaskan bagaimana kamu bisa memenuhi visi misi perusahaan, dan kamu adalah pribadi yang sangat cocok untuk budaya kerja di sana.

3. Apa rencanamu untuk ke depannya?

3 Pertanyaan Ini Baiknya Gak Dijawab Jujur saat Wawancara Kerjailustrasi menulis catatan kecil (unsplash.com/joszczepanska)

Terakhir, pertanyaan yang sering juga muncul dalam wawancara adalah tentang rencana ke depan. Jangan terlalu jujur pada rencana terselubung yang mungkin kamu punya. Seperti misalnya kamu ingin melanjutkan pendidikan nanti, atau kamu akan resign lagi ketika menemukan pekerjaan yang lebih baik dan sebagainya.

Ketika kamu ditanya apa rencana pada lima tahun mendatang, kamu harus menjawab dengan lugas. Jangan mengatakan tujuan yang gak ada hubungannya dengan perusahaan. Tetapi bayangkan dirimu yang akan tumbuh dan berkembang, pastinya harus menguntungkan perusahaan. Jadi, mereka gak akan ragu lagi untuk memilih kamu menjadi kandidat karyawan di perusahaan tersebut.

Ketiga pertanyaan di atas bisa sangat menjebak ketika kamu jawab dengan terlalu jujur. Jadi, sebaiknya pikirkan lagi jawaban yang lebih logis, namun tidak perlu mengatakan yang sebenarnya. Sebab jika terlalu jujur kemungkinan kamu akan sulit untuk diterima, walaupun pewawancara ingin kamu untuk selalu jujur.

Baca Juga: 4 Gestur yang Harus Dihindari saat Wawancara Kerja, Perhatikan! 

It's Me, Sire Photo Verified Writer It's Me, Sire

A dusk chaser who loves to shout in the silence

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Fajar Laksmita

Berita Terkini Lainnya