Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Teladan Hidup dari Martha Tilaar, Bisa Ditiru Anak Muda!

4 min read
Teladan Hidup dari Martha Tilaar, Bisa Ditiru Anak Muda!
Martha Tilaar Pembisnis Sukses (IDN Times)
  • Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan dari salon sederhana di garasi rumah hingga berkembang menjadi Martha Tilaar Group.

  • Ia mengangkat bahan alami dan budaya Indonesia melalui produk kecantikan yang memadukan nilai tradisional dengan teknologi modern.

  • Warisan Martha mencakup pemberdayaan perempuan, pendidikan kecantikan, riset herbal, dan berbagi ilmu untuk membuka peluang bagi orang lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia kecantikan Indonesia kehilangan salah satu sosok terbesarnya. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, tutup usia pada Rabu (14/10/2026) di usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi banyak orang, terutama mereka yang mengenalnya sebagai perintis industri kecantikan di Tanah Air.

Kisahnya berawal pada 1970, ketika Martha membuka salon kecantikan di sebuah garasi rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dari usaha yang sederhana itu, ia mengembangkan bisnisnya hingga merambah produksi dan distribusi kosmetik, pendidikan kecantikan, serta layanan salon dan spa. Perjalanannya menyimpan banyak pelajaran yang relevan untuk anak muda yang sedang merintis jalan hidupnya. Yuk, simak teladan hidup dari Martha Tilaar berikut ini!

  1. 1. Berani memulai dari yang sederhana

    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)

    Perjalanan besar Martha Tilaar dimulai dari hal yang sangat sederhana. Sekembalinya ke Indonesia setelah menetap beberapa waktu di Negeri Paman Sam, ia membuka salon kecantikan pertamanya, Martha’s Salon, di garasi rumah orangtuanya dengan modal hanya Rp1 juta. Tidak ada gedung megah atau modal besar, hanya keberanian untuk memulai dengan apa yang ia punya.

    Ia juga tidak berhenti pada modal kecil itu. Berkat kegigihannya mempromosikan salon dan memberikan pelayanan terbaik, usahanya terus berkembang hingga akhirnya menjadi Martha Tilaar Group. Bagi anak muda, ini jadi pengingat bahwa mulai dari kecil bukan alasan untuk menunda, selama dijalani dengan konsisten dan sepenuh hati.

  2. 2. Bangga mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia

    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)

    Dari salon sederhana itu, Martha rajin mengeksplorasi bahan alami yang bisa diolah menjadi jamu dan formula kecantikan khas Indonesia. Ketika membuka salon keduanya pada 1972, ia mulai memperkenalkan perawatan kecantikan berbasis tanaman herbal. Sekitar lima tahun kemudian, ia berkolaborasi dengan Kalbe Group meluncurkan brand Sariayu yang masih eksis hingga kini.

    Kecintaan itu juga tertuang dalam filosofi bisnisnya, sebagaimana yang dijelaskan di situs resmi Martha Tilaar Group, yaitu NET-I3. NET adalah singkatan dari Natural, Eastern, Technology, sedangkan I3 berarti Icon, Innovation, and Institution. Produknya diperkaya nilai-nilai tradisional Timur dan dirancang dengan teknologi modern. Sejak 1987, Martha Tilaar Group juga menghadirkan Trend Warna Sariayu setiap tahun yang menjadi acuan tata rias wanita Indonesia. Pelajarannya, kamu tidak harus meniru dari luar untuk tampil kompetitif karena akar budaya sendiri bisa menjadi kekuatan terbesar.

  3. 3. Memberdayakan perempuan dengan nyata

    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)
    Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)

    Martha memposisikan perempuan bukan sekadar konsumen. Melainkan sebagai pelopor, inovator, dan penggerak perubahan sosial. Semangat Kartini modern itu diwujudkan lewat berbagai program. Mulai dari pelatihan bagi penjual jamu gendong, program Wanita Terampil Mandiri untuk perempuan di daerah pasca bencana, hingga Martha Tilaar Training Center di Cikarang yang melatih terapis spa profesional. Tujuannya yakni melindungi perempuan muda dari praktik perdagangan manusia. Ada pula Roemah Martha Tilaar yang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat di wilayah Gombong dan sekitarnya.

    Gambaran perempuan ideal dalam filosofinya juga dilambangkan lewat konsep Rupasampat Wahyabyantara, yaitu Dewi Saraswati berlengan empat yang berdiri di atas bunga teratai. Keempat tangannya memegang simbol pengetahuan, kecantikan, iman, dan harmoni, sementara teratai melambangkan ketabahan dan kekuatan moral. Bagi anak muda, terutama perempuan, warisan ini mengingatkan bahwa menjadi berdaya berarti tumbuh bersama dan mengangkat orang lain.

  4. 4. Berbagi ilmu supaya orang lain ikut berdaya

    Kolase unggahan Instagram berisi ucapan duka dari sejumlah artis untuk Martha Tilaar yang telah berpulang.
    ucapan duka artis untuk Martha Tilaar (instagram.com/martha_tilaar)

    Martha percaya berbagi ilmu adalah bagian dari upaya mempercantik wanita Indonesia dan dunia. Karena itu, Martha Tilaar Group mendirikan lembaga belajar, mengadakan beauty class, dan bekerja sama dengan instansi pendidikan serta pemerintah. Salah satunya Puspita Martha International Beauty School, yang diharapkan tidak hanya mencetak tenaga profesional. Namun juga mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

    Semangat itu berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Bersama Universitas Indonesia, Martha Tilaar Group mendirikan Magister S2 Herbal UI agar Indonesia memiliki industri herbal yang maju. Sejak 2007, grup ini juga menyelenggarakan Martha Tilaar Innovation Center (MTIC) Award bersama Kementerian Riset dan Teknologi, penghargaan bagi riset dan karya tulis berbahan alam yang ramah lingkungan. Untuk anak muda, ini mengajarkan bahwa kesuksesan terasa lebih bermakna ketika ilmu yang kita punya bisa membuka jalan bagi orang lain.

    Demikian berbagai teladan hidup dari Martha Tilaar yang bisa ditiru oleh anak muda. Selamat jalan, Martha Tilaar.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More