Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
daerah rawan banjir
ilustrasi daerah rawan banjir (unsplash.com/Misbahul Aulia)

Intinya sih...

  • Kesiapsiagaan sebagai langkah antisipatifOrang-orang yang tinggal di daerah risiko banjir dituntut untuk selalu waspada dan siap siaga demi menghindari dampak buruk yang ditimbulkan.

  • Membangun rumah dengan desain khususTak sedikit warga membangun lantai dua di rumah mereka sebagai bentuk strategi adaptasi, atau meninggikan bangunan rumah dari permukaan jalan.

  • Kerja sama dan gotong royongTinggal di wilayah rawan banjir menuntut masyarakat untuk saling tolong-menolong, melakukan kerja bakti secara rutin untuk memperbaiki lingkungan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banjir merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Indonesia, khususnya di daerah dataran rendah. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi, luapan air sungai, drainase tersumbat, hingga tanggul jebol.

Banjir yang terjadi di kota besar umumnya diakibatkan oleh peningkatan aliran air yang dengan cepat menggenangi wilayah perkotaan lantaran terbatasnya infiltrasi. Meski begitu, banyak warga memilih untuk tetap tinggal walaupun sering dilanda banjir.

Lantas, bagaimana rutinitas keseharian mereka selama tinggal di daerah rawan banjir sebagai bentuk adaptasi? Dikutip dari berbagai sumber, yuk simak di bawah!

1. Kesiapsiagaan sebagai langkah antisipatif

ilustrasi rumah terkena banjir (unsplash.com/Iqro Rinaldi)

Sama halnya dengan masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana lainnya, orang-orang yang tinggal di daerah risiko banjir dituntut untuk selalu waspada dan siap siaga demi menghindari dampak buruk yang ditimbulkan. Sebagai contoh, selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi, seperti BMKG atau BPBD.

Apabila muncul peringatan dini mengenai curah hujan tinggi atau potensi banjir, segera bersiap dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan. Mulai dari menyiapkan tas siaga bencana yang berisi obat-obatan, air minum, makanan tahan lama, power bank, dan lainnya, serta lindungi dokumen penting agar tidak terendam banjir.

Tak sampai di situ, memahami sejarah banjir di lingkungan tempat tinggalmu juga gak kalah penting untuk mengetahui titik-titik mana saja yang biasanya lebih cepat tergenang air dan seberapa tinggi air biasanya naik. Lewat kesadaran dan peningkatan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam yang menunjukkan datangnya banjir inilah bisa membantumu menghadapi situasi krisis tanpa rasa panik.

2. Membangun rumah dengan desain khusus

ilustrasi banjir (unsplash.com/Dibakar Roy)

Tak sedikit warga yang tinggal di wilayah rawan banjir membangun lantai dua di rumah mereka sebagai bentuk strategi adaptasi. Jika sewaktu-waktu air mulai meluap, mereka bisa menyimpan barang-barang berharga di lantai dua serta menyelamatkan diri.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua orang dapat mengambil langkah antisipasi tersebut. Kurangnya kapabilitas ekonomi membuat sebagian penduduk memilih alternatif lain yang lebih terjangkau, seperti meninggikan bangunan rumah dari permukaan jalan.

Akan tetapi, keputusan ini hanya berlaku pada karakteristik banjir yang biasanya hanya mencapai pagar rumah. Jika banjir melewati pagar rumah, mereka harus mengungsi ke tempat yang aman.

3. Kerja sama dan gotong royong

ilustrasi membersihkan sampah (unsplash.com/agust moto)

Tinggal di wilayah rawan banjir menuntut masyarakat untuk saling tolong-menolong. Oleh sebab itu, interaksi sosial yang kuat sangat dibutuhkan supaya mereka bisa menghadapi situasi genting dengan lebih tenang. Dukungan yang diberikan oleh sesama dapat membantu seseorang cepat pulih dari keterpurukan akibat bencana.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat biasanya melakukan kerja bakti secara rutin seminggu sekali atau dua minggu sekali untuk memperbaiki lingkungan. Misal, membersihkan sungai atau selokan, tidak membuang sampah sembarangan, membuat drainase kecil di sekitar rumah, dan masih banyak lagi.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai rutinitas warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa meningkatkan kepedulianmu akan pentingnya menjaga lingkungan, serta berempati kepada masyarakat kita yang terdampak banjir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team