Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sedih Melihat Hewan Kurban? Yuk, Kenali Fenomena Pet Attachment!

Sedih Melihat Hewan Kurban? Yuk, Kenali Fenomena Pet Attachment!
ilustrasi sapi yang diperdagangkan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Share Article

Kamu pernah gak merasa sedih melihat sapi atau kambing saat akan disembelih? Rasanya sesak mengetahui mereka akan dijadikan sebagai hewan kurban. Di kondisi tertentu, kamu bahkan merasa kehilangan. Lantas, apakah perasaan seperti ini wajar atau justru aneh?

Jawabannya wajar kok dan kamu gak merasakan hal itu sendirian. Ada banyak orang yang melihat hewan kurban merasa sedih, iba, dan kasihan. Nah, perasaan tersebut dapat bersumber dari fenomena psikologis yang disebut pet attachment. Yuk, bahas tentang pet attachment!

1. Pet attachment adalah ikatan emosional antara manusia dan hewan

ilustrasi orang mengusap kepala sapi
ilustrasi orang mengusap kepala sapi (pexels.com/cottonbro studio)

Apakah selama ini kamu mengira ikatan hanya bisa tumbuh di antara hewan, atau di antara manusia? Nyatanya, ikatan gak terbatas antara hewan atau antara manusia saja lho, bahkan antarmanusia dengan hewan juga bisa. Ikatan emosional antara pemilik dengan hewan peliharaannya memunculkan sebuah kelekatan di antara keduanya yang disebut pet attachment. Kelekatan ini bisa meluas ya pada hewan apa saja, termasuk hewan ternak. Jadi, jangan heran kalau empatimu aktif ketika memandang hewan kurban atau mendengar lenguhannya, meskipun kamu gak memeliharanya sejak kecil.

2. Bagaimana pet attachment bisa terbentuk?

ilustrasi orang berinteraksi dengan hewan
ilustrasi orang berinteraksi dengan hewan (pexels.com/JUSTIN MUHINDA)

Kelekatan emosional ini tentu gak muncul tiba-tiba, melainkan melalui proses psikologis dan neurobiologis dalam otak manusia. Menurut para ahli, hubungan dalam pet attachment bersifat timbal balik dan saling merawat. Artinya, kamu dan hewan peliharaan sama-sama saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan emosional. Kamu merawat dan memberikan kasih sayang pada mereka, dan mereka pun memberikan kenyamanan yang sama kepadamu.

Di banyak kasus, pemilik bahkan tidak lagi menganggap peliharaannya sebagai hewan saking tingginya ikatan yang terbentuk karena interaksi yang terjalin, melainkan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Pola kelekatan dalam pet attachment ini mirip dengan ikatan batin antara ibu dan anak.

3. Kenapa kita bisa merasakan ikatan emosional itu pada hewan kurban?

ilustrasi sapi sedang digembala
ilustrasi sapi sedang digembala (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Kalau pet attachment secara teoretis lahir dari proses merawat hewan peliharaan dan interaksi yang terjalin berulang-ulang, bagaimana dengan perasaan sedih yang mendadak muncul saat melihat hewan kurban yang bahkan bukan milik kita? Nah, jawabannya karena empati manusia. Pernah dengar istilah anthropomorphism? Anthropomorphism adalah kecenderungan manusia memberi sifat, emosi, atau pikiran layaknya manusia kepada makhluk hidup selain manusia, termasuk hewan. Dilansir Forest Digest, sebagai manusia, kita sering membayangkan hewan berperilaku seperti manusia. Tujuannya agar kita bisa memahami mereka dengan cara kita sendiri, dengan harapan kita akan tergerak untuk menghargainya.

Efek anthropomorphism ini adalah timbulnya rasa empati. Ketika melihat hewan kurban mengeluarkan air mata atau mendengar lenguhannya, otakmu secara otomatis mengartikannya sebagai rasa takut, sedih, ataupun pasrah, sama seperti yang akan kamu rasakan kalau ada di posisi terancam. Kepekaan inilah yang membuatmu merasa sedih dan sesak, walaupun kamu baru pertama kali melihat hewan itu.

Jadi, wajar kok kalau kamu merasa sedih melihat hewan kurban. Hal itu gak berarti kamu lemah atau aneh, ya. Kalau hewan kurban itu adalah hewan yang sudah lama kamu rawat, kamu mengalami pet attachment. Kalaupun kamu baru pertama kali melihat hewan itu, bisa saja ada efek anthropomorphism dan kamu punya empati yang kuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More

Kenapa Idul Adha Tidak Seramai Idul Fitri? Ini Alasannya

27 Mei 2026, 09:59 WIBLife