Comscore Tracker

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!

Yuk, perbaiki diri!

Kegigihan Imam Asy-Syafi’i dalam meraih ilmu, sungguh sangat patut diapresiasi dan dijadikan sebagai pelajaran untuk kita semua. Dikenal sebagai ulama besar yang begitu cerdas, bahkan pada usianya yang masih berumur 15 tahun keilmuan beliau setara dengan seorang mufti.

Untuk mencatatkan berbagai ilmunya, beliau menuliskannya di tulang-tulang besar dan mengumpulkan kertas bekas, karena harga kertas yang mahal pada saat itu. Sulit mendapatkan kertas, maka beliau lebih memilih untuk menghafalnya, alhasil menjadikan Imam Syafi’i memiliki ingatan yang luar biasa tajamnya.

Beranjak dari cerita tersebut, semoga menjadi pelajaran untuk kita agar tidak mengeluh dalam menghadapi segala jerih payahnya menuntut ilmu. Berikut ini delapan nasihat terbaik dari Imam Syafi’i yang buat kamu jadi semangat belajar lagi.

1. Mirip sebuah pepatah ‘bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian’

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pexels/Mukhtar Shuaib Mukhtar

Bila kamu tidak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.

Hal ini menyadari kita bahwasannya tidak ada suatu ilmu yang mudah diraih jika tanpa bersandar pada kesungguhan untuk memahaminya. Memang begitu membosankan dan melelahkannya dalam proses belajar, tetapi percayalah hasil yang kamu dapatkan dari penatnya menuntut ilmu akan menyelamatkan dirimu dari ketidaktahuan yang akan menyesengsarakanmu.

2. Tak usah risau lagi, ketika sedang merantau

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/igorovsyannykov

Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang.

Berbahagialah, kalian sekarang anak rantau! Ya, Imam Syafi’i tidak berdiam diri di Mekkah saja, setelah menguasai kitab Al-Muwatta karangan Imam Malik beliau langsung berhijrah ke Madinah berguru kepada pengarang kitab tersebut.

Tak hanya berhenti di situ, beliau juga bekelana ke Yaman, Baghdad, Persia, hingga Mesir. Menurut Imam Syafi’i, orang-orang yang merantau demi sebuah ilmu tak ubahnya seperti kayu gaharu. Jika hanya berdiam diri di hutan, maka mustahil ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.

Dan juga, jika matahari tetap di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam tentu manusia akan bosan padanya. Jadi, merantaulah sebanyak dan sejauh mungkin, jangan bersedih karena telah jauh dari orang tersayang di tanah kelahiran. Galilah ilmu pengetahuan sedalam mungkin agar kelak berguna untuk kemaslahatan diri sendiri dan banyak umat.

Baca Juga: 8 Quotes Imam Syafi’i Ini Sadarkan Kita bahwa Hidup Hanyalah Sebentar

3. Tulislah apa pun itu yang telah kamu dapatkan

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/mucahityildiz

“Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu, ikatlah hewan buruanmu itu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian.”  

Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yaitu, “Ikatlah ilmu dengan menulisnya.” (Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026).

Kalian tahu tidak, keajaiban dalam mencatat sungguh luar biasa dahsyatnya, karena apa yang kita telah tulis dalam secarik kertas konon ingatan kita akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Mengapa begitu penting menulis? Hal ini dikarenakan bahwa betapa lemahnya ingatan kita, maka kegiatan menulis tersebut juga akan menyelamatkan diri dari penyakit demensia atau pikun sejak dini.

4. Menurut Imam Syafi’i ilmu diperoleh berdasarkan enam perkara

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pexels/Pok Rie

“Saudaraku, Ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan rinciannya: kecerdasan, semangat, bersungguh-sungguh, dirham (kesediaan mengeluarkan uang),  bersahabat dengan ustaz, dan memerlukan waktu yang lama.”

Esensi dari kata dirham adalah bukanlah mengenai banyaknya harta yang kita punya, akan tetapi seberapa besar kerelaan hati untuk mengeluarkan uang dalam rangka meraih ilmu pengetahuan. Maksud dari bersahabat dengan ustaz/guru adalah bukan karena ingin mendapatkan nilai yang bagus, namun untuk memperoleh ilmu yang penuh dengan keberkahan.

Tidak hanya itu, jika seorang murid memiliki keterkaitan yang kuat dengan seorang guru maka akan menumbuhkan sikap antusiasme dan selalu semangat untuk menekuni materi pelajaran tersebut.

Terakhir yaitu memerlukan waktu yang lama, suatu ilmu pengetahuan memang dapat diperoleh secara cepat tetapi untuk pemahaman yang matang diperlukan “deep reading” (pembacaan mendalam) yang maknanya kesediaan memberikan perhatian lebih dalam dengan menempuh proses yang tidak sebentar, tentunya sikap ini akan lebih sempurna lagi jika kita memang benar-benar serius untuk mempelajarinya.

5. Tak ada artinya sebuah ilmu itu jika kita tidak saling berbagi

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/WikiImages

Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannnya yang bertengger di kepala.

Apalah arti, jika ilmu pengetahuan hanya hinggap di kepala kita saja, bermanfaat untuk diri kita sendiri. Maka hal ini juga sebagai pengingat untuk senantiasa menyebarkan kebaikan dengan mengamalkan ilmu yang kita punya yaitu dengan mengajari dan mewariskannya kepada orang lain. 

6. Percayalah, waktu muda ini akan menentukan usia tuamu nanti

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/darwisalwan

Dan siapa yang tidak belajar di waktu mudanya, bertakbirlah empat kali (sebagai shalat jenazah) atas kematiannya.

Masa muda adalah masa yang paling baik untuk akal dan tubuh supaya senantiasa melakukan hal yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari berbagai kemudharatan.

Pada usia muda kita bebas melakukan apa saja, tetapi yang perlu diingat adalah untuk apa kita mempergunakan seluruh waktu di usia muda, karena semua nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada sang Maha Kuasa dan juga akan berdampak besar pada masa tua nanti. Sebagai saran, di usia kita yang masih terbilang “fresh” ini alangkah baiknya untuk mengisi waktu luang seperti mengembangkan kemampuan yang kita miliki.

Ambil contoh dari pesan mantan presiden BJ. Habibie yaitu, “ketika muda kita habisi dengan bermalas-malasan maka tua juga akan malas-malasan lalu tak terasa besok mati, namun kalau kita banyak belajar dan banyak analisis maka saat dia tua dia menang.”

7. Ketidaktahuan sungguh akan menyesatkan kita

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/mucahityildiz

Aku mampu berhujjah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yang jahil karena dia tak tahu akan landasan ilmu.

Ya, kalian pasti tahu peribahasa fenomenal ini “tong kosong nyaring bunyinya.” Itulah maksud dari nasihat di atas, rasanya percuma saja bukan jika kita berbicara dengan orang yang “kosong” pengetahuannya? Bukan bermaksud membedakan, tetapi percaya atau tidak dengan adanya bantuan ilmu pengetahuan akan menyokong kita agar terlepas dari belenggu ketidaktahuan.

Hal yang perlu diingat adalah meninggalkan perdebatan bukan berarti kita telah kalah, justru lebih baik menghindari perdebatan yang tidak berguna, karena dapat menghabiskan waktu, mengeraskan hati, dan merusak tali persaudaraan.

8. Merasa sulit untuk memahami ilmu selama ini?  Maka hindarilah maksiat!

Malas Belajar? 8 Nasihat Imam Syafi’i Ini Buat Kamu Semangat Lagi!Pixabay/mucahityildiz

Mengutip laman rumaysho.com, Imam Syafi’i berkata:

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

Seringkali untuk memahami suatu ilmu yang baru masuk begitu sulit memahaminya, maka alangkah lebih bijaksananya jika kita melakukan intropeksi diri terlebih dahulu. Apakah selama ini kita belum juga berpaling dari kemaksiatan?

Untuk itu, pahami kemudian praktikkan nasihat di atas dengan meninggalkan segala kemaksiatan agar dimudahkan dalam setiap menerima serta memahami berbagai ilmu. 

Yuk, mari kita belajar bersama untuk meniti masa depan yang lebih baik lagi. Semangat! 

Baca Juga: Sedang Sedih? 10 Kata Bijak Ali bin Abi Thalib Ini Bisa Menenangkanmu

Shafira Arifah Photo Verified Writer Shafira Arifah

...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya