ilustrasi coffee table ruang tamu (pexels.com/Terje Sollie)
Detail kecil seperti meja samping sering diremehkan, padahal sangat penting saat menerima tamu. Bayangkan tamu memegang minuman atau ponsel tanpa tempat untuk menaruhnya. Margie Kaercher menegaskan bahwa tamu membutuhkan permukaan yang mudah dijangkau untuk meletakkan minuman, buku, atau barang pribadi. Tanpa itu, ruang terasa kurang praktis.
Kamu gak harus memiliki meja besar, cukup meja kecil di samping sofa atau coffee table di tengah ruangan. Pastikan jaraknya masih dalam jangkauan tangan saat duduk. Dengan menyediakan “landing spot” untuk barang-barang kecil, ruang tamu terasa lebih fungsional dan ramah. Hal sederhana ini bisa membuat tamu merasa lebih nyaman tanpa kamu perlu renovasi besar-besaran.
Ruang tamu yang nyaman bukan soal mahal atau tidaknya furnitur, tapi soal bagaimana kamu mengatur detailnya. Pencahayaan yang tepat, posisi hiasan dinding yang pas, hingga tata letak yang mendukung percakapan bisa membuat perbedaan besar.
Kamu gak perlu langsung mengganti semua isi ruangan, cukup evaluasi dan perbaiki hal-hal kecil yang sering terlewat. Ingat, tamu biasanya menangkap kesan pertama dalam hitungan detik. Jadi, sebelum mereka datang, pastikan ruang tamu kamu sudah bebas dari lima red flags tadi agar suasananya makin hangat dan bikin betah.