Cara Menanggapi Dorongan Teman buat Ganti Kendaraan dan Gadget

Gak punya teman nongkrong rentan membuatmu kesepian. Akan tetapi, pengaruh teman tongkrongan juga bisa kurang baik. Perkataan mereka dapat sangat memengaruhi diri dan keputusanmu. Seperti saat mereka mendorongmu untuk ganti gadget dan kendaraan.
Kamu pasti lebih mudah terpikir buat mengikuti dorongan itu karena sejumlah alasan. Di antaranya, malu bila setiap kalian nongkrong gawai dan kendaraanmu ketahuan masih lama. Ada rasa gengsi yang tertantang.
Beda dengan sekadar dirimu melihat iklan smartphone dan mobil atau motor baru. Gak ada rasa gengsi yang mendadak naik. Keputusan sepenuhnya ada di tanganmu. Akan tetapi, asal membelinya tentu dapat menyebabkan persoalan finansial kalau secara keuangan gak benar-benar siap. Kamu bisa mengatasi dorongan teman dengan lima cara berikut.
1. Kembali ke kebutuhan dan kemampuanmu

Beli gadget dan kendaraan gak semurah benda lain. Butuh jutaan rupiah. Bahkan teman-teman barangkali mendorongmu untuk membeli smartphone serta mobil atau motor yang mahal. Wajib untukmu jujur pada diri sendiri.
Apakah kedua benda itu sungguh-sungguh dibutuhkan olehmu atau tidak? Butuh artinya jika dirimu tak membelinya benar-benar akan menyulitkanmu dalam keseharian. Seperti pekerjaan tidak berjalan karena smartphone atau laptopmu rusak parah.
Jika kamu tak sebutuh itu berarti pembelian masih bisa ditunda walaupun uangnya ada. Sementara kalau dirimu butuh, tetapi uangnya belum ada dapat mencari tambahan dana dulu. Atau, cari alternatif gawai atau kendaraan pengganti yang sesuai kocek asal berfungsi.
2. Jangan terlalu memikirkannya dengan serius

Terkadang habis orang bilang sesuatu, kamu langsung kepikiran sekali. Lalu merasa dirimu harus melaksanakan perkataannya. Padahal, orang yang mengucapkannya belum tentu serius. Tak jarang mereka cuma asal ngomong.
Sama sekali tidak dalam rangka menekanmu agar mengganti gawai dan kendaraan. Dirimu tak perlu merasa harus melakukannya. Mereka asal mengatakannya. Kamu tidak usah overthinking.
Kalau dirimu terlampau memikirkannya pasti malah menjadi sulit fokus dengan hal-hal lain yang lebih penting. Padahal, kamu masih harus bekerja kalaupun ingin ganti kendaraan dan gadget. Lebih penting kerja dulu biar dapat duit daripada cuma memikirkan dorongan kawan buat membeli benda-benda tersebut.
3. Kalaupun kendaraan dan gadgetmu paling lawas gak harus nurut

Di mana ada sejumlah orang otomatis di situ ada banyak hal yang bisa dibandingkan. Tidak terkecuali terkait gawai dan kendaraan masing-masing. Ketika kalian bertemu di rumah makan misalnya, setiap orang yang datang langsung terlihat membawa kendaraan apa dan tahun keluarannya.
Lalu masing-masing mengeluarkan gadget. Sekilas pandang saja telah tampak jelas gawai siapa yang paling mahal. Mungkin ini yang membuatmu gampang minder.
Ucapan kawan-kawan rasanya sangat tepat. Sudah motormu paling butut, smartphone-mu juga jadul. Akan tetapi, gak usah buru-buru beli baru. Dalam segala hal akan tetap ada orang yang membawa benda paling baru sampai paling lawas. Bahkan meski di matamu semua gadget serta kendaraan mereka termasuk anyar.
4. Tanggapi dengan candaan

Walaupun hatimu agak gak enak beberapa kali didorong buat ganti gadget atau kendaraan, dibikin santai saja. Kalau semua itu dimasukkan ke hati malah pertemanan bisa rusak. Tanggapi dengan candaan supaya mereka juga sulit terus menekanmu.
Contohnya, bilang kamu menunggu gadget atau kendaraan teman gak terpakai saja. Mereka ganti baru, perangkat serta kendaraan lawasnya daripada dibuang bisa dikasih ke kamu. Makin bagus smartphone dan motor atau mobil teman-temanmu pasti mereka makin gak rela memberikannya padamu begitu saja.
Mereka menjadi mati kutu. Apabila mereka tidak bersedia kasih gawai atau kendaraan bekasnya ke dirimu, minimal tak perlu ribut menyuruhmu beli baru. Bila tanggapanmu sesantai itu biasanya orang-orang mengartikan dirimu memang tidak tertarik. Tak berguna mereka mencoba memengaruhimu.
5. Jika memang butuh dan ada dana boleh cari-cari info

Akan tetapi, jika kebetulan dirimu butuh ganti gawai atau kendaraan, berarti momennya pas. Bukan artinya kamu kudu langsung mengikuti kata teman-teman buat membelinya. Namun, dirimu bisa mencari informasi dulu dari mereka.
Sedikit banyak mereka pasti tahu gadget dan kendaraan yang lebih anyar. Katakan saja lebih jelas tentang kebutuhanmu. Siapa tahu mereka bisa kasih rekomendasi yang sesuai. Namun, tentu informasi mereka jangan dijadikan satu-satunya acuan.
Kamu tetap perlu mencari informasi lebih lanjut secara mandiri. Biar informasinya lebih akurat dan berimbang. Bagaimanapun, teman-temanmu bukan penjual gadget atau kendaraan. Kalaupun kebetulan salah satu dari mereka ada yang punya toko atau sales motor atau mobil, di tempat lain bisa beda harga.
Makin banyak teman tentu bertambah pula suara-suara yang akan didengar olehmu setiap saat. Salah satunya dorongan buat ganti gawai atau kendaraan. Jaga diri dari pengaruh yang kurang pas untuk kondisi keuanganmu tanpa perlu memutus pertemanan.




















