Di tengah tren kesehatan mental, istilah self-care makin sering terdengar di mana-mana. Banyak orang mulai mengaitkannya dengan belanja, liburan mahal, atau sekadar memanjakan diri tanpa batas. Sekilas terasa menyenangkan, tapi tanpa sadar kamu bisa terjebak dalam pola yang justru bikin hidup makin stagnan. Di sinilah pentingnya memahami perbedaan self-care dan hedonisme secara lebih jujur.
Padahal, self-care bukan soal seberapa sering kamu memberi reward pada diri sendiri. Ada batas tipis antara merawat diri dan sekadar lari dari masalah lewat kesenangan instan. Kalau gak peka, kamu bisa terus merasa kosong meski sudah “healing” berkali-kali. Yuk, simak lima perbedaan penting agar kamu gak keliru lagi.
