Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PepsiCo Kolab Lintas Pemangku Kepentingan, untuk Ubah Sampah Kemasan

6 min read
PepsiCo Kolab Lintas Pemangku Kepentingan, untuk Ubah Sampah Kemasan
Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Antara PepsiCo, Bali Waste Cycle, dan Dinas Lingkungan Hidup Denpasar Melalui Upaya Mengubah Sampah Kemasan Menjadi Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (dok. Istimewa)
  • PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle meluncurkan papan nama jalan serta penunjuk arah dari sampah kemasan makanan ringan di Denpasar dan Gianyar.
  • Material plastik multilapis kemasan Lay's, Cheetos, dan Doritos diolah menjadi infrastruktur publik dengan dukungan DLHK Kota Denpasar.
  • Program ini melibatkan PepsiCo Greenhouse Program, BWC, pemerintah, dan mitra pengelolaan sampah untuk memperkuat pemanfaatan kembali kemasan pascakonsumsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

PepsiCo Indonesia, produsen merek makanan ringan ikonik Lay's®, Cheetos®, and Doritos®, bersama Bali Waste Cycle (BWC) yang juga bagian dari PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition Asia Pacific 2026, pada (18/8) resmi meluncurkan proyek perdana pemasangan papan nama jalan dan penunjuk arah yang terbuat dari hasil pengelolaan kembali sampah kemasan makanan ringan di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nyata PepsiCo Indonesia dalam mendukung penguatan ekosistem pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan serta mendukung pengembangan rantai nilai kemasan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini juga menjadi bagian dari implementasi extended producer responsibility (EPR) sekaligus mendukung target pemerintah untuk mengurangi sampah produsen sebesar 30% di tahun 2029.

  1. 1. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam kolaborasi lintas pemangku kepentingan

    Peluncuran Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (3).jpeg
    Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Antara PepsiCo, Bali Waste Cycle, dan Dinas Lingkungan Hidup Denpasar Melalui Upaya Mengubah Sampah Kemasan Menjadi Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (dok. Istimewa)

    Papan nama “Taman Kota Sewaka Dharma” di Lumintang diproduksi dari sampah material multi-layered plastic (MLP) atau plastik multilapis kemasan makanan ringan Lay's, Cheetos, dan Doritos yang telah dikumpulkan dan dikelola oleh BWC, dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Melalui inovasi ini, kemasan pascakonsumsi dapat diproses ulang menjadi infrastruktur publik yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    Peluncuran ini menandai langkah penting dalam kolaborasi lintas pemangku kepentingan antara PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan DLHK Denpasar. Acara peresmian dihadiri oleh perwakilan dari DLHK Denpasar, PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan PepsiCo Greenhouse Program. Papan jalan dan penanda arah akan ditempatkan pada sejumlah lokasi terpilih, termasuk Taman Lumintang, salah satu ruang publik utama di Denpasar yang dikelola oleh DLHK. Selain itu, papan penunjuk arah hasil pengelolaan sampah kemasan MLP juga dipasang di sejumlah lokasi publik lainnya di Bali, seperti: Kemenuh Monkey River, yang merupakan salah satu destinasi wisata ternama di Kemenuh, Gianyar.

    Sejak beroperasi di Indonesia pada tahun 2025, PepsiCo Indonesia telah menjalankan berbagai upaya pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle. Melalui kemitraan tersebut, PepsiCo Indonesia terus mendorong peningkatan pengumpulan kemasan pascakonsumsi sekaligus mengeksplorasi berbagai penerapan inovasi untuk materi-materi hasil pengolahan sampah kemasan yang bisa digunakan pada infrastruktur publik.

    Milly Pearson, APAC & India Sustainability Manager at PepsiCo dan perwakilan Greenhouse Program, menyebutkan, “Salah satu indikator terkuat dari keberhasilan program Greenhouse Program adalah melihat inovasi-inovasi tersebut bergerak dari ide menjadi implementasi langsung di dunia nyata yang memberikan dampak terukur. Perjalanan Bali Waste Cycle menunjukan bagaimana solusi pengembangan lokal dapat mengatasi tantangan lingkungan yang kompleks. Kami sangat bangga untuk melihat kolaborasi ini dapat menghadirkan prinsip kemasan berkelanjutan menjadi nyata dan menginspirasi lebih banyak lagi pemangku kepentingan untuk terlibat dalam solusi pengelolaan sampah secara berkelanjutan.”

    Inisiatif ini juga menjadi tonggak penting bagi Bali Waste Cycle, startup yang berfokus pada pengelolaan dan pemrosesan plastik serta material yang sulit didaur ulang. Pada tahun 2025, BWC terpilih sebagai salah satu finalis Greenhouse Accelerator Program Asia Pacific dan menjadi satu-satunya startup asal Indonesia dalam program tersebut. BWC menerima pendanaan sebesar USD 20.000 serta pendampingan dari PepsiCo untuk mengembangkan solusi yang dimilikinya. Pada tahun ini, BWC kembali terpilih dalam Greenhouse Program IMPACT Editon Asia Pacific dan memperoleh pendanaan tambahan sebesar USD 20.000 untuk memperluas dampak dan skalabilitas operasionalnya.

  2. 2. Program ini juga mencerminkan tujuan PepsiCo Greenhouse Program

    Peluncuran Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (5).jpeg
    Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Antara PepsiCo, Bali Waste Cycle, dan Dinas Lingkungan Hidup Denpasar Melalui Upaya Mengubah Sampah Kemasan Menjadi Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (dok. Istimewa)

    Olivia Anastasia Padang, Director of Bali Waste Cycle, menyampaikan, "Menjadi satu-satunya startup Indonesia yang terpilih dalam Greenhouse Program merupakan sebuah kehormatan sekaligus validasi atas solusi yang kami kembangkan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemasan plastik multilapis yang selama ini dianggap sulit didaur ulang sesungguhnya dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan masih memiliki nilai ekonomi. Bagi kami, proyek ini tidak semata tentang keberhasilan mengubah sampah menjadi produk baru, melainkan tentang bagaimana mempertahankan nilai material selama mungkin sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depannya, kami berharap model seperti ini dapat diperluas dan direplikasi sehingga semakin banyak material pascakonsumsi yang dapat kembali masuk ke dalam rantai ekonomi.”

    Program ini juga mencerminkan tujuan PepsiCo Greenhouse Program yang dirancang untuk membantu startup dan inovator mengembangkan solusi keberlanjutan dari tahap awal hingga implementasi di dunia nyata serta mengeksplorasi integrasi lebih lanjut dalam rantai pasokan PepsiCo. Di kawasan Asia Pasifik, program ini menghubungkan para startup dengan mentor, pakar industri serta jaringan dari PepsiCo untuk mempercepat pengembangan solusi di bidang sirkularitas, pertanian yang berkelanjutan, ketahanan iklim, dan efisiensi sumber daya.

    Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs, Corporate Communications and Sustainability di PepsiCo Indonesia berkata “PepsiCo Indonesia percaya bahwa kolaborasi multi pihak sangatlah penting dalam menghadirkan solusi untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan mitra kami seperti Bali Waste Cycle dan IPRO, PepsiCo Indonesia terus berupaya menguatkan sistem pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan pasca konsumsi Lay's, Cheetos, dan Doritos. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperlihatkan bagaimana kemasan makanan ringan berupa plastik multi lapis (MLP) juga dapat diberikan kehidupan kedua dan memberi manfaat bagi masyarakat jika dikelola dengan tepat.”

  3. 3. PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan PepsiCo Greenhouse Program berharap agar inisiatif ini dapat diperluas

    Peluncuran Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (4).jpeg
    Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Antara PepsiCo, Bali Waste Cycle, dan Dinas Lingkungan Hidup Denpasar Melalui Upaya Mengubah Sampah Kemasan Menjadi Papan Penanda Jalan dan Infrastruktur Area Wisata di Bali (dok. Istimewa)

    Ia menambahkan, "Kami berharap proyek ini dapat menjadi contoh nyata bahwa kemasan plastik MLP paska konsumsi juga masih dapat memiliki nilai dan fungsi yang cukup baik. Ke depannya, apabila terdapat kebutuhan penggantian atau penambahan papan nama jalan maupun fasilitas publik lainnya, material hasil pemanfaatan kembali sampah plastik seperti ini dapat semakin banyak dimanfaatkan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan permintaan yang lebih besar terhadap material hasil pengelolaan sampah plastik sekaligus memperkuat rantai nilai keberlanjutan di Indonesia."

    I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Wali Kota Denpasar, mengatakan, “Hari ini kita melihat kolaborasi PepsiCo dengan Bali Waste Cycle yang juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar. PepsiCo sebagai perusahaan menghasilkan produk dengan kemasan berbahan plastik yang berhasil untuk didaur ulang menjadi papan informasi dan penanda jalan yang akan ditempatkan di ruang-ruang publik yang ada di Kota Denpasar. Ruang publik seperti taman kota banyak dikunjungi oleh masyarakat. Karena itu, ruang-ruang publik ini dapat kita manfaatkan tidak hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa sampah dapat diolah menjadi bahan yang produktif.”

    Ke depan, PepsiCo Indonesia, Bali Waste Cycle, dan PepsiCo Greenhouse Program berharap agar inisiatif ini dapat diperluas, melibatkan lebih banyak materi pascakonsumsi untuk dikelola agar dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia, sekaligus mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More