Jakarta, IDN Times - Banyak perempuan tumbuh dengan pertanyaan yang sama, meski tidak selalu diucapkan, yaitu 'aku punya nilai apa, ya?' Pertanyaan itu bisa muncul kapan saja, saat melamar pekerjaan atau saat ingin mencoba hal baru. Ada rasa ragu yang menahan, semacam bisikan kecil yang mempertanyakan apakah diri ini cukup layak untuk melangkah. Apakah pengalaman yang dimiliki sudah cukup. Apakah kehadiran seseorang benar-benar akan membuat perbedaan.
Pertanyaan-pertanyaan itu bukan tanda kelemahan. Justru sebaliknya, ia adalah tanda bahwa seseorang peduli. Peduli pada dampak yang ingin ditinggalkan, pada orang-orang yang ingin dibantu. Lalu di saat yang sama, masih berusaha berdamai dengan gambaran dirinya sendiri. Sesilia Agnes tahu betul rasanya. Sebelum ia menginjakkan kaki di lapangan dan menjadi social volunteer yang terjun langsung ke lokasi bencana dan pelosok negeri, ia pernah berdiri di titik yang sama. Mempertanyakan dirinya sendiri, merasa belum yakin apakah ia punya sesuatu yang cukup berharga untuk dibagikan kepada orang lain.
Namun perjalanannya justru membuktikan sesuatu yang sederhana tapi dalam. Bahwa nilai diri itu tak selalu ditemukan dari pencapaian yang terlihat atau pengakuan yang datang dari luar. Kadang, ia ditemukan justru saat seseorang memilih untuk hadir, tulus, dan memberi tanpa mengharapkan apa pun sebagai gantinya. Itulah yang Agnes temukan hingga akhirnya membersamai perjalanannya sampai saat ini, dan ia sampaikan secara langsung kepada IDN Times pada Rabu (11/3/2026) di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Yuk, selami kisah dan perjalanan Agnes lebih dalam!
