5 Tanda Koleksi Tanamanmu Overcrowding, Perlu Ditata Ulang

Mengoleksi tanaman jadi hobi yang menyenangkan dan mengasyikkan. Beberapa orang rutin membeli tanaman baru untuk menambah jenis koleksi tanaman. Namun, tanaman yang banyak berjajar di satu tempat bisa bikin tampilan overcrowding. Kondisi di mana tanaman tumbuh saling berdekatan dan terlalu padat di satu lokasi.
Overcrowding sekilas membuat tanaman terlihat rimbun. Akan tetapi, overcrowding punya dampak yang membuat tanaman sulit berkembang dan pertumbuhannya terhambat. Karena, harus berbagi tempat dan nutrisi dengan tanaman lain. Berikut beberapa ciri kalau koleksi tanamanmu sudah overcrowding, dan kamu perlu menatanya ulang.
1.Tampilan tanaman sesak dan berantakan

Tanaman yang terlihat berhimpitan, sesak, dan berantakan bisa jadi tanda kalau koleksi tanamanmu overcrowding. Daun-daunnya saling bertindihan dan jarak pot juga terlalu berdekatan.
Selain itu, pertumbuhan tanaman juga berantakan. Misalnya tanaman merambat gak menyulurkan batangnya sesuai medium yang sudah disediakan. Tanaman akan cenderung bergerak ke arah sinar matahari. Jika jarak terlalu berdekatan, maka ruang tanaman untuk bertumbuh semakin sempit dan saling berebut dengan tanaman lain.
2.Ukuran tanaman tetap kerdil

Selain berebut tempat, kondisi tanaman yang saling berhimpitan juga membuat antar tanaman saling berebut nutrisi. Hal ini terjadi pada tanaman-tanaman yang hidup di dalam media tanam yang sama. Misalnya dalam satu pot atau satu raised bed terdiri dari beberapa jenis tanaman.
Persaingan nutrisi yang terbatas dalam satu tempat membuat pertumbuhan tanaman terhambat. Tanaman jadi lebih tampak kerdil karena mendapatkan nutrisi yang sangat sedikit.
Amati pertumbuhan tanaman dari bulan-bulan sebelumnya. Jika tanamanmu gak ada pertumbuhan signifikan, berarti pot atau wadah tanaman terlalu padat, dan perlu ditata ulang.
3.Daun berubah menguning dan pucat

Tanda lain tanaman yang overcrowding adalah fisik daunnya yang berubah menguning dan pucat. Kondisi tanaman yang terlalu rapat gak hanya membuat akar berebut menyerap nutrisi, bagian daun tanaman juga harus berebut ruang untuk mendapatkan sinar matahari.
Jika tanaman kurang terpapar sinar matahari, maka daun kehilangan zat hijau atau klorofil yang membuat daun berubah menjadi kuning. Daun yang pucat juga jadi ciri bahwa tanaman stres dan sesak karena terlalu berhimpitan dengan tanaman lain.
Namun, daun menguning bisa disebabkan faktor lain. Misalnya tanah yang kurang subur atau kurang pupuk. Jika tanamanmu menguning, tetapi punya ruang luas dan gak tumpang tindih dengan tanaman lain, berarti penyebabnya bukan overcrowding.
4.Akar tanaman saling melilit dan muncul ke permukaan

Overcrowding bisa membuat akar-akar tanaman muncul ke permukaan. Kondisi media tanam yang sudah sesak gak hanya membuat akar sulit menyerap nutrisi. Tetapi juga membuat mereka kesulitan menemukan tempat bertumbuh, dan berakhir muncul ke permukaan.
Ruang yang sempit juga membuat tanaman menjadi saling melilit. Karena mereka gak bisa mengembangkan batang dan daunnya dengan normal. Kondisi ini bukan hanya membuat tanaman stres, tetapi juga membuat penyebaran hama lebih cepat.
5.Tanah cepat mengering

Tanah yang cepat mengering bisa jadi tanda kalau taman atau kebunmu sudah overcrowding. Akar-akar tanaman akan lebih cepat menyerap air karena mereka saling bersaing untuk mendapatkannya. Akibatnya, tanah jadi cepat mengering.
Selain itu, unsur hara juga cepat habis di dalam tanah karena jumlah unsur hara dan mikroorganisme gak sesuai degan jumlah akar yang terlalu banyak. Akibatnya tanah menjadi gak subur.
Jalan satu-satunya untuk mengurangi overcrowding adalah menata ulang kebun atau taman. Berikan jarak lega untuk sirkulasi dan ruang tanaman bertumbuh. Jika sempat, ganti media tanam baru yang lebih subur. Supaya akar tanaman mendapat stok nutrisi yang melimpah.