Masyarakat umum masih kerap memandang sebelah mata penyandang disabilitas. Seolah mereka butuh dikasihani dan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial. Sudut pandang berbeda, penyandang difabel justru menganggap dirinya berdaya dan dapat melakukan berbagai macam hal, layaknya non-difabel.
Pandangan masyarakat tersebut, membuat Elmi Sumarni Ismau (28) tergerak untuk menjadi aktivis disabilitas. Ia merupakan salah satu founder GARAMIN (Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi) Nusa Tenggara Timur.
Semangatnya menyuarakan isu disabilitas telah terbukti, salah satunya dengan mendapatkan apresiasi dari Astra Indonesia. Ia menjadi sahabat difabel yang menerima penghargaan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia Awards 2021.
Langkahnya untuk menjadi pejuang tanpa pamrih di masa pandemi COVID-19 tidak mudah. Banyak tantangan yang harus ditaklukkan untuk bisa seperti sekarang. Lantas seperti apa semangat dan perjuangannya?
