Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips Berkebun saat Musim Kemarau, Tanaman Tetap Subur!
ilustrasi berkebun di musim kemarau (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
  • Mulsa organik dan bahan organik seperti kompos membantu tanah mempertahankan kelembapan, tetap gembur, serta mendukung kesuburan saat cuaca panas.
  • Penyiraman paling efektif dilakukan pagi atau sore secara menyeluruh hingga zona akar, lalu diulang ketika tanah mulai kehilangan kelembapan; irigasi tetes membantu menghemat air.
  • Pilih tanaman tahan kekeringan, tetap beri air pada fase tumbuh, berbunga, atau berbuah, serta gunakan naungan bagi tanaman muda dan daun tipis yang sensitif panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim kemarau bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kamu yang gemar berkebun. Daun yang tampak layu, pertumbuhan yang melambat, serta media tanam yang cepat kering menjadi masalah yang cukup sering muncul. Kondisi tersebut bisa semakin parah apabila kamu tidak memberikan perawatan ekstra pada tanaman.

Perawatan yang tepat dapat membantu kebun tetap bertahan menghadapi cuaca kering. Kamu hanya perlu menyesuaikan pola perawatan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi cuaca. Simak tujuh tips berikut agar kebun tetap subur, segar, dan menarik meski matahari sedang terik-teriknya.

1. Gunakan mulsa di permukaan tanah

ilustrasi mulsa berupa jerami di permukaan tanah (unsplash.com/Luiza Braun)

Cuaca terik membuat kelembapan tanah mudah hilang, terutama jika permukaannya dibiarkan terbuka. Coba taburkan mulsa organik seperti jerami kering, daun gugur, sekam bakar, atau sabut kelapa di sekitar tanaman. Bahan-bahan tersebut membantu mengurangi penguapan dan melindungi media dari panas matahari secara langsung.

Lapisan mulsa membantu menjaga tanah tetap lembap dan tidak mudah memadat akibat panas. Kondisi ini juga mendukung aktivitas mikroorganisme yang membantu menjaga kesuburan media. Perawatan sederhana tersebut membuat tanaman tetap sehat selama musim kemarau tanpa perlu terlalu sering disiram.

2. Siram tanaman pada pagi atau sore hari

ilustrasi menyiram basil di kebun (unsplash.com/Pille R. Priske)

Menyiram tanaman saat matahari sedang terik bukan pilihan terbaik karena air lebih cepat menguap sebelum sempat terserap secara optimal oleh tanah. Kondisi siang yang panas juga membuat media tanam kehilangan kelembapan lebih cepat, sehingga penyiraman menjadi kurang efisien. Karena itu, waktu pemberian air perlu diatur agar tanaman benar-benar mendapatkan manfaatnya.

Pagi hari menjadi waktu yang ideal karena akar memiliki kesempatan untuk menyerap air sebelum suhu meningkat. Jika tidak sempat, penyiraman juga bisa dilakukan menjelang sore ketika panas mulai berkurang. Jadwal yang tepat membantu menjaga kelembapan media agar lebih stabil dan membuat tanaman tetap segar sepanjang hari.

3. Siram secara menyeluruh, bukan sedikit tetapi berulang kali

ilustrasi menyiram tanaman di kebun (magnific.com/pressfoto)

Kesalahan yang sering terjadi saat kemarau adalah terlalu sering menyiram tanaman dalam jumlah sedikit. Cara ini membuat permukaan cepat basah, tetapi belum tentu memberikan kelembapan yang cukup bagi akar di lapisan bawah. Supaya lebih efektif, siram hingga air benar-benar masuk ke bagian dalam media dan mencapai zona perakaran.

Setelah penyiraman, tunggu sampai tanah mulai kehilangan sebagian kelembapannya sebelum menyiramkan air lagi. Kamu bisa mengecek beberapa sentimeter ke dalam media untuk mengetahui apakah kondisinya masih basah atau sudah mulai kering. Cara sederhana ini membuat penyiraman lebih tepat sasaran dan membantu akar berkembang dengan lebih baik.

4. Pilih tanaman yang tahan kekeringan

ilustrasi tanaman kacang panjang (vecteezy.com/Agus Setiawan)

Berkebun saat kemarau akan terasa lebih ringan jika jenis tanaman yang dipilih memang tahan terhadap cuaca panas. Jenis seperti okra, terong, cabai, kacang panjang, dan ubi jalar cukup adaptif terhadap cuaca panas. Dibandingkan dengan sayuran berdaun, tanaman ini biasanya tidak terlalu cepat mengalami stres saat media mulai mengering.

Tetap saja, jangan menganggap tanaman tersebut bisa hidup tanpa air. Penyiraman yang cukup tetap diperlukan, terutama saat tanaman baru tumbuh, berbunga, atau mulai berbuah. Perawatan akan lebih efektif jika kamu juga menambahkan mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah.

5. Tambahkan bahan organik ke dalam tanah

ilustrasi menambah bahan organik ke dalam tanah (unsplash.com/Emma Renly)

Salah satu kunci menjaga kebun tetap subur saat kemarau adalah memastikan tanah mampu menyimpan air dengan cukup baik. Tanah yang minim bahan organik mudah memadat dan lebih cepat kehilangan kelembapan setelah disiram. Kamu bisa mencampurkan kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut.

Bahan organik membuat tanah lebih gembur sekaligus meningkatkan kemampuannya menjaga kelembapan. Akar juga lebih mudah mendapatkan udara dan berkembang ketika struktur tanah tidak terlalu padat. Jika dilakukan secara rutin, langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

6. Gunakan sistem irigasi tetes

ilustrasi drip irirgation (unsplash.com/ Marc Pell)

Penyiraman menggunakan selang kadang terasa kurang efektif karena sebagian air justru jatuh di luar pot atau menggenangi area yang tidak diperlukan. Drip irrigation bisa menjadi alternatif karena air diberikan sedikit demi sedikit tepat di dekat perakaran. Sistem ini membuat tanaman mendapatkan kelembapan tanpa harus membasahi seluruh permukaannya.

Cara ini membantu mengurangi pemborosan sekaligus menjaga media agar tidak terlalu basah. Jika ingin lebih hemat, alat tetes sederhana bisa dibuat dari botol bekas yang sudah dilubangi kecil di bagian tutupnya. Metode ini cocok digunakan saat kemarau karena air dapat diberikan lebih tepat sasaran.

7. Beri naungan pada tanaman yang sensitif terhadap panas

ilustrasi tanaman yang diberi naungan agar terlindung dari panas (unsplash.com/Ridwan Abdurrohman)

Tanaman muda yang baru dipindahkan serta sayuran berdaun tipis biasanya lebih mudah stres saat terkena matahari penuh. Sebagai langkah perlindungan, kamu bisa memasang paranet atau jaring peneduh dengan tingkat kerapatan sedang di atas bedengan. Pot juga dapat dipindahkan ke bawah kanopi atau ditempatkan di area yang mendapat naungan dari tanaman yang lebih tinggi.

Peneduh membantu mengurangi intensitas sinar matahari sekaligus menahan kenaikan suhu di sekitar tanaman. Risiko daun terbakar pun bisa berkurang, terutama pada tanaman yang belum terbiasa dengan cahaya yang kuat. Setelah tanaman terlihat lebih kuat, paparan cahaya dapat ditambah secara bertahap.

Cuaca panas bukan alasan untuk membiarkan kebun berubah kering dan kurang terawat. Sedikit penyesuaian pada penyiraman, kondisi media, dan perlindungan tanaman sudah dapat membantu menjaga kesegarannya. Yuk, terapkan tujuh tips di atas agar pekarangan tetap hijau dan menyenangkan untuk dipandang sepanjang kemarau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article