Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Merasa Worthless, Jangan Diabaikan!

Mengalami hari buruk memang sudah maklum terjadi dalam hidup. Karena dalam hidup selalu ada fase naik dan turun. Namun, yang paling penting adalah bagaimana cara kita bangkit dan membuat masalah yang terjadi menjadi sebuah tipping point dalam hidup kita.
Tapi, apa jadinya jika kita terus mengalami hal tersebut hingga menyebabkan perasaan tidak berharga atau worthless. Kita merasa segala yang kita upayakan adalah sia-sia. Ternyata perasaan tersebut berbahaya loh jika dibiarkan berlarut-larut. Lalu, apa yang harus kita lakukan saat kita dalam posisi tersebut? Yuk, belajar bareng! Let's get the ball rolling!
1. Belajar melawan balik pikiran negatif

Saat dalam fase terpuruk seringkali perasaan tidak berharga dan berguna seringkali menghampiri kita. Banyak sekali pikiran-pikiran negatif, seperti memiliki pikiran yang membuat kita merasa sedih, cemas, atau tidak percaya diri.
Pikiran-pikiran tersebut bisa membuat kita merasa buruk tentang diri kita sendiri. Namun, ada baiknya saat kamu mulai negative thinking kamu harus segera melawannya. Lalu, bagaimana cara kita melawan negative thinking?
Pertama, kita perlu mengenali pola pikir negatif tersebut dan mengubahnya menjadi pikiran yang lebih positif. Kita perlu belajar untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran yang membuat kita merasa tidak baik. Misalnya, jika kita selalu berpikir, "Aku tidak bisa melakukannya dengan baik" atau "Aku tidak berharga," maka itu adalah pola pikir negatif. Kita bisa mengubahnya menjadi “Aku pasti bisa melakukannya dengan baik” atau “Aku dikelilingi banyak orang yang sayang padaku.”
Selain itu, kita juga bisa mencoba untuk memberi bukti-bukti yang menentang pikiran negatif tersebut. Misalnya, jika kita berpikir bahwa kita tidak berharga, kita bisa mencoba untuk mengingat prestasi-prestasi kita sebelumnya atau mendengarkan pujian-pujian dari orang-orang yang peduli dengan kita. Ini bisa membantu kita melihat bahwa pikiran negatif tersebut tidak sepenuhnya benar.
2. Tumbuhkan dan tingkatkan self-awareness

Ketika perasaan worthless datang, pasti akan banyak sekali negative thinking yang menyertai. Hal ini menyebabkan kita memandang diri kita dari sisi buruk dan mengakibatkan kesulitan untuk mengenal diri sendiri.
Meskipun mungkin sulit pada awalnya, coba tumbuhkan dan tingkatkan self-awareness diri kita. Dengan menumbuhkan dan meningkatkan self-awareness, kita berusaha untuk lebih mengenal dan memahami diri kita sendiri, termasuk perasaan-perasaan dan pola pikir kita. Dengan melakukan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perasaan tidak berharga dan menjadi lebih baik dalam mengelola emosi dan pikiran kita.
Misalnya, ketika kita merasa tidak berharga, kita mencoba untuk mengenali dan memahami perasaan tersebut. Kita bertanya pada diri sendiri, "Mengapa aku merasa seperti ini? Apa yang membuat aku merasa tidak berharga?" Dengan demikian, kita menjadi lebih sadar akan apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri kita.
Meningkatkan self-awareness kita juga bisa melihat pola pikir dan kebiasaan kita. Kita bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku sering berpikir negatif tentang diri sendiri? Apakah ada pola pikir yang tidak sehat yang aku harus perhatikan?" Dengan menyadari pola-pola ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih positif.
3. Jangan suka membanding-bandingkan

Bisa jadi perasaan worthless yang hinggap pada diri kita disebabkan oleh kebiasan suka membanding-bandingkan diri sendiri dan orang lain. Nah, jika iya kamu harus segera menghilangkan kebiasaan tersebut.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya, temanmu bisa lebih pandai dalam olahraga, tetapi mungkin kamu memiliki bakat yang lain seperti menggambar atau bermain musik.
Ketika kita terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain, kita bisa merasa tidak puas dengan diri sendiri. Tetapi sebenarnya, setiap orang unik dan memiliki nilai yang berbeda. Penting untuk menghargai kelebihan yang kita miliki dan berfokus pada pengembangan diri kita sendiri. Jangan khawatir jika kita tidak sama dengan orang lain, karena keberagaman adalah hal yang indah.
Ingatlah, kamu adalah individu yang istimewa dengan potensi yang besar. Tetaplah fokus pada dirimu sendiri, berusaha menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, dan bangunlah rasa percaya diri yang positif.
4. Fokus pada kelebihan dan lebih menghargai diri sendiri

Saat kita lebih fokus pada keahlian dan kelebihan kita, kemungkinan terjadinya perasaan worthless akan lebih diminimalisir. Hal ini karena kita mengetahui dan menyadari bahwa diri kita memiliki prestasi dan perilaku positif yang sudah kita lakukan.
Misalnya, jika kita berhasil menyelesaikan tugas sekolah dengan baik, kita bisa memberikan apresiasi pada diri sendiri dengan mengucapkan "Hebat, aku sudah melakukannya!" atau memberikan pujian pada diri sendiri. Ini membantu kita merasa bangga dan menghargai usaha yang telah kita lakukan.
Selain itu, ketika kita melakukan kebaikan kepada orang lain, seperti membantu teman atau mengucapkan terima kasih, penting bagi kita untuk mengakui dan menghargai tindakan tersebut. Kita bisa berkata pada diri sendiri, "Aku senang bisa membuat orang lain bahagia dengan tindakanku."
Dengan fokus pada kelebihan dan menghargai diri sendiri, kita dapat membangun rasa percaya diri dan memperkuat kebahagiaan dalam diri kita. Hal ini juga membantu kita menghargai kemampuan dan potensi yang kita miliki.
5. Latih kemampuan pemecahan masalah yang adaptif

Terkadang masalah yang terlalu sulit membuat kita merasa tidak berguna dan worthless. Hal ini tentunya membuat kita khawatir karena masalah akan selalu datang selama kita masih bernafas.
Hal ini membuktikan pentingnya pengembangan skill problem solving yang adaptif terhadap segala situasi. Saat belajar skill ini, kita belajar bagaimana menghadapi masalah dan kegagalan dengan cara yang positif dan konstruktif. Ini seperti belajar keterampilan khusus yang dapat membantu kita menghadapi situasi sulit dengan lebih baik.
Misalnya, jika kita mendapatkan nilai jelek saat ulangan atau menghadapi kegagalan dalam suatu proyek, mengasah skill problem solving yang adaptif berarti kita belajar bagaimana mengatasi perasaan negatif seperti kecewa atau sedih akibat dari kegagalan yang sedang dihadapi.
Salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah dengan menerima perasaan-perasaan tersebut dan menghadapinya dengan kesadaran penuh. Kita juga bisa menggunakan strategi positif, seperti mencari cara untuk belajar dari kegagalan dan tumbuh menjadi lebih baik.
Selain itu, mengasah skill problem solving yang adaptif juga melibatkan mencari dukungan dari orang-orang terdekat, seperti teman atau keluarga. Berdiskusi dengan mereka tentang masalah kita dan meminta nasihat atau dukungan mereka dapat membantu kita merasa lebih baik dan menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri.