Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
aurelieeee
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans (instagram.com/aurelie)

Gak semua perasaan bisa diucapkan dengan mudah. Aurelie Moeremans memilih menuangkan bagaimana ia tumbuh dalam luka yang tidak terlihat. Kumpulan suaranya dalam buku Broken Strings ini menunjukkan bagaimana ia terjebak dalam hubungan dengan orang yang salah hingga akhirnya berani jujur dan keluar dari lingkaran itu.

Lewat 60 quote dari buku Broken Strings, Aurelie ingin suaranya menjadi penguat untuk orang lain bisa keluar dari masa kelam yang sama. Ini bukan sekadar rangkaian kata melainkan pengingat untuk semua perempuan.

1. Aurelie menorehkan kisahnya tentang bagaimana ia berlabuh pada cinta yang salah

ilustrasi perempuan insomnia (pexels.com/Mart Production)

  1. Kepergiannya membawa duka, tetapi di baliknya datang sebuah berkah yang tak terduga.

  2. Beberapa hal memang tidak berubah. Aku masih kikuk, hanya sedikit lebih pandai berpura-pura tidak.

  3. Mungkin, di ujung dunia, aku bisa menjadi seseorang yang baru, seseorang yang sedikit lebih keren dan berani.

  4. Aku masih ingat kata Papa, “Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Ini kesempatanmu untuk hidup yang lebih baik.”

  5. Ternyata, menjadi keren dan percaya diri tidak semudah yang kubayangkan.

  6. Aku takut ia sungguh percaya aku tidak bisa dipercaya, bahwa ia tidak melihat siapa aku, hanya melihat pantulan dirinya yang lebih muda.

  7. Rasa sakit bukan hal pertama yang kurasakan. Pengkhianatanlah yang datang lebih dulu.

  8. Apakah ini yang disebut cinta orang dewasa? Jika iya, mengapa rasanya begitu salah?

  9. Kenapa aku berpikir harus tetap bertahan hanya karena orang pertama itu dia? Tidak semua orang berakhir dengan cinta pertamanya. Mungkin aku tidak harus menggenggam impian menjadi seperti mamaku. Mungkin keyakinan itu milik masa lalu, milik generasi lain.

  10. Aku ingin suatu hari berdiri di altar karena aku benar-benar menginginkannya, karena aku mencintai orang yang menungguku, bukan karena pilihanku telah dicuri dan aku dibiarkan percaya bahwa aku tidak punya pilihan lain.

  11. Aku tidak ingin menjadi alasan seseorang mengakhiri hidupnya.

  12. Aku hanya ingin ia berhenti. Aku ingin diam. Aku ingin damai, meski sebentar saja.

  13. Setiap langkah terasa seperti berjalan di atas kaca, menunggu retaknya

  14. Aku tidak pernah menjadi miliknya, bahkan di mata Tuhan sekalipun

  15. Janji itu kebohongan. Pernikahan itu tidak pernah ada. Tuhan yang aku cintai tidak pernah mengakuinya.

  16. Aku memegang kebenaran yang bisa membakar seluruh kebohongan yang ia bangun.

  17. Pernikahan itu palsu. Aku bukan miliknya. Tidak di mata Tuhan, tidak secara hukum dan juga tidak secara agama.

  18. Semua rasa bersalah yang selama ini kupikul seolah terlepas satu per satu.

  19. Berpura-pura adalah cara bertahan hidup

  20. Aku tidak tahu mana yang harus kupercaya. Tapi aku tahu, inilah saatnya—perpisahan antara diriku yang dulu dan diriku yang akan datang.

2. Broken Strings menjadi suaranya yang membebaskan dirinya dari luka lama

ilustrasi perempuan sedih dan merenung (pexels.com/Maycon Marmo)

  1. Dia bukan seseorang yang pantas ditakuti.

  2. Dan untuk pertama kalinya, aku tidak merasa takut. Aku merasa bebas.

  3. Sejak hari itu, aku tidak pernah sendirian lagi.

  4. Yang paling penting sekarang kamu selamat, kamu sudah sama kami. Kamu bertahan.

  5. Kedamaian terdengar indah, dan mungkin itu sudah cukup. Tapi jauh di dalam hati, aku masih ingin keadilan.

  6. Saat publik menghakimi, menertawakan, dan memanggilku dengan nama-nama kejam, aku masih berdarah di dalam.

  7. Aku menginginkan keadilan, bukan hanya untuk diriku, tapi untuk semua gadis yang pernah terperangkap dalam mimpi buruk yang tidak dipercaya siapa pun.

  8. Aku ingin menunjukkan bahwa monster bisa terlihat menawan, bahwa kejahatan bisa tersenyum, dan bahwa bertahan hidup itu tidak selalu indah.

  9. Tapi aku cepat belajar, bahwa keadilan bukan jaminan.

  10. Tanpa uang, tanpa koneksi, tanpa orang berkuasa di pihakmu, kebenaran bisa lepas begitu saja dari tanganmu. Mungkin suatu hari keadaan akan berubah.

  11. Aku mulai fokus pada hal-hal yang bisa kukendalikan

  12. Apakah aku akan merindukannya? Apakah akan ada seseorang yang bisa mencintaiku lagi, seseorang yang melihat semua cacatku dan tetap memilihku?

  13. Dia membuatku percaya bahwa tak akan ada yang mampu.

  14. Tapi saat akhirnya aku bebas, aku tidak pernah sekalipun berharap aku tetap tinggal.

  15. Rasa cintaku padanya telah mati pada hari ia memaksaku, ketika aku berusia lima belas tahun. Yang tersisa bukanlah cinta, melainkan ketakutan, rasa bersalah, dan keinginan untuk bertahan hidup

  16. Yang sebenarnya ingin kukatakan adalah: aku terus tertarik pada orang-orang yang memperlakukanku buruk, dan untuk waktu yang lama aku pikir itu hanya kebetulan. Tapi kemudian aku sadar, itu bukan kebetulan sama sekali. Aku terus menarik apa yang kupikir pantas kudapatkan.

  17. Aku tidak ingin berpura-pura bahwa aku selalu tahu segalanya, atau bahwa aku selalu menjadi pasangan yang sempurna.

  18. Aku masih belajar apa arti hubungan yang sehat, bagaimana mencintai seseorang tanpa kehilangan diriku sendiri.

  19. Tanpa penyembuhan, aku mungkin akan terus terjebak dalam lingkaran yang sama.

  20. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa cara orang lain memperlakukanku hanyalah cerminan dari bagaimana aku memperlakukan diriku sendiri

3. Tentang perjalanan pulang ke dirinya sendiri

ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Engin Akyurt)

  1. Aku berhenti menjalin hubungan jangka panjang, bukan karena aku menyerah pada cinta, tapi karena aku ingin memberikannya pada diriku sendiri terlebih dahulu.

  2. Karena cinta bukan sesuatu yang kamu dapat setelah cukup menderita. Bukan sesuatu yang diberikan ketika kamu cukup diam atau cukup baik.

  3. Cinta dimulai dari dirimu. Begitu aku memahaminya, segalanya mulai berubah.

  4. Aku berhenti mencoba menjadi apa yang orang lain butuhkan.

  5. Cara pandangku pada diriku sendiri mulai berubah. Aku kembali mendekat pada Tuhan. Aku belajar duduk dalam diam, berdamai dengan keheningan. Aku belajar meminta bantuan. Aku ikut retret, membaca buku, belajar berhenti memperlakukan diriku seperti musuh.

  6. Hari ini, aku bahagia.

  7. Aku belajar menerima diriku apa adanya. Dan setelah aku melakukannya, cinta datang dengan sendirinya

  8. Dia tidak memilih yang lebih muda karena mencintai lebih dalam. Dia memilih yang lebih muda karena ia butuh seseorang yang belum tahu apa-apa, seseorang yang lebih kecil agar ia merasa besar, seseorang yang bisa ia bingungkan dan kendalikan agar tak perlu berhadapan dengan dirinya sendiri.

  9. Tidak ada yang perlu dimengerti. Apa yang terjadi padaku seharusnya tidak pernah terjadi sama sekali.

  10. Cinta tidak membutuhkan dokumen untuk menjadi nyata.

  11. Ketika cinta itu benar, ia terlihat dari cara seseorang memperlakukanmu, bukan dari cap atau kertas yang menyatakanmu miliknya.

  12. Aku berhenti mengecilkan cahayaku demi membuat orang lain nyaman.

  13. Buku ini untuk siapa pun yang pernah hidup dalam diam, untuk siapa pun yang memikul beban yang bukan miliknya.

  14. Dunia mungkin tidak selalu mengerti, tapi kebenaran tetap bersamamu, dan itu sudah cukup.

  15. Hidup dalam kebenaranmu sendiri, tanpa malu, tanpa penyesalan, adalah bentuk kebebasan tertinggi.

  16. Jika halaman-halaman ini mampu menghentikan satu gadis saja agar tidak melangkah ke badai yang sama, maka semuanya tidak sia-sia

  17. Jika kamu berhasil sampai di akhir, terima kasih.

  18. Aku bangga pada gadis kecil yang dulu aku. Dan aku bangga padamu juga, karena bertahan, karena sembuh, atau sekadar karena terus melangkah.

  19. Buku ini bukan lagi milikku sendiri. Buku ini milik setiap gadis yang pernah dibungkam, setiap penyintas yang masih memikul beban dalam diam.

  20. Suatu hari nanti, kamu akan menjadi perempuan yang telah melalui semuanya, menulis kata-kata ini dengan kepala tegak dan hati yang utuh.

Itu dia kumpulan quote dari buku Broken Strings. Ini adalah bentuk Aurelie melepaskan dirinya dari kendali orang lain, manipulasi, perasaan bersalah. Semoga Broken Strings bisa memberikan banyak insight, ya!

Editorial Team