Still cut film Na Willa menampilkan Irma Rihi sebagai Mak dan Luisa Adreena sebagai Na Willa sedang berada di sebuah pasar (dok. Visinema Studios/Na Willa)
Na Willa memiliki banyak pertanyaan terkait dunia di sekitarnya. Rasa ingin tahun inilah yang membantunya memahami lingkungan sosial, hubungan dengan keluarga, teman sebaya, dan lainnya. Ia mencoba mengamati, bertanya, hingga menafsirkan berbagai situasi yang terjadi
"Jadi ketika anak itu rasa ingin tahunya tinggi, maka dia akan berusaha untuk mencoba banyak hal, mengeksplorasi, akan mencoba untuk bertanya. Dan akhirnya nanti ujung-ujungnya dia akan memahami lingkungannya. Dia akan memahami apa sih yang dia rasakan, apa sih yang mereka lagi pikirkan," ujar Aninda.
Secara psikologis, keinginan untuk memahami dunia di sekitarnya menjadi proses belajar alami yang penting untuk proses tumbuh kembang anak. Penting bagi orangtua dalam memberi ruang bagi anak untuk bertanya dan mengeksplorasi. Orangtua tidak memberikan limitasi, melainkan arahan supaya si kecil belajar dengan lebih optimal. Mulai dari emosi, cara hidup lingkungannya, hingga keinginan untuk belajar.
"Jadi akhirnya dari rasa ingin tahu tadi akan berwujud ke cepat tanggapnya. Cepat tanggapnya itu tadi apa? Memahami lingkungannya, apa yang dia rasakan, apa yang orang-orang teman-temannya itu lagi pikirkan. Jadi dia bisa paham, oh kira-kira kayak gini. Walaupun memang tetap anak-anak banget ya, tapi tetap dia bisa menangkap, oh ini maksudnya ini.
Film Na Willa juga menegaskan bahwa proses belajar tak selalu terjadi di ruang formal. Interaksi di rumah maupun lingkungan tempat tinggal juga tak kalah penting. Untuk itu, dukungan dan perhatian dari orangtua dapat menumbuhkan sikap kritis pada anak.