Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Karya Maggie O’Farrell selain Hamnet, Gak Kalah Memikat!

5 Buku Karya Maggie O’Farrell selain Hamnet, Gak Kalah Memikat!
Maggie O’Farrell buku (goodreads.com)
Intinya Sih
  • Maggie O’Farrell, penulis asal Irlandia Utara, dikenal lewat gaya puitis dan emosi kuat dalam karya fiksi sastranya, termasuk novel fenomenal Hamnet.
  • Lima novel terkenalnya selain Hamnet menampilkan tema sejarah, keluarga, dan psikologi: The Marriage Portrait, The Hand That First Held Mine, Instructions for a Heatwave, The Vanishing Act of Esme Lennox, serta This Must Be the Place.
  • Setiap buku menghadirkan karakter perempuan tangguh dan konflik emosional mendalam yang menggambarkan identitas, rahasia keluarga, hingga perjuangan menghadapi trauma masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Maggie O’Farrell merupakan penulis asal Irlandia Utara yang dikenal lewat novel-novel fiksi sastra dengan emosi yang kuat dan gaya penulisan yang puitis. Salah satu buku yang membuat namanya meledak adalah Hamnet yang mengisahkan keluarga William Shakespeare.

Selain Hamnet, Maggie O’Farrell juga menulis banyak buku lain yang gak kalah memikat. Setidaknya, ada 5 buku yang paling terkenal, bahkan ada yang mendapat penghargaan. Buku apa saja ya?

1. The Marriage Portrait

9780593315088.jpeg
The Marriage Portrait (goodreads.com)

Kalau kamu suka Hamnet karena latarnya historis dan atmosfernya kental, novel ini bisa jadi pilihan paling aman. The Marriage Portrait adalah fiksi historis yang membawa pembaca ke Italia Renaisans dan menyoroti kisah perempuan muda dalam pernikahan politik yang perlahan terasa seperti perang psikologis.

Ceritanya tentang Lucrezia de’ Medici, gadis muda dari keluarga penguasa Florence pada era Renaisans. Ia dinikahkan dengan Alfonso, Duke of Ferrara.  Perlahan, Lucrezia sadar suaminya mungkin berniat membunuhnya, sementara ia sendiri belum memberi pewaris. Terdapat ketegangan psikologis karena Lucrezia harus membaca tanda-tanda kecil, menilai siapa yang bisa dipercaya, dan bertahan di ruang yang serba dikendalikan orang lain.

2. The Hand That First Held Mine

6939939.jpg
The Hand That First Held Mine (goodreads.com)

Novel ini memiliki dua jalur cerita yang awalnya terasa gak nyambung. Jalur pertama mengikuti Lexie Sinclair di London era 1950-an, seorang perempuan muda yang kabur dari hidup “rapi” dan masuk ke dunia bohemian Soho. Ia jatuh cinta pada editor majalah bernama Innes Kent. Jalur kedua mengambil waktu masa kini, tentang Elina, seniman yang sedang berjuang pulih setelah proses melahirkan yang traumatis. Ia hidup bersama pasangannya, Ted.

Semakin kamu membaca, pelan-pelan muncul benang merah yang mengaitkan dua kisah lintas generasi ini dengan tema besar soal identitas, ingatan, dan perubahan hidup setelah jadi ibu. Saat benang merahnya terungkap, biasa kisahnya membuat pembaca ingin mengulang dari awal untuk melihat petunjuk yang ternyata sudah disebar rapi. 

3. Instructions for a Heatwave

images-2.jpeg
Instructions for a Heatwave (goodreads.com)

Novel karya Maggie O'Farrell selanjutnya merupakan drama keluarga berlatar belakang gelombang panas di London 1976. Robert Riordan menghilang setelah pergi membeli koran. Istrinya, Gretta, akhirnya memanggil tiga anak mereka yang sudah dewasa untuk pulang dan mereka berakhir menghadapi rahasia keluarga yang terpendam.

Vibe membaca novel padat, seolah kita ikut duduk di ruang keluarga dan menyimak rahasia yang terbuka satu per satu. Latar gelombang panas itu juga yang membuat suasana semakin intens karena krisis keluarga itu terjadi di tengah udara panas yang bikin semua orang makin gampang meledak. 

4. The Vanishing Act of Esme Lennox

11137079.jpg
The Vanishing Act of Esme Lennox (goodreads.com)

Kalau kamu suka misteri psikologis dan tema keluarga yang kelam, novel yang satu ini cocok untukmu. Ceritanya tentang Iris, perempuan muda di Edinburgh yang mendadak menerima surat bahwa ia punya kerabat yang gak pernah ia ketahui bernama Esme Lennox. Masalahnya, keluarga Iris seperti sengaja “menghapus” Esme dari sejarah keluarga, sementara sang nenek sudah Alzheimer dan tak bisa menjelaskan.

Cerita dikemas dengan alur maju-mundur antara masa kini dan masa lalu Esme, menguak kenapa ia bisa dikurung begitu lama, apa yang dianggap “gila” pada masa itu, dan siapa yang diuntungkan dari kebungkaman. Ini novel yang membuat emosi campur aduk karena pembaca diajak menilai ulang: apakah Esme benar-benar sakit atau ia hanya kurang cocok dengan standar keluarganya?

5. This Must Be the Place

9780345804723.jpeg
This Must Be the Place (goodreads.com)

Terakhir, novel ini cocok kalau kamu suka cerita keluarga yang kompleks, penuh rahasia, tapi tetap hangat. Cerita berpusat pada Daniel Sullivan, pria New York yang hidup “mengasingkan diri” di pedesaan Irlandia bersama istrinya. Dari luar, hidup mereka terlihat damai, tapi masa lalu Daniel ternyata menyimpan rahasia yang bisa menghancurkan rumah yang mereka bangun.

Novel ini bergerak bolak-balik menelusuri potongan hidup Daniel dan Claudette, keluarga, anak, relasi yang gak rapi, dan cara orang menyembunyikan trauma. Novel ini pun pernah masuk shortlist Costa Novel Award, lho!

Itu tadi 5 buku karya Maggie O’Farrell selain Hamnet yang bisa masuk list bacaanmu. Kira-kira, mana yang ringkasannya paling menarik perhatianmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us