“Menyiram tanaman di pagi hari memungkinkan tanaman menyerap kelembapan lebih baik sebelum panas menarik air dari tanah dan daun. Sementara itu, penyiraman di jam-jam terpanas dianggap kurang efektif karena kelembapan bisa menguap lebih cepat,” kata Kemperman.
5 Tips Agar Tanaman Indoor Tetap Tumbuh Subur di Tengah Cuaca Panas

- Menyiram tanaman di pagi hari membantu akar menyerap kelembapan maksimal sebelum panas siang membuat air cepat menguap.
- Periksa kondisi tanah dan sesuaikan frekuensi penyiraman berdasarkan suhu ruangan agar tanaman tidak kekeringan atau terlalu lembap.
- Pindahkan tanaman dari jendela saat cuaca terik dan tingkatkan kelembapan bagi tanaman tropis supaya tetap segar di tengah panas.
Salah satu cara meningkatkan nilai estetika hunian adalah dengan menambahkan tanaman hias di dalam ruangan. Meletakkan tanaman hias di dalam ruangan pun bisa membantu menciptakan udara yang sejuk dan segar.
Meski begitu, tanaman hias tetap membutuhkan perhatian lebih. Ketika cuaca panas tiba, tanaman hias akan lebih rewel dari biasanya sehingga kamu perlu memberikan perawatan maksimal agar tanaman tidak mudah layu. Menyiramnya saja tidak cukup, berikut ada sederet tips yang bisa kamu lakukan untuk membantu tanaman indoor tetap tumbuh subur di tengah cuaca panas.
1. Siram tanaman di pagi hari

Dikutip dari Livingetc, seorang ahli hortikultura di Plants & Flowers Foundation Holland, Monique Kemperman, mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menyiram tanaman saat musim panas ialah di pagi hari. Sebab, saat pagi tanaman akan lebih maksimal dalam menyerap kelembapan sehingga tidak mudah mengalami dehidrasi.
Dilansir BBC, seorang ahli tanaman dari Hudsons Plant Centre di Duffield, Derbyshire bernama Heather Taylor, turut mengungkapkan bahwa menyiram tanaman saat cuaca terik adalah ide yang buruk. Ia juga berpesan supaya kamu menyiram tanaman pada bagian tanah bukan daunnya karena yang paling membutuhkan kelembapan ialah akar.
2. Periksa tanahnya

Selain menyiram tanaman di waktu yang tepat, tips lain yang bisa kamu lakukan agar tanaman indoor tetap tumbuh subur di tengah cuaca panas adalah dengan memeriksa tanahnya. Di rumahmu mungkin terdapat ruangan dengan suhu berbeda, misalnya ruangan ber-AC dan yang tidak. Temperatur ruangan inilah nantinya akan menentukan apakah tanaman indoor perlu disiram lagi atau tidak.
“Kelembapan tanah adalah indikator yang andal. Jika kamu mempunyai ruangan dengan suhu bervariasi, sebaiknya periksa tanahnya. Permukaan tanah bisa cepat mengering di ruangan tanpa pendingin udara, sementara tanaman yang diletakkan di ruangan ber-AC umumnya memiliki tanah yang jauh lebih lembap,” terang Kemperman.
“Selain itu, ada cara lebih mudah yang bisa kamu terapkan, yakni mengangkat pot. Jika pot terasa lebih ringan, itu artinya tanaman tersebut perlu disiram kembali,” imbuhnya.
3. Kenali tanda-tanda tanaman stres

Musim panas biasanya memberi perubahan signifikan terhadap tanaman indoor. Maka dari itu, dibutuhkan kepekaan untuk mengetahui apakah tanamanmu dalam keadaan sehat atau tidak. Jika terdapat tanda-tanda stres panas pada tanaman, kamu harus memberikan penanganan dengan segera.
“Suhu tinggi bisa melampaui kemampuan tanaman untuk mengatur kelembapan, terutama jika sinar matahari bersinar lebih kuat. Stres panas berkepanjangan dapat menyebabkan daun hangus, daun rontok, pertumbuhan terhambat, dan pemulihan yang lebih lama setelah suhu kembali normal,” tutur Kemperman.
Sebagai langkah praktis, pindahkan tanaman yang stres ke lokasi lebih sejuk. Memotong daun-daun kering dan menguning juga membantu tanaman memulihkan energi agar kembali sehat.
4. Jauhkan tanaman dari jendela

Ketika musim panas, penting untuk menciptakan lingkungan yang teduh bagi tanaman indoor. Dalam konteks ini, sebaiknya jauhkan tanaman indoor dari jendela karena gelombang panas yang menembus jendela dapat menimbulkan bercak-bercak putih, daun berubah cokelat, dan bahkan layu meskipun tanahnya lembap.
“Di satu sisi, tanaman indoor biasanya tetap tumbuh subur meski diletakkan di dekat jendela. Namun, lain halnya jika musim panas datang. Sinar matahari yang menembus kaca semakin kuat, sehingga tanaman indoor lebih rentan layu,” jelas Kemperman.
Ini bukan berarti kamu mengurung tanaman hias di tempat gelap, melainkan hanya memindahkannya ke tempat yang lebih teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung. Ketika cuaca terik, cahaya matahari yang lebih panas akan menyebar ke dalam ruangan sehingga meski tanaman indoor-mu tidak terkena sinar matahari langsung, ia tetap mendapatkan asupan cahaya matahari yang cukup.
5. Tingkatkan kelembapan di sekitar tanaman tropis

Taylor mengungkapkan bila penting bagi pemilik tanaman mengenal jenis tanaman yang mereka punya. Sebab, setiap tanaman berasal dari daerah berbeda sehingga sering kali membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Jika kamu mempunyai tanaman tropis, seperti pakis, monstera, philodndron, peace lily, atau bird of paradise, pastikan tanaman tersebut memperoleh kelembapan yang cukup agar siap menghadapi cuaca panas.
“Sudah semestinya setiap tanaman diletakkan di tempat yang tepat. Jangan sampai kamu meletakkan tanaman yang menyukai tempat teduh di bawah sinar matahari penuh. Sebagai contoh, tanaman tropis seperti kentia, ficus, dan beberapa jenis pakis, lebih menyukai kelembapan, sedangkan tanaman Mediterania, seperti timi dan lavender, serta herba lainnya lebih menyukai udara kering,” tandasnya.
Mendekorasi ruangan dengan tanaman hias bisa membantu menciptakan hunian yang lebih asri dan sejuk. Namun ketika suhu udara meningkat, kamu harus menyesuaikan metode perawatan tanaman dengan cuaca yang sedang terjadi agar tanaman tetap tumbuh subur.





















