Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Punya Gaji Tetap, Driver Ojol Ini Nabung Rp500 Sehari

3 min read
Tak Punya Gaji Tetap, Driver Ojol Ini Nabung Rp500 Sehari
Potret Riki, seorang pengemudi ojol yang aktif menggunakan aplikasi DANA (Dok. Mahrum/Riki)
  • Riki, pengemudi ojol selama sembilan tahun, menghadapi penghasilan tanpa gaji tetap dari perjalanan di Jakarta, Bekasi, dan Depok sambil memenuhi kebutuhan keluarga.

  • Ia rutin menyisihkan Rp500–Rp1.000 per hari melalui fitur eMAS di DANA sebagai cadangan kebutuhan mendesak, tanpa menunggu memiliki uang dalam jumlah besar.

  • Pengalaman kehilangan motor dan dompet akibat begal mendorong Riki memprioritaskan kebutuhan harian, biaya kerja, serta kebutuhan rumah tangga sambil menjaga sebagian pemasukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi Mahrum atau Riki (45), penghasilan tidak datang dalam bentuk gaji tetap setiap akhir bulan. Selama sembilan tahun menjadi pengemudi ojek online, uang yang ia dapatkan datang dari perjalanan demi perjalanan di Jakarta, Bekasi, hingga Depok.

Meski begitu, Riki tetap berusaha menyisihkan Rp500–Rp1.000 setiap hari sebagai cadangan untuk kebutuhan mendesak. Nominalnya memang kecil jika dilihat per hari, tetapi baginya yang terpenting adalah membangun kebiasaan agar tidak seluruh penghasilan hari itu langsung habis.

Kebiasaan tersebut lahir dari berbagai pengalaman selama bekerja di jalan. Dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga pernah kehilangan motor dan dompet akibat begal, Riki belajar bahwa mencari penghasilan saja tidak cukup. Uang yang didapat juga perlu dijaga dan diatur.

  1. 1. Meski penghasilan harian, Rp500–Rp1.000 tetap ia sisihkan

    Ilustrasi menggunakan aplikasi ojek online (123rf/jittawit)
    Ilustrasi menggunakan aplikasi ojek online (123rf/jittawit)

    Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, Riki rutin menyisihkan sebagian kecil penghasilannya melalui fitur eMAS di DANA. Uang tersebut ia siapkan sebagai cadangan ketika suatu saat muncul kebutuhan mendesak.

    "Di saya itu fitur tabung emas untuk kebutuhan mendadak, ya. Jadi saya tabung setiap hari, walaupun ibaratnya hanya Rp500–Rp1.000, tapi kan pada saat saya kumpulin, jika sudah kebutuhannya mendesak ada, baru saya cairkan," jelasnya.

    Bagi Riki, menabung tidak selalu harus menunggu punya uang dalam jumlah besar. Dari penghasilan yang datang sedikit demi sedikit, ia mencoba melakukan hal yang sama: menyisihkan sedikit demi sedikit.

  2. 2. Dari pengalaman di jalan, belajar mengatur uang dengan cara sendiri

    Riki sedang mengulik berbagai fitur aplikasi DANA (Dok. Mahrum/Riki)
    Riki sedang mengulik berbagai fitur aplikasi DANA (Dok. Mahrum/Riki)

    Sembilan tahun menjadi pengemudi ojol membuat Riki terbiasa dengan penghasilan yang datang dari perjalanan demi perjalanan, bukan dalam bentuk gaji tetap setiap akhir bulan. Di sisi lain, kebutuhan tetap berjalan setiap hari, mulai dari biaya selama bekerja, kebutuhan keluarga, hingga kondisi mendesak yang sulit diprediksi.

    Karena itu, Riki perlahan membangun caranya sendiri dalam mengatur uang. Sebagian digunakan untuk kebutuhan hari itu, sebagian tetap tersedia ketika dibutuhkan di jalan, dan jika memungkinkan, sedikit disisihkan untuk cadangan.

    Bagi Riki, mengatur keuangan bukan berarti harus menunggu punya penghasilan besar. Yang lebih penting adalah tahu kebutuhan mana yang harus didahulukan dan berusaha tidak menghabiskan seluruh pemasukan dalam satu waktu.

  3. 3. Penghasilan dari jalan juga harus menjawab kebutuhan di rumah

    Kadang-kadang, aplikasi DANA sangat membantu Riki ketika menerima pesanan tambahan dari pelanggan (Dok. Mahrum/Riki)
    Kadang-kadang, aplikasi DANA sangat membantu Riki ketika menerima pesanan tambahan dari pelanggan (Dok. Mahrum/Riki)

    Kadang-kadang, aplikasi DANA sangat membantu Riki ketika menerima pesanan tambahan dari pelanggan (Dok. Mahrum/Riki)

    Setelah orderan selesai, penghasilan yang dikumpulkan Riki juga digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari belanja online istri hingga kebutuhan digital anak.

    "Kalau untuk istri, digunakan untuk belanja di mana-mana aja. Misalkan mau online shop, nanti tinggal kirim aja, nanti saya bayar," katanya.

    Bagi Riki, penghasilan dari jalan tidak hanya berhenti pada kebutuhan dirinya selama bekerja. Uang yang ia kumpulkan juga perlu dibagi agar bisa mendukung kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

    Kondisi inilah yang membuatnya semakin sadar bahwa penghasilan harian tetap perlu punya prioritas, meski nominal yang diterima setiap hari tidak selalu sama.

  4. 4. Sedikit demi sedikit, tetap punya cadangan untuk hari esok

    Bertahun-tahun bekerja sebagai pengemudi ojol membuat Riki belajar bahwa mengatur keuangan tidak harus dimulai dari nominal besar atau menunggu punya penghasilan tetap.

    Ia sendiri memilih memulainya dari kebiasaan sederhana: memenuhi kebutuhan yang paling penting terlebih dahulu dan sebisa mungkin menyisihkan sebagian kecil untuk kondisi mendesak.

    Di tengah pendapatan yang datang dari perjalanan demi perjalanan, kebiasaan menyisihkan Rp500–Rp1.000 sehari menjadi cara Riki membangun cadangan sedikit demi sedikit. Baginya, tidak adanya gaji tetap setiap akhir bulan bukan berarti penghasilan harian tidak bisa mulai diatur untuk kebutuhan hari ini sekaligus mempersiapkan hari berikutnya. (WEB)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More