"Aku tuh sering merasa ada percakapan dalam kepala di kehidupan sehari-hari. Kadang tuh, suaranya kok kayak bertentangan, padahal itu semua di pikiran aku. Contoh simpelnya, aku mau olahraga, tapi aku tuh mager banget. Jadi, sering ada percakapan yang kesannya bertentangan dan bikin bingung," ucap Nelia.
Nelia Kubi Artspace: Seni sebagai Wadah Berdamai dengan Diri Sendiri

- Nelia membangun Kubi Artspace sebagai ruang refleksi diri, menghadirkan karakter Kun dan Biru yang melambangkan dua sisi emosinya serta harmoni dalam proses berdamai dengan diri sendiri.
- Karya-karya Kubi mengusung makna filosofis tentang rumah dan perjalanan batin, diwujudkan melalui koleksi seperti Homebody dan On The Way yang menekankan kenyamanan dari dalam diri.
- Lewat karya personal dan inisiatif seperti Kubi Mail Club, Nelia menemukan koneksi emosional dengan banyak orang serta menegaskan pesan pentingnya bersikap lembut pada diri sendiri.
Jakarta, IDN Times - Perjalanan berdamai dengan diri sendiri sering kali tak terjadi dalam ruang sunyi, namun di tengah riuhnya pikiran yang saling bersahutan. Bagi sebagian orang, suara-suara batin yang terasa bertentangan, justru memunculkan kebingungan. Namun bagi Nelia, kreator di balik Kubi Artspace, percakapan internal itu adalah sumber makna. Seni, dalam semestanya, menjadi tempat menampung rasa sekaligus ruang aman untuk kembali mengenali diri.
Karya-karya Kubi lahir dari refleksi yang sangat intim. Berkarya baginya bukan sekadar menghasilkan visual yang indah, melainkan praktik merawat diri yang terus berlangsung. Bahkan goresan sederhana di sketchbook pribadi pun, memiliki peran penting. Bukan untuk dinilai, melainkan untuk menjaga hubungan dengan diri sendiri agar tetap hidup dan jujur.
Dari kebiasaan kecil itulah, lahir refleksi-refleksi besar. Setiap koleksi, ide, dan karya Nelia di Kubi Artspace menjadi jalan untuk mengenali lapisan dirinya yang sebelumnya tersembunyi. Ia menceritakan perjalanannya membangun dan bertumbuh bersama Kubi Artspace kepada IDN Times secara eksklusif pada Rabu (25/2/2026) secara daring. Dalam perjalanan tersebut, Nelia menemukan bahwa semakin ia membagikan karya, semakin ia memahami perasaannya sendiri. Seolah seni bukan hanya medium ekspresi, tetapi juga wadah untuk berdamai dan pulang ke dalam diri.
1. Kubi lahir dari cara Nelia menerjemahkan isi kepalanya
Jauh sebelum membangun Kubi, Nelia menyebutkan bahwa dirinya sudah memiliki minat menggambar dan mengoleksi hal-hal lucu sejak usia belia. Perjalanannya menekuni bidang seni, berlangsung setelah ia menjadi intern di sebuah art gallery. Sementara itu, Kubi diciptakan sejak era pandemik. Lahirnya Kubi merupakan bentuk refleksi diri dari seorang Nelia.
Ia kemudian menyadari bahwa percakapan batin yang semula terasa saling bertentangan, justru memiliki peran penting dalam proses pertumbuhannya. Alih-alih menjadi konflik, dua suara tersebut ternyata saling melengkapi dan menajamkan sudut pandang sekaligus menjaga keseimbangan dirinya. Dari refleksi itu, ia memahami bahwa dualitas yang ia rasakan bukan sesuatu yang harus dilawan, melainkan dirangkul. Kesadaran inilah yang kemudian ia wujudkan dalam dua karakter karyanya, Kun dan Biru (Kubi), yang merepresentasikan dua sisi dirinya dan menjadi simbol bagaimana pertentangan bisa berubah menjadi harmoni yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih utuh.
"Buat aku, warna biru dan kemudian karakter si biru itu, merepresentasikan perasaan yang lebih melankolis, lebih kalem, tapi juga kadang mungkin merepresentasikan kesedihan gitu. Sementara kalau yang kun, si kuning ini, dia tuh melambangkan perasaan yang lebih ceria, ambisius, dan juga hopeful gitu. Yang aku suka itu, warna biru dan kuning ini ketika dicampur tuh menjadi warna hijau. Warna hijau itu merepresentasikan pertumbuhan," tambahnya.
Bisa dikatakan, Kubi merupakan Kuning dan Biru dengan imaginary characters mirip beruang (biru) dan mirip burung/bebek (kuning). Dua karakter ini merepresentasikan percakapan yang kerap hadir di pikiran Nelia.
2. Menghasilkan karya-karya yang filosofis

Berangkat dari proses refleksi yang begitu personal, pendekatan Nelia terhadap karya pun tak pernah dilepaskan dari lapisan makna yang ingin ia bangun. Baginya, setiap karya bukan sekadar objek visual, namun merupakan medium bercerita yang memiliki benang merah emosional dan filosofis. Prinsip inilah yang kemudian ia terapkan dalam proses kreatifnya, termasuk saat merancang rilisan produk untuk Kubi Artspace.
"Ketika mau launch product, aku juga pengen produk ini memiliki makna atau cerita yang saling berkesinambungan gitu. Jadi, Kubi Artspace itu aku launch produknya berdasarkan collection gitu. Sejauh ini, udah ada dua collection. Yang pertama itu judulnya Homebody, yang kedua itu On The Way gitu," kata Nelia.
Misalnya, pada koleksi Homebody, Nelia menciptakan ikon-ikon berupa rumah. Ada pun idenya adalah eksplorasi ide tentang bagaimana kita membuat rumah untuk diri kita sendiri. Lalu, ide ini dikembangkan juga untuk koleksi On The Way yang masih memakai ikon rumah, yakni tentang di mana kita bisa merasa nyaman di mana pun. Jadi, rumah tak dibatasi oleh tembok-tembok lagi, melainkan tentang perjalanan di mana kita tetap bisa merasa nyaman.
"Ide itu kemudian aku terjemahkan dalam produk atau karya. Bentuk produknya juga aku terjemahkan secara literal, misalnya di koleksi kedua aku membuat tas berbentuk rumah. Jadi, itu seperti kita membawa rumah ke mana-mana. Karena ketika kita bertumbuh, ternyata rumah itu tidak harus ada di satu tempat saja, tapi bisa ada di dalam diri kita. Jadi, ke mana pun kita pergi, kita tetap bisa merasa at home," lanjut Nelia.
3. Berawal dari refleksi diri, karya ilustrasi Nelia justru semakin relate dengan banyak orang
Dengan membawa karya-karya yang personal, Nelia justru menemukan jembatan tak terduga antara dirinya dan orang lain. Ia menyadari bahwa pengalaman batin yang tampak personal, ternyata menyimpan resonansi yang luas. Seolah emosi yang ia tuangkan dalam karya, mampu menemukan rumahnya di hati banyak orang.
"Di situ, aku jadi menyadari bahwa walaupun selama ini proses refleksi diri terasa seperti sesuatu yang sangat personal, seolah kita sendirian menghadapi dan memproses kejadian, ternyata sebenarnya kita tidak sendiri. Banyak orang yang bisa relate. Awalnya, aku membuat karya ini murni sebagai refleksi dan ekspresi diri. Tapi, ketika ada feedback dari orang-orang, ternyata itu membuat aku merasa less alone in this world," ucapnya.
Respons tersebut menjadi titik balik yang mengubah cara Nelia memandang proses berkarya. Jika sebelumnya ilustrasi adalah ruang dialog dengan diri sendiri, kini ia melihatnya sebagai medium yang juga mampu menghubungkan pengalaman personal dengan pengalaman kolektif. Dari sana, karya-karyanya tak lagi sekadar menjadi catatan perasaan, melainkan ruang berbagi rasa.
4. Nelia juga membangun program Kubi Mail Club yang terasa personal

Setahun terakhir merintis art space menjadi fase yang paling berkesan bagi Nelia, terutama karena ia mendapat kesempatan bertemu langsung dengan orang-orang di art market. Dari pertemuan-pertemuan itu, ia menemukan sesuatu yang tak terduga. Banyak dari mereka yang ternyata memiliki perasaan dan pengalaman serupa dengan yang ia tuangkan dalam karyanya. Rasa keterhubungan itulah yang kemudian ingin ia lanjutkan melalui inisiatif bernama Kubi Mail Club.
"Rasa koneksi itu yang ingin aku bawa ke Kubi Mail Club. Karena mungkin aku belum tentu bisa ikut offline market lagi dalam waktu dekat, tapi aku tetap ingin menjaga hubungan itu. Buatku, relasi dengan orang-orang yang menikmati karya ini adalah sesuatu yang sangat berharga," lanjut dia.
Lewat Kubi Mail Club, Nelia berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih kecil dan intim bagi para penikmat karyanya. Ia membayangkannya seperti menerima sesuatu dari seorang teman yang benar-benar memahami perasaanmu, yakni sederhana, hangat, tetapi bermakna.
5. Memulai adalah sesuatu yang sulit, namun give yourself a chance!

Perjalanannya yang panjang di dunia ilustrasi, tentu gak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi Nelia adalah bagaimana ia memulai semuanya. Menurutnya, memulai menjadi langkah yang paling sulit. Saat akan memulai, kita biasanya dihantui oleh rasa takut dan ragu pada diri sendiri. Meski begitu, Nelia mengatakan bahwa sesekali kita perlu memberikan diri sendiri kesempatan untuk memulai.
"Ketika kamu sudah memberi kesempatan itu ke diri sendiri, ternyata kamu bisa. Selalu ada jalan untuk bertumbuh, apalagi saat kita masih merintis dan tidak harus langsung besar," lanjutnya.
6. Nelia Kubi: be kind to yourself!
Sebagai penutup perjalanan kreatif sekaligus refleksi personalnya, Nelia merangkum pesan yang selalu ia pegang dalam proses berkarya maupun menjalani hidup: be kind to yourself. Bagi Nelia, kalimat sederhana itu bukan sekadar afirmasi manis, melainkan prinsip yang ia pelajari perlahan melalui pengalaman yang terus berkembang. Ia percaya bahwa bersikap lembut pada diri sendiri adalah langkah awal untuk bisa benar-benar bertumbuh tanpa kehilangan arah.
"Saat kamu merasa ada banyak perasaan yang saling bertentangan dalam dirimu, sampai terasa seperti ada perdebatan di dalam kepala, ingatlah bahwa semua suara itu sebenarnya sedang berusaha melindungimu. Karena itu, be kind to yourself. Pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa seluruh proses itu membantumu bertumbuh jadi versi diri yang lebih baik," pungkas Nelia.
Pada akhirnya, seni baginya bukan hanya tentang estetika, melainkan tentang menciptakan ruang aman. Itulah yang membuat Kubi Artspace tetap berkembang dengan hangat dan personal.
![[QUIZ] Dari Zodiak, Apa Keberuntunganmu Bulan Ini?](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-photo-8359662-d1d5b73e706dec953faaf651f6eb0051-81887d949de9376c688d985e4805f92a.jpeg)
![[QUIZ] Cari Tahu Seperti Apa Kesialanmu di Bulan Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250602/brooke-cagle-xcgh5-qixc-unsplash-63fe775d1a715a08a15409d03619a64c-38ecc06ada22d7f3fa8c81cb20bc4455.jpg)

![[QUIZ] Kami Bisa Tahu Seperti Apa Isi Otakmu dari Pilihan Isi Tas Aja](https://image.idntimes.com/post/20250321/1000015492-dac00b17d8f57e4a0ccca546e5b51f7b-e0782ff2878c5a5a615b449582af3ee6.jpg)
![[QUIZ] Sebagai Introvert, Apakah Isi Pikiranmu setiap Bertemu Orang Baru?](https://image.idntimes.com/post/20250502/pexels-photo-6491484-e75c5656dd8b9be027075d1d1e25c091-6d4bc505b3db4534e04bcafc903e99a1.jpeg)
![[QUIZ] Dari Jenis Kulit, Kami Bisa Tebak Apa Masalah Terbesarmu](https://image.idntimes.com/post/20250324/pexels-polina-tankilevitch-5588005-5fc5264773d1bbf07bafaa8e9868c56c-6cd8ee60b82a72edc90631a857caff10.jpg)



![[QUIZ] Dari Kebiasaan saat Weekend, Kami Bisa Menebak Kematangan Pemikiranmu](https://image.idntimes.com/post/20250513/pexels-media-1549280-3c9296c30326a359cd62291a7a4a8913-5862151cca601f3931fe3362c319ceba.jpeg)





![[QUIZ] Pilih Karakter Upin dan Ipin, Ini Cara kamu Mencintai Orang di Sekitarmu](https://image.idntimes.com/post/20250518/20250509-141055-f94cc3a9ebb118a5253615831e4b5094-ec6d848f0995ba98a55fbf1105bf4b50.jpg)


