Profil Costume Designer Bridgerton 4, Seni di Balik Kostum Ikonik

- John Glaser, costume designer Bridgerton season 3-4, peraih Emmy Awards
- Henry Wilkinson, fashion historian dan costume trainee Bridgerton sejak 2019
- Inspirasi dan proses kreatif pembuatan kostum Bridgerton season 4
Serial Bridgerton tak pernah sekadar bercerita lewat dialog atau romansa karena busananya selalu berbicara lebih dulu. Memasuki season 4, kostum kembali menjadi elemen penting yang membangun suasana hingga karakter. Bridgerton menjadi serial yang mengangkat kisah bangsawan Inggris di awal abad ke-19. Di season 4 ini, kostum yang digunakan gak hanya sebagai bentuk visual atau estetika, namun juga menjadi menjadi alat naratif yang apik.
Di balik kemewahan gaun dan palet warna yang dipilih, ada tangan kreatif costume designer yang merangkai cerita melalui kain. John Glaser namanya, yang juga merupakan The Emmy-winning costume designer. Di season ini, Glaser bekerja bersama juniornya, Henry Wilkinson, untuk merajut setiap kostum yang ikonik.
Dalam sebuah interview yang dilansir British Vogue, keduanya juga menceritakan inspirasi hingga proses kreatif pembuatan kostum Bridgerton season 4. Yuk, simak di bawah ini profil kedua desainer Bridgerton season 4!
1. Profil John Glaser, peraih Emmy Awards untuk costume designer

John Glaser merupakan costume designer untuk Bridgerton season 3 hingga season 4 ini. Tak hanya itu, Glaser juga ternyata pernah menjadi costume designer untuk Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts (2022) dan Gotham (2015-2019). Pada 2025 lalu, Glaser berhasil meraih Emmy Awards untuk custome designer di Bridgerton season 3.
Selain itu, Glaser juga mendapatkan nominasi dari Custome Designers Guild Awards 2024 dengan tajuk Excellence in Period Television 'Romancing Mister Bridgerton'. Ada pun berbagai film dan serial lainnya yang menggandeng Glaser sebagai costume designer adalah Still Star-Crossed (2017), Person of Interest (2011-2012), Brotherhood (2007-2008), The Education of Charlie Banks (2007), Love Monkey (2006), Ed (2000-2004), C.P.W. (1995-1996), New Year (1993), Money, Power, Murder. (1989), dan Nick & Hillary (1988-1989).
2. Profil Henry Wilkinson

Henry Wilkinson sudah berkarier di dunia fashion hampir 1 dekade. Dalam blog pribadinya, ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan costume designer dan fashion historian (khususnya 20th Century Haute Couture).
Sejak 2021, Wilkinson membangun platform Henry Wilkinson untuk menyediakan berbagai koleksi vintage couture. Sejak 2019 pula, ia sudah menjadi custome trainee untuk Bridgerton season 1. Ada juga beberapa film lainnya yang kostumnya ia desain, yakni Heckle (2020), Paparazza (2019), dan Fluid (2018).
3. Inspirasi dan proses kreatif di balik kostum Bridgerton season 4

Berbeda dari season sebelumnya yang penuh layering fabrics, season 4 ini nuansanya lebih warm. Di season sebelumnya juga, desain kostum lebih colorful bak kebun bunga. Sebagaimana yang disebutkan Glaser dilansir British Vogue, kali ini latarnya autumn sehingga mereka berusaha membangun nuansa kostum yang berkonsep warmer tones.
Warna-warnanya lebih tajam dan tidak banyak kontras. Tak banyak warna hitam dan putih, namun Glaser menggunakan warna navy sebagai gantinya. Banyak juga corak warna yang akhirnya di-mixed menjadi satu.
4. Kisah di balik beberapa kostum karakter Bridgerton 4

Silver ball gown yang dipakai Sophie Baek cukup ikonik. Menurut Glaser, dikutip dari British Vogue, detail dress-nya dirancang dari beberapa fabrics yang berlapis dan memiliki aksen mengilap. Lalu, ada juga silver mask yang selaras dengan gaunnya. Beralih ke Benedict, Glaser menyebutkan bahwa ada sedikit sentuhan Joseph Fiennes (karakter utama Shakespeare in Love). Di sini, siluet Benedict terasa lebih lembut dan terbuka dalam balutan louche suiting.
Itu dia profil desainer kostum Bridgerton season 4 hingga proses kreatif di balik pembuatan kostumnya. Menurutmu, kostum siapa nih yang paling ikonik?


















