- HujanBulanJuni, 1989 bersama Ari Malibu, Tatyana Soebianto, dan Gatot Wibowo
- Hujan Dalam Komposisi, 1996 bersama Ari Malibu dan Tatyana Soebianto
- Gadis Kecil, 2005 bersama Tatyana Soebianto, Jubing Kristianto, dan M. Umar Muslim
- Becoming Dew, 2007, bersama Ari Malibu
Profil Reda Gaudiamo, Penulis Na Willa yang Suka Musikalisasi Puisi!

Film Na Willa tayang di bioskop pada Rabu, 18 Maret 2026, yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Reda Gaudiamo. Na Willa sendiri mengisahkan kehidupan seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang penuh imajinasi berlatar belakang kota Surabaya tahun 1960-an.
Karakter Na Willa penuh kehangatan ini tak lepas dari peran Reda Gaudiamo, sang penulis, yang membawa pembaca mengenang kembali masa kecil yang penuh kejujuran dan keluguan. Agar lebih mengenal sosok Reda Gaudiamo, penulis Na Willa, simak profilnya di sini!
1. Perjalanan karier Reda Gaudiamo

Reda Gaudiamo lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Agustus 1962. Ia tertarik dengan dunia seni sejak menempuh pendidikan Jurusan Sastra Prancis Universitas Indonesia, dengan menulis berbagai topik artikel dan cerita pendek yang dipublikasikan ke berbagai media massa.
Setelah lulus ia bekerja di sejumlah media cetak, antara lain Gadis, Mode, HAI, dan Cosmopolitan. Reda juga pernah menjadi publisher di Kompas Gramedia menangani majalah Chic, Kawanku, Prevention, Sekar, InStyle, Martha Stewart Living, dan More.
Selain di dunia tulis-menulis, Reda juga menggeluti dunia tarik suara, menyanyikan lagu-lagu bergenre balada bersama rekan duetnya, Ari Malibu.
Bersama sejumlah temannya, ia membuat musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono. Albumnya antara lain Hujan Bulan Juni (1989), Hujan dalam Komposisi (1996), Gadis Kecil (2005 bersama Nana Soebianto/DuaIbu), dan Becoming Dew (2007 bersama Ari Malibu).
2. Karya Reda Gaudiamo

Karya-karya dari Reda Gaudiamo berupa gabungan karya sastra dan musik. Selain menulis cerita, ia suka menampilkan puisi dan musik alias musikalisasi puisi. Beberapa karyanya, antara lain:
1). Musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono:
2). Musikalisasi puisi karya Ags. Arya Dipayana, Acep Zamzam Noor, Soni Farid Maulana, dan Emha Ainun Najib
- Yang Paling Cinta (2002)
3). Nyanyian Laut, sebuah projek album bersama Komplotan (Ivan Haris, Jubing Kristianto, Zainul Asikin, Tunjung Rukmo, dan Jonbi), 2010
4). Cerpennya dimuat dalam buku kumpulan cerpen Gallery of Kisses dan China Moon (2002 & 2003)
5). Tiga kumpulan cerpen yang telah diterbitkan
- Bisik-bisik (EKI Press, 2004)
- Pengantin Baru, (2011, Editum)
- Tentang Kita, (2015, Stiletto Books)
6). Novel pertamanya:
- Na Willa (2012-2018)
3. Ketiga buku Na Willa dan adaptasi film pertama

Untuk Na Willa sendiri diawali dari kumpulan cerita pendek yang digabungkan dalam satu buku, bertajuk Na Willa: Serial Catatan Kemarin, yang diterbikan melalui POST Press, penerbit independen pada tahun 2012.
Bagi kamu yang sudah baca buku ini, pasti mudah mencerna ceritanya karena menggunakan bahasa yang ringan, sehingga anak-anak hingga orang dewasa pun suka. Ceritanya pun seputar potret sehari-hari anak-anak yang sederhana.
Hingga saat ini, buku Na WIlla telah hadir dalam bentuk series, yaitu:
- Na Willa
- Na Willa dan Rumah Dalam Gang
- Na Willa dan Hari-Hari Ramai
Kisah Na Willa ini dikembangkan oleh Ryan Adriandhy, yang akhirnya menjadi sutradara dan bersama tim Visinema. Ryan kagum dengan cara Reda menggambarkan karakter anak-anak yang polos, jujur, dan penuh imajinasi. Itulah yang membuatnya tertarik membawa Na Willa ke layar sinema.
Itulah profil Reda Gaudiamo, penulis Na Willa, yang berlatar seniman: penulis dan musisi. So, apakah kamu sudah baca bukunya atau nonton film Na Willa belum?