10 Rekomendasi Buku yang Harus Kamu Baca Berdasarkan Lagu BTS Favoritmu

- Artikel ini mengulas sepuluh lagu BTS yang dikaitkan dengan buku-buku terkenal, menyoroti kesamaan tema antara lirik lagu dan karya sastra dari berbagai penulis dunia.
- Kebiasaan membaca para member, terutama RM, menjadi inspirasi utama di balik banyak lagu BTS yang sarat makna tentang kehidupan, cinta, dan pencarian jati diri.
- Melalui rekomendasi ini, pembaca diajak menemukan hubungan antara musik dan literatur sebagai cara memahami emosi serta refleksi diri lewat dua bentuk seni berbeda.
BTS bukan hanya dikenal sebagai salah satu grup musik terbesar di dunia, tetapi juga sebagai artis yang sering menyisipkan pesan mendalam dalam lagu-lagu mereka. Karya RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook membahas berbagai tema kehidupan, mulai dari persahabatan hingga kesehatan mental. Menariknya, beberapa lagu mereka juga memiliki kaitan dengan dunia sastra.
Hal itu gak lepas dari kebiasaan membaca para member, terutama RM sang leader yang dikenal gemar membaca buku. Beberapa lagu BTS bahkan terinspirasi dari karya sastra atau memiliki tema yang sejalan dengan cerita dalam buku tertentu. Jika kamu punya lagu BTS favorit, mungkin buku-buku berikut juga bisa jadi bacaan yang menarik untukmu. Yuk, cek!
1. “Spring Day” — The Fault in Our Stars karya John Green

“Spring Day” sering dianggap sebagai salah satu lagu BTS yang paling emosional. Lagu ini kerap dikaitkan dengan tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol di Korea Selatan pada 2014. Namun secara lebih luas, lagu ini berbicara tentang kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk bertemu kembali suatu hari nanti.
Tema tentang menghadapi kehilangan juga menjadi inti dari novel The Fault in Our Stars karya John Green. Ceritanya mengikuti dua remaja yang hidup dengan penyakit serius dan harus menghadapi kenyataan tentang kematian. Meski demikian, kisah mereka tetap dipenuhi dengan cinta, humor, dan makna hidup.
2. “Epiphany” — The Gifts of Imperfection karya Brené Brown

Lagu solo Jin berjudul “Epiphany” membawa pesan yang sangat kuat tentang penerimaan diri. Dalam salah satu bagian chorus, Jin menyanyikan kalimat “I’m the one I should love in this world” yang menegaskan pentingnya belajar mencintai diri sendiri. Lagu ini sering dianggap sebagai pengingat bahwa setiap orang berhak menerima dirinya apa adanya.
Pesan tersebut terasa selaras dengan buku The Gifts of Imperfection karya Brené Brown. Melalui buku ini, Brown mengajak pembaca memahami bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Ia juga membahas bagaimana keberanian untuk menerima diri sendiri dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih percaya diri.
3. “Baepsae” — The Poet karya Yi Mun-Yol

Lagu “Baepsae” dikenal dengan koreografi yang energik ketika dibawakan di atas panggung. Namun di balik penampilan yang seru, lagu ini sebenarnya menyuarakan kritik sosial. Lagu tersebut menyoroti bagaimana generasi muda sering dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Pesan tersebut terasa selaras dengan novel The Poet karya Yi Mun-Yol. Buku ini mengisahkan seorang pria muda yang berusaha mempertahankan idealismenya di tengah sistem sosial yang tidak selalu adil. Meskipun diterbitkan pada tahun 1992, tema dalam cerita ini masih terasa relevan hingga sekarang.
4. “Blood, Sweat & Tears” — Demian karya Hermann Hesse

Album Wings milik BTS diketahui terinspirasi dari novel Demian karya Hermann Hesse. Pengaruh tersebut paling terlihat dalam lagu “Blood, Sweat & Tears” yang membahas tema godaan dan perjalanan menuju kedewasaan. Konsep visual dalam video musiknya juga banyak mengambil simbol dari novel tersebut.
Novel Demian sendiri mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki yang berusaha memahami dunia di sekelilingnya. Ia tumbuh di antara dua dunia yang berbeda, yaitu dunia yang dianggap baik dan dunia yang penuh godaan. Dalam prosesnya, ia bertemu sosok Demian yang membantu membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.
5. “Boy With Luv” — Pride and Prejudice karya Jane Austen

“Boy With Luv” menghadirkan nuansa pop yang ceria dan ringan. Lagu ini menggambarkan bagaimana cinta dapat membawa energi positif dan membuat seseorang menjadi lebih baik. Perasaan jatuh cinta digambarkan sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus menguatkan.
Nuansa tersebut juga menjadi inti dari novel klasik Pride and Prejudice karya Jane Austen. Kisahnya mengikuti hubungan antara Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy yang berkembang secara perlahan. Melalui perjalanan hubungan mereka, pembaca dapat melihat bagaimana cinta mampu mengubah cara seseorang memandang diri sendiri dan orang lain.
6. “Dionysus” — Greek Myths karya Charlotte Higgins

Judul lagu “Dionysus” diambil dari nama dewa Yunani yang identik dengan pesta dan anggur. Namun, lagu ini sebenarnya lebih banyak berbicara tentang proses kreatif dan identitas sebagai seniman. BTS juga merefleksikan perjalanan mereka sebagai idol sekaligus kreator yang terus berkarya.
Jika kamu tertarik dengan dunia mitologi Yunani, buku Greek Myths karya Charlotte Higgins bisa menjadi pilihan bacaan yang menarik. Buku ini menghadirkan kembali berbagai mitos Yunani dengan sudut pandang yang berbeda. Cerita-cerita tersebut juga menyoroti peran perempuan dalam kisah-kisah mitologi yang sering kali terlupakan.
7. “Life Goes On” — This Too Shall Pass karya Julia Samuel

“Life Goes On” dirilis pada masa pandemik COVID-19, ketika banyak rencana harus berubah secara tiba-tiba. Lagu ini menggambarkan perasaan saat kehidupan terasa terhenti tanpa peringatan, tetapi waktu tetap berjalan. Pesannya sederhana namun kuat: hidup harus tetap berlanjut meskipun situasi terasa sulit.
Tema bertahan di masa penuh perubahan juga dibahas dalam buku This Too Shall Pass karya psikoterapis Julia Samuel. Buku ini berisi refleksi dari pengalaman Samuel mendampingi para pasiennya menghadapi berbagai krisis kehidupan. Melalui kisah-kisah tersebut, pembaca diajak memahami bahwa perubahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan.
8. “Friends” — Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow karya Gabrielle Zevin

“Friends” merupakan lagu yang didedikasikan untuk hubungan persahabatan antara Jimin dan V. Keduanya memiliki usia yang sama dan sudah saling mengenal sejak masa trainee sebelum debut bersama BTS. Lagu ini menggambarkan bagaimana persahabatan bisa melewati berbagai fase, termasuk perbedaan pendapat dan konflik kecil.
Jika kamu menyukai kisah persahabatan yang kompleks, novel Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow karya Gabrielle Zevin bisa menjadi bacaan yang menarik. Ceritanya mengikuti dua sahabat yang pertama kali bertemu saat masih anak-anak. Setelah bertemu kembali saat kuliah, hubungan mereka berkembang seiring perjalanan karier di dunia pengembangan gim.
9. “Blue & Grey” — Greek Lessons karya Han Kang

“Blue & Grey” dikenal sebagai salah satu lagu BTS yang paling emosional. Lagu ini membahas perasaan kesepian, kelelahan mental, hingga kecemasan yang kadang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Melalui lagu ini, BTS juga menunjukkan sisi rentan mereka sebagai manusia.
Nuansa emosional yang serupa dapat ditemukan dalam novel Greek Lessons karya Han Kang. Ceritanya mengikuti seorang perempuan yang tiba-tiba kehilangan kemampuan berbicara. Ia kemudian bertemu seorang guru bahasa Yunani yang perlahan kehilangan penglihatannya. Keduanya terhubung melalui pengalaman hidup yang menyakitkan.
10. “Pied Piper” — Daisy Jones & The Six karya Taylor Jenkins Reid

“Pied Piper” memiliki konsep yang cukup unik karena BTS seperti menggoda para penggemarnya. Di satu sisi, mereka menyarankan penggemar untuk tidak terlalu terobsesi dan menjalani kehidupan sendiri. Namun di sisi lain, lagu ini juga mengakui bagaimana hubungan antara artis dan penggemar bisa terasa sangat kuat.
Tema tentang pesona seorang musisi juga menjadi inti cerita dalam novel Daisy Jones & The Six karya Taylor Jenkins Reid. Buku ini mengikuti perjalanan seorang penyanyi bernama Daisy yang meraih popularitas besar bersama bandnya. Melalui kisah tersebut, pembaca dapat melihat bagaimana figur publik yang karismatik bisa memikat banyak orang.
Lagu-lagu BTS memang sering terasa dekat dengan pengalaman hidup banyak orang. Gak heran jika tema yang mereka angkat juga memiliki kemiripan dengan berbagai karya sastra. Jadi, dari semua lagu BTS di atas, mana yang paling menggambarkan dirimu?