Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Perilaku Absurd Tetangga yang Bikin Ngelus Dada, Minta Ganti Rugi?
ilustrasi kehidupan bertetangga (pexels.com/Tom Fisk)

Sulit untuk menemukan lingkungan yang benar-benar bebas masalah. Walaupun kamu berusaha sangat selektif dan sengaja memilih tinggal di perumahan pasti ada saja persoalan dengan tetangga. Kadang tetangga sekompleks baik-baik, tapi gesekan terjadi dengan warga sekitar perumahan.

Tambah pusing jika tetangga yang kerap berulah tinggal amat dekat denganmu. Satu sisi, kesabaranmu harus ekstra. Di sisi lain, dirimu juga perlu tahu kapan bersikap lebih tegas.

Sebisa mungkin hindari pertengkaran. Kamu dapat agak menjauh dan mengurangi interaksi saja. Bahkan dalam satu lingkungan delapan perilaku absurd di bawah ini dapat ditunjukkan oleh beberapa orang.

1. Ngegosip terus

ilustrasi kehidupan bertetangga (pexels.com/Vincent Tan)

Tetangga yang suka bergosip pasti juga senang kumpul-kumpul. Mereka tak mau disebut lagi gibah, tetapi itulah yang selalu dilakukan. Mereka juga menempatkanmu dalam dua pilihan yang sama-sama tak menyenangkan. Ikut kumpul bareng mereka atau menjadi salah satu bahan gosipnya. Pergunjingan bahkan bisa sampai ke status WA yang menyindir warga lain.

2. Tanaman atau hewan peliharaannya ganggu orang malah minta ganti rugi

ilustrasi ular di pohon (pexels.com/Tomáš Malík)

Baca subjudulnya saja sudah bikin bingung, kan? Namun, memang ada tipe tetangga yang seaneh ini. Misalnya, pohon di pekarangannya sampai ke halaman rumahmu. Bukan cuma daun-daun kering yang berjatuhan, melainkan juga ular.

Bahkan mungkin lebih dari sekali. Tentu ini sangat membahayakanmu bersama keluarga. Akan tetapi, saat kamu meminta dahan yang menjulur ke halamanmu dipangkas malah dirimu dimintai uang. Seharusnya dia yang memberikan ganti rugi padamu di samping segera menebang pohon.

3. Punya carport sendiri, tapi parkir di depan rumah orang lain

ilustrasi mobil di depan rumah (pexels.com/fajri nugroho)

Kalaupun dia hendak segera pergi lagi seharusnya mobil tetap diparkirkan di depan rumahnya. Bukan di depan rumah orang lain sekalipun pemiliknya tidak terlihat. Sebab bisa saja kapan pun pemilik rumah datang atau kurir mengantarkan paket.

Kendaraan lebih dari satu sampai carport tak muat seharusnya juga tidak dijadikan alasan untuknya parkir sembarangan. Sudah tahu carport kecil, kenapa beli kendaraan terus sampai merugikan orang? Kamu mau masuk atau keluar dari rumah sendiri sampai kudu memanggilnya dulu buat memindahkan mobil itu.

4. Sampahnya dimasukkan ke tempat sampahmu

ilustrasi kehidupan bertetangga (pexels.com/Dio Alif Utomo)

Jika dia tidak mau membayar biaya langganan sampah seharusnya sampahnya ditangani secara mandiri. Seperti sampah organik dibuat pupuk dan anorganik dijual ke pengepul. Bukan seenak hati ia memasukkan sampahnya ke tong sampahmu biar besok sekalian diangkut tukang sampah langgananmu. Biasanya aksi ini dilakukan tengah malam.

5. Gak bisa membedakan pagar orang dengan jemuran

ilustrasi jemuran di pagar (pexels.com/Sóc Năng Động)

Tetangga ini super menyebalkan karena merusak pemandangan rumahmu dengan aneka jemurannya. Dari pakaian luar sampai pakaian dalam semuanya ada. Kalau kamu menegurnya, ia cuma berhenti menjemur di situ beberapa hari. Setelahnya kembali dilakukan. Mungkin kamu perlu memasang kawat berduri biar orang berpikir ulang ketika akan menaruh pakaiannya di situ.

6. Suka mengukur kekayaan orang

ilustrasi kehidupan di desa (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

Sikap tetangga yang seperti ini tentu membuatmu risi. Misalnya, ia bilang kamu pasti kaya karena cuma dengan bekerja dari rumah pun uang datang sendiri. Dia juga mengukur kekayaanmu dari berbagai barang yang dibeli. Walaupun ia tak meminta apa pun darimu wajar kamu merasa sangat gak nyaman. Apalagi kalau kemudian dia seperti mencoba memanfaatkanmu.

7. Menutup jalan buat kepentingan pribadi

ilustrasi tenda pernikahan (pexels.com/Huy Phạm)

Paling sering biasanya menutup jalan buat menggelar hajatan. Atau, keluarga besarnya sedang berdatangan. Biar jalan di sekitar rumahnya bisa untuk tempar parkir kendaraan maka ditutup sepihak. Tindakan begini tentu amat merugikan warga lain yang hendak beraktivitas.

8. Menyetel musik kencang sekali

ilustrasi menghayati lagu (pexels.com/Vitaly Gariev)

Hampir semua orang suka mendengarkan musik. Akan tetapi, sesuka apa pun dirimu dengan musik kalau volumenya keras sekali pasti terganggu. Bahkan kamu sampai kesulitan hendak mengobrol dengan anggota keluarga atau menerima telepon. Suara musiknya lebih kencang seperti lagi konser atau hajatan.

Kehidupan bertetangga tidak bisa lepas dari persoalan. Satu sama lain perlu bertenggang rasa. Jika ada gangguan yang keterlaluan dari tetangga, kamu boleh bersikap lebih tegas supaya ia juga belajar menghargaimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article