ilustrasi orang depresi (pexels.com/Kat Smith)
Berikutnya, ada beberapa gejala atau ciri-ciri yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki kecenderungan gangguan depresi. Dilansir Premier Health, ciri-ciri tersebut berupa:
- Mengalami gangguan tidur, entah itu sulit tertidur atau tidur terlalu lama;
- Sering didominasi oleh emosi sedih atau depresi;
- Kehilangan energi dan merasa kelelahan yang berlebihan, seringkali disertai dengan ucapan atau gerakan yang lambat;
- Mengalami peningkatan aktivitas fisik yang tidak bertujuan, seperti meremas-remas tangan, mondar-mandir dan sebagainya;
- Kesulitan dalam mengambil keputusan atau berkonsentrasi;
- Merasa tidak berharga dan tidak berdaya;
- Memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.
Gejala-gejala di atas muncul secara terus menerus hingga membuat seseorang tidak mampu berfungsi secara optimal. Bagi para introvert, gejala-gejala di atas bukan merupakan ciri-ciri dari trait kepribadian tersebut.
Introvert dan depresi memang sekilas memiliki pola aktivitas yang hampir serupa, seperti senang menyendiri. Akan tetapi, sekali lagi kamu perlu memahami bahwa introvert adalah hal yang normal sedangkan depresi adalah sebuah gangguan.
Kalau kamu menemui seorang teman yang mengarah pada gangguan depresi, jadilah teman yang baik dengan mengarahkan mereka kepada para profesional. Setelah membaca artikel ini, semoga kamu juga bisa gak asal men-judge lagi, ya!
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.
Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.