Comscore Tracker

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib Tahu

Yuk, ikut berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan!

Belakangan ini, gaya hidup hijau cukup sering dikampanyekan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendukung green lifestyle yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan produk ramah lingkungan. Mulai dari makanan, hingga produk yang sehari-hari kita gunakan, kamu bisa memilih yang ramah lingkungan.

Kenapa harus produk ramah lingkungan? Karena produk ramah lingkungan mulai dari pemilihan bahan bakunya, hingga limbah yang dihasilkan tidak mencemari dan merusak lingkungan hidup. Dengan menggunakan produk ramah lingkungan, secara gak langsung kamu juga ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Suatu produk dapat dikatakan ramah lingkungan apabila memenuhi beberapa kriteria. Buat kamu yang masih awam dan belum tau cara mengenali produk ramah lingkungan, coba simak lima tips berikut ini. Bisa menambah wawasanmu mengenai produk ramah lingkungan, lho! Yuk, baca ulasannya di bawah ini #onegreenstep

1. Pastikan bahan baku yang digunakan berkelanjutan dan tidak berasal dari spesies atau lingkungan terancam

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib TahuIlustrasi bahan baku (unsplash.com/Kianakali)

Dalam proses produksinya, produk ramah lingkungan akan menggunakan bahan baku yang berkelanjutan. Penggunaan bahan baku berkelanjutan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak pada perubahan iklim.

Dibutuhkan berbagai kebijakan yang mendorong dan mendukung ketersediaan bahan baku berkelanjutan. Misalnya soal konversi lahan pertanian. Saat ini sudah mulai banyak produk yang beralih menggunakan bahan baku berkelanjutan dalam proses produksi. Salah satunya adalah produk dari Garnier.

Pada tahun 2020, Garnier berkomitmen bahwa bahan bakunya berasal dari sumber berkelanjutan. Saat ini, lebih dari separuh bahan Garnier berasal dari sumber yang terbarukan. Pada tahun 2025, Garnier menargetkan 100 persen dari bahan-bahan terbarukan untuk dipasok secara berkelanjutan. Keren banget, kan!

2. Perhatikan tingkat penggunaan teknologi dan sumber daya saat proses produksinya

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib TahuIlustrasi kawasan industri (unsplash.com/Patrick Hendry)

Manusia sering tidak sadar bahwa tindakan yang mereka lakukan dapat merugikanan alam. Semakin modern teknologi yang digunakan saat ini, seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan. Penggunaan teknologi ramah lingkungan tentu akan membantu kita dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang saat ini semakin meresahkan.

Selain itu, proses yang efektif dan efisien dan mengeluarkan limbah yang minimal dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Sebagai salah satu produk yang mengkampanyekan Green Beauty, Garnier memiliki laboratorium yang mengukur dampak lingkungan dari produknya selama bertahun-tahun. Garnier juga fokus pada peningkatan biodegradabilitas, mengurangi jejak air dan menurunkan dampak produk pada lingkungan perairan.

Garnier sedang mendesain kembali penggunaan air di seluruh lokasinya untuk mengurangi konsumsi air industri secara signifikan dan sudah memiliki tiga pabrik “waterloop”, di mana 100 persen penggunaan air industri diolah kembali, didaur ulang, atau digunakan kembali. Yuk, ketahui lebih jauh soal Garnier Green Beauty di  https://www.garnier.co.id/green-beauty

Baca Juga: #GreenBeauty 5 Aksi Terapkan Gaya Hidup Sustainable dari Rumah

3. Bentuk limbah saat kemasan atau produk dibuang

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib TahuIlustrasi limbah plastik (unsplash.com/Brian Yurasits)

Produk ramah lingkungan akan mengemas produknya agar dapat digunakan kembali ataupun di recycle. Tujuannya agar kemasan produk tidak menjadi limbah yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Umumnya, plastik menjadi salah satu bahan yang sering dijadikan sebagai wadah atau kemasan suatu produk.

Seperti yang kita ketahui, plastik memakan waktu yang cukup lama agar bisa terurai. Oleh karena itu, pendaur ulangan atau recycle merupakan solusi efektif dan berdaya guna terhadap tumpukan limbah plastik yang menjadi masalah lingkungan. Solusi ini juga memberikan banyak dampak positif bagi sektor lain. Contohnya seperti penyerapan tenaga kerja dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkular.

Hingga saat ini, sudah mulai banyak produk-produk yang memiliki kemasan yang mudah di daur ulang. Termasuk salah satunya Garnier. Produk kecantikan satu ini telah meniadakan selofan (lembaran plastik transparan) sejak tahun 2019. Pada tahun 2025 semua produk Garnier akan dibuat dengan plastik baru nol virgin plastic, dan semua kemasannya akan dapat didaur ulang, digunakan kembali atau dikompos.

Bahkan, Garnier Indonesia bermitra dengan eRecycle untuk menyediakan solusi untuk membantu masyarakat melakukan program daur ulang dan berkontribusi mengatasi limbah plastik  di Indonesia. #GarnierGreenBeauty #GarnierxIDNTimes

4. Mengetahui pengaruh produk tersebut bagi kesehatan manusia dan binatang

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib TahuIlustrasi kawasan industri (unsplash.com/Dimitry Anikin)

Akan sangat bijak jika kamu menggunakan produk yang aman bagi kesehatan manusia dan binatang. Penggunaan bahan baku, proses produksi, hingga limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan hidup di sekitarnya. Pastikan bahan baku yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Selain itu, limbah dan proses produksinya tidak mencemari dan merusak habitat atau tempat tinggal hewan.

Contohnya asap dari kegiatan produksi yang dapat mengganggu pernapasan. Oleh karena itu, terdapat regulasi yang mengatur hal tersebut. Ataupun limbah cair yang sering dibuang ke sungai atau laut. Hal tersebut justru dapat merusak ekosistem dan membunuh hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Jika hal tersebut menjadi perhatianmu, maka sudah waktunya untuk memilih membeli produk ramah lingkungan. 

Salah satu komitmen Garnier adalah mengurangi emisi karbon dioksida. Semua pabriknya terus bekerja untuk menurunkan emisi karbon dengan meningkatkan efisiensi energi melalui desain dan insulasi bangunan yang lebih baik. Selain itu, menggunakan teknologi hemat energi untuk proses industri dan juga mencari sumber energi terbarukan secara lokal. Semua upaya tersebut berhasil menurunkan jejak karbon sebesar 84% dari 2005-2019. 

5. Pastikan juga produk yang akan kamu beli tidak diuji cobakan ke binatang

#GreenBeauty 5 Tips Mengenali Produk Ramah Lingkungan, Wajib TahuIlustrasi membeli produk ramah lingkungan (unsplash.com/Imants Kaziļuns)

Tidak bisa dipungkiri jika ada produk yang menggunakan binatang sebagai obyek uji coba. Banyak laporan yang mengungkapkan hewan percobaan seperti kelinci, tikus, atau bahkan monyet tersakiti saat uji coba ini. Jika hal tersebut menjadi perhatianmu, coba cek kembali produk yang kamu pakai. Apakah ada label cruelty free atau no animal testing?

Jika bahan baku dari produk diperoleh tanpa menyakiti hewan, maka tergolong cruelty free. Bisa saja suatu produk tidak menggunakan bahan baku hewani namun pengujiannya dilakukan pada hewan. Nah, jika suatu brand terdapat label no animal testing policy, maka tidak ada hewan yang dijadikan obyek percobaan.

Garnier dan Cruelty Free International bekerja sama untuk memastikan seluruh produk Garnier di seluruh dunia dapat secara resmi berlogo Cruelty Free International Leaping Bunny yang menandakan bebas dari kekerasan terhadap hewan. 

Sekarang, kamu sudah gak bingung lagi kan cara mengenali produk ramah lingkungan kan! Yuk, ikut serta dalam berkomitmen gaya hidup hijau.

Baca Juga: #GreenBeauty 5 Hal Sederhana Ini Bisa Selamatkan Lingkungan

Suci Wu Photo Verified Writer Suci Wu

hi, Hello :) let's be moot @yosnarij

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya