5 Tips Memilih Lantai Rumah agar Hemat Biaya Perawatan, Anti Ribet!

- Pilih material yang tahan lama seperti keramik atau granit untuk hemat biaya jangka panjang dan perawatan sederhana.
- Pertimbangkan ketahanan terhadap noda dengan pilihan lantai yang mudah dibersihkan agar hemat pengeluaran dan lebih higienis.
- Sesuaikan lantai dengan aktivitas harian, pilih warna yang tidak mudah kotor, dan perhatikan biaya pemasangan serta perawatan awal untuk menghindari biaya tambahan.
Memilih lantai rumah sering kali bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal perawatan jangka panjang. Banyak orang yang akhirnya menyesal karena lantai yang dipilih tampak indah, tetapi membutuhkan biaya tinggi untuk merawatnya. Padahal, jika dipikirkan sejak awal, kita bisa punya lantai cantik sekaligus hemat biaya.
Lantai yang mudah dirawat akan membuat aktivitas sehari-hari lebih nyaman. Kita tidak perlu khawatir keluar biaya tambahan untuk perbaikan atau perawatan khusus. Berikut lima tips memilih lantai rumah agar hemat biaya perawatan dan anti ribet.
1. Pilih material yang tahan lama

Material lantai yang kuat akan lebih hemat dalam jangka panjang. Misalnya, keramik atau granit yang terkenal awet bisa digunakan puluhan tahun tanpa mudah rusak. Hal itu membuat kita tidak perlu mengeluarkan biaya sering-sering untuk mengganti lantai.
Selain itu, material tahan lama juga lebih praktis karena perawatannya sederhana. Cukup dibersihkan dengan sapu atau pel lantai, keindahannya sudah terjaga. Dengan begitu, rumah tetap rapi tanpa usaha berlebihan.
2. Pertimbangkan ketahanan terhadap noda

Lantai yang mudah ternoda akan menyulitkan dan menambah biaya perawatan. Sebaiknya pilih jenis lantai yang punya lapisan pelindung agar tidak mudah menyerap cairan. Contohnya vinyl atau keramik yang bisa dibersihkan hanya dengan lap basah.
Ketahanan terhadap noda juga membuat rumah lebih sehat dan higienis. Kita tidak perlu membeli cairan pembersih khusus untuk setiap jenis noda. Hasilnya, rumah tetap bersih sekaligus hemat pengeluaran.
3. Sesuaikan dengan aktivitas harian

Setiap keluarga punya aktivitas berbeda, sehingga pilihan lantai juga harus disesuaikan. Jika rumah sering dipakai untuk aktivitas anak-anak, pilih lantai yang tidak licin agar aman. Lantai yang tepat akan mengurangi risiko kerusakan sekaligus menghemat biaya perbaikan.
Selain itu, lantai yang sesuai aktivitas juga lebih praktis untuk dirawat. Kita tidak perlu tenaga ekstra hanya untuk membersihkannya setiap hari. Dengan begitu, lantai tetap awet tanpa membebani penghuni rumah.
4. Pilih warna lantai yang tidak mudah menunjukkan kotoran

Lantai dengan warna yang terlalu terang biasanya cepat terlihat kotor. Hal itu membuat kita jadi lebih sering membersihkannya dan akhirnya terasa merepotkan. Sebaliknya, warna netral atau sedikit gelap bisa menyamarkan debu.
Warna yang tepat juga membuat rumah terlihat rapi lebih lama. Kita bisa lebih tenang menerima tamu tanpa harus buru-buru membersihkan lantai. Jadi, pemilihan warna ternyata berpengaruh pada tingkat kepraktisan perawatan.
5. Perhatikan biaya pemasangan dan perawatan awal

Selain harga lantai, biaya pemasangan juga perlu dipertimbangkan. Ada beberapa jenis lantai yang butuh perawatan khusus di awal agar lebih awet, sehingga bisa menambah pengeluaran. Dengan memilih lantai yang pemasangannya mudah, biaya bisa ditekan.
Lantai yang sederhana pemasangannya juga cenderung lebih mudah diganti jika ada kerusakan kecil. Jadi, kita tidak perlu khawatir mengeluarkan biaya besar di kemudian hari. Hemat sejak awal berarti lebih tenang di masa depan.
Dengan lima tips di atas, kita bisa menghindari kerepotan dan biaya tambahan yang tidak perlu. Lantai rumah pun tetap awet, bersih, dan nyaman digunakan setiap hari. Pada akhirnya, rumah yang terawat dengan baik akan memberikan kenyamanan maksimal bagi penghuninya.