Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebelum Usia 30, Daftar Tantangan Hidup yang Wajib Dicoba Anak Gen Z
Ilustrasi merenung (pexels.com/Huỳnh Như Mavi)

Memasuki usia 20-an merupakan fase penuh perubahan. Pada masa ini, banyak anak muda atau Gen Z mulai membangun karier, memperluas pergaulan, mengelola keuangan sendiri, hingga menentukan arah hidup yang ingin dijalani. Tidak heran jika periode sebelum usia 30 tahun sering disebut sebagai masa terbaik untuk mencoba berbagai pengalaman baru.

Meski terkadang terasa menakutkan, tantangan justru menjadi sarana belajar yang paling efektif. Berani keluar dari zona nyaman akan membantu seseorang mengenali kemampuan diri, membangun mental, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan hidup yang lebih besar di masa depan.

1. Berani keluar dari zona nyaman

Ilustrasi merenung (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu tantangan terbesar sebelum usia 30 adalah meninggalkan rutinitas yang terasa aman. Misalnya, mencoba pekerjaan baru, pindah ke kota lain, mengikuti program relawan, atau mempelajari keterampilan yang benar-benar berbeda dari bidang yang dikuasai.

Pengalaman seperti ini membantu seseorang lebih adaptif dan tidak takut menghadapi perubahan. Penting menghadapi tantangan sebagai bagian dari proses kamu berkembang dan menjadi bekal di masa depan yang terkadang tak menentu.

"Kamu tidak akan berhasil jika kamu tidak mengalami kegagalan. Cara kamu menghadapi kegagalanlah yang menentukan seberapa sukses kamu nantinya. Tantangan dapat menjadi pengalaman belajar yang luar biasa, hal-hal yang memaksamu untuk tumbuh dan berubah," kata Mike Robbins, pakar kepemimpinan, budaya & kerja tim dikutip dari lamannya.

2. Belajar mengatur keuangan secara mandiri

Ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Sebelum berusia 30 tahun, penting bagi anak muda untuk belajar menyusun anggaran, membangun dana darurat, mulai berinvestasi, dan menghindari utang konsumtif yang tidak perlu. Kemampuan mengelola uang sejak dini akan memberikan rasa aman ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Keputusan keuangan sehari-hari memiliki dampak besar terhadap masa depan. Bahkan keputusan kecil yang baik dan dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang. Hal ini mengajarkan bahwa kebiasaan finansial yang baik lebih penting daripada sekadar memperoleh penghasilan besar.

3. Belajar hidup mandiri dan bertanggung jawab

Ilustrasi bersantai (pexels.com/Munis Asadov)

Tantangan berikutnya adalah belajar bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Tinggal sendiri, mengurus kebutuhan harian, mengatur waktu, hingga menyelesaikan masalah tanpa selalu bergantung kepada orang lain merupakan pengalaman yang sangat berharga sebelum usia 30 tahun.

"Masa dewasa awal sebagai konsepsi baru tentang perkembangan untuk periode dari akhir masa remaja hingga usia dua puluhan, dengan fokus pada usia 18-25 tahun," tulis studi berjudul "Emerging adulthood. A theory of development from the late teens through the twenties" dikutip dari National Library of Medicine.

Jadi di usia 18–25 tahun ini, merupakan masa eksplorasi identitas dan perkembangan. Kamu mungkin akan mengeksplorasi berbagai pengalaman hidup dan seseorang akan lebih memahami nilai, tujuan, dan jati dirinya.

4. Mencoba mengembangkan keterampilan baru

Ilustrasi belajar (unsplash.com/Photo by Eliott Reyna)

Dunia kerja terus berubah sehingga kemampuan belajar menjadi salah satu modal paling penting. Sebelum usia 30 tahun, tidak ada salahnya mencoba mempelajari bahasa asing, desain grafis, public speaking, digital marketing, pemrograman, atau keterampilan lain yang dapat membuka lebih banyak peluang.

"Orang membutuhkan petunjuk yang jelas untuk memulai. Saat mempelajari keterampilan baru, carilah sumber yang menjabarkan langkah-langkahnya, baik itu buku, panduan daring, atau instruktur," saran dari Jeffrey A. Greene, profesor keluarga dikutip dari The University of North Carolina at Chapel Hill.

"Temukan tempat dan waktu untuk fokus. Matikan ponsel dan letakkan di ruangan lain, sebagai langkah permulaan," tambahnya.

5. Berani menghadapi kegagalan

Ilustrasi merenung (pexels.com/Huỳnh Như Mavi)

Banyak anak muda takut mencoba karena khawatir gagal. Padahal, kegagalan justru menjadi salah satu guru terbaik dalam kehidupan. Melalui pengalaman gagal, seseorang belajar mengevaluasi diri, memperbaiki strategi, serta membangun ketahanan mental yang lebih kuat.

"Dalam perjalanan hidup, pertumbuhan, dan kesuksesan, kita semua akan menghadapi kesulitan. Jalan menuju kesuksesan penuh dengan pelajaran dari kegagalan, membuat kesalahan, dan menghadapi tantangan," kata Mike Robbins.

"Banyak orang paling sukses dan berprestasi yang pernah hidup di dunia ini telah menghadapi rintangan yang luar biasa. Tetapi mereka belajar bagaimana bangkit kembali setelah jatuh," lanjutnya.

Usia sebelum 30 tahun bukan tentang mencapai kesempurnaan, melainkan mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin. Tantangan yang dihadapi hari ini mungkin terasa berat, tetapi pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article