Comscore Tracker

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editor

Selalu ada sisi positif dalam setiap hal

Banyak hal yang akan kita alami saat mengirimkan artikel di media online. Seperti saat menulis di IDN Times, artikel yang kita kirimkan gak hanya berakhir pada terbit dan ditolak saja, tapi juga memiliki kemungkinan direvisi oleh editor. Saat hal ini terjadi, mungkin saja akan muncul banyak pikiran-pikiran negatif dalam diri kita. Namun, tetap ada banyak hal positif lainnya yang dapat kita ambil, kok.

Berikut ini beberapa mindset yang harus selalu ditanamkan dalam diri saat artikel kita masuk kolom revisi editor.

1. Revisi bukan berati penolakan

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editorunsplash.com/Steve Johnson

Pertama-tama, tetaplah tenang menyikapi notifikasi yang masuk terkait revisi untuk artikelmu. Satu hal yang pasti, revisi tidaklah sama dengan penolakan sebab jika artikelmu ditolak biasanya akan otomatis masuk di kolom rejected.

Perhatikan baik-baik alasan revisi hingga kita jadi tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Jangan buru-buru berasumsi kalau revisi adalah bentuk lain dari penolakan yang malah membuatmu down dan jadi malas menulis lagi. 

2. Masih ada harapan artikelmu dapat diterbitkan

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editorunsplash.com/Wes Hicks

Masuk kolom revisi bukan berarti menutup kesempatan untuk artikelmu bisa terbit. Justru sebaliknya, harapan selalu ada selama mau berusaha untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan yang dilakukan. Gak jarang permasalahan revisi itu tidak terlalu menyeluruh. Bisa saja alasannya hanya pada pemilihan gambar yang belum tepat. Saat kamu tetap berpikiran positif, semangatmu akan tetap terjaga dan kembali fokus menulis seolah tak kenal kata menyerah.

Baca Juga: Artikelmu Sering Ditolak oleh Editor IDN Times? Lakukan 5 Hal Ini

3. Revisi bisa berarti editor memiliki ketertarikan pada artikelmu

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editorunsplash.com/Helloquence

Sisi positif lain dari artikel yang masuk kolom revisi adalah editor tersebut menaruh ketertarikan pada tulisanmu karena menyukai ide dan sudut pandang dalam artikelmu tadi. Jangan hanya memahami pengalaman ini dari sudut pandangmu yang merasa ditolak atau salah terus saat menulis.

Coba lihat juga dari sisi editor yang sudah berpengalaman menyunting banyak artikel di media ini. Memberimu tugas revisi berarti sudah muncul ketertarikan pada tulisanmu, hanya mungkin ada beberapa hal yang harus diperbaiki lebih dulu sebelum bisa diterbitkan.

4. Revisi dapat menjadi cara belajar menulis yang baik

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editorunsplash.com/Markus Winkler

Sebenarnya, revisi dari editor juga dapat menjadi cara belajar menulis yang baik. Tanpa kamu sadari, revisi seperti menjadi ruang belajar gratis dari editor berpengalaman. Editor memberimu petunjuk langsung tentang bagian mana yang menjadi poin kesalahan atau kekurangan artikelmu.

Dari sini saja kita harusnya bisa langsung menangkap bahwa editor gak hanya asal mengembalikan artikelmu, tapi juga memberi pengarahan layaknya guru yang objektif demi perkembangan tulisanmu ke arah yang lebih baik.

5. Berhenti mengeluh, kerjakan saja!

5 Mindset yang Harus Ditanamkan Saat Artikelmu Masuk Revisi Editorunsplash.com/Mathilde LMD

Daripada terus mengeluh karena artikelmu direvisi, ada hal penting lain yang seharusnya langsung kamu lakukan, yaitu mengerjakan tugas revisian yang diberikan oleh editor. Memperbaiki kesalahan dalam artikel adalah prioritasmu saat ini.

Berlama-lama mengeluh dan mempertanyakan alasan editor hanya akan menghabiskan waktu. Cukup kerjakan saja sekarang. Perbaiki yang salah, tambahkan yang kurang dalam artikelmu sebelumnya. Lalu lihat hasilnya lagi setelah kamu submit kembali.

Nah, itu tadi beberapa mindset yang harus selalu kita tanamkan terkait artikel yang masuk kolom revisi. Jangan menyerah. Yuk, terus menulis!

Baca Juga: Awal Menulis, 7 Alasan Ini Sering Jadi Penyebab Artikelmu Direject

T y a s Photo Verified Writer T y a s

menulis adalah satu dari sekian cara untuk menemui ketenangan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya