Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saatnya Menyeleksi Teman, 6 Tanda Tukang Fitnah yang Harus Dihindari

Photo by Tony Rivetti
Photo by Tony Rivetti

Ada beragam karakter orang yang ada di sekeliling kita. Tak semua dari mereka baik, maka dari itu kita harus peka sekaligus selektif dalam berteman. Jangan sampai percaya kepada orang yang salah dan pada akhirnya justru bakal merugikan diri sendiri.

Salah satu karakter orang yang harus dihindari adalah si tukang fitnah. Sikapnya ini jelas akan sangat merugikan orang di sekelilingnya. Seperti apa sih cirinya?

1. Dia suka mencari-cari kesalahan orang lain

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bmtaynjazntq0mzbeqtjeqwpwz15bbwu4mdqzmzaxnjmx-v1-f8ee056f9850a7d59e564e71f4fd9738.jpg

Mencari-cari kesalahan orang lain adalah hobinya. Siapapun orang yang sedang berhubungan dengannya dia tidak memedulikannya. Yang penting dia bisa mencari kesalahan orang tersebut. Kelemahan orang lain ini berguna sebagai senjata yang bakal digunakannya suatu hari nanti. Intinya dia hanya berfokus pada kelemahan seseorang, bukan pada kelebihannya.

2. Gemar membicarakan kejelekan orang lain di belakang

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bmta5mtc2njezmdreqtjeqwpwz15bbwu4mde5ndizndmx-v1-92dd3f32a8ef3d27823d256ea752ce41.jpg

Selain mencari tahu kesalahan orang lain, orang yang hobi memfitnah ini juga gemar menggunjingkan keburukan orang lain di belakang. Dia tidak masalah untuk membicarakan kelemahan orang lain karena dia merasa itu bisa jadi kekuatannya.

3. Merasa gembira ketika melihat orang lain gagal

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bnje4ntaxndk2nv5bml5banbnxkftztgwnzkzmja4mje-v1-2bb99eebc1de7d64ceb88f8165f0e1c8.jpg

Orang yang suka memfitnah itu sesungguhnya tidak suka melihat orang lain lebih sukses daripada dirinya. Dia lebih suka menjatuhkan orang lain dan melihat orang lain juga ikut gagal. Coba seleksi lagi, apakah ada temanmu yang punya sifat ini?

4. Dia sudah terbiasa untuk melebih-lebihkan cerita supaya terdengar lebih menarik

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bmjaynje0ntmznl5bml5banbnxkftztgwmtmzmde2mze-v1-63bc9e75dbfa08df029bcc20774b0653.jpg

Melebih-lebihkan cerita sudah jadi kemampuannya. Dia tidak masalah untuk memoles cerita supaya terdengar lebih menarik dari kenyataannya. Hal ini sengaja dilakukannya supaya membuat orang lain juga tertarik mendengarkan dan ikut terpengaruh.

5. Menghalalkan segala cara biasa dilakukannya demi memperoleh hal yang diinginkan

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bmtq2mtc4mzyzm15bml5banbnxkftztgwnzg0mjm0mze-v1-b384c596acc1eafd44eb24763b930595.jpg

Orang yang suka memfitnah orang lain itu menghalalkan segala cara demi bisa memperoleh hal yang diinginkannya. Maka dari itu, dia merasa gak keberatan meski harus memfitnah orang lain. Baginya, ini bukan merupakan tindak kejahatan yang harus dihindari.

6. Selalu menelan cerita mentah-mentah dan tidak mencari tahu fakta sesungguhnya

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180320/mv5bmtk0nzq2odc5ov5bml5banbnxkftztgwota0mja4mje-v1-3e947506335d0b364fa6717dbd738662.jpg

Karena berfokus pada fitnah, biasanya orang ini tidak mencari tahu dan mencocokkan dengan fakta di lapangan. Dia gak peduli apakah yang dikatakannya ini benar-benar sesuai fakta atau hanya bohong belaka. Fokusnya hanya menyebarkan berita ini supaya banyak orang yang tahu.

Sudah menyeleksi teman terdekatmu? Apakah ada dari mereka yang masih punya sifat di atas?

Share
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us