5 Tradisi yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak

- Umat Buddha menyambut Hari Waisak dengan menerapkan 5 Sila Buddha sebagai pedoman moral, meliputi larangan membunuh, mencuri, berbohong, pelecehan seksual, dan mengonsumsi minuman keras.
- Tradisi khas Waisak meliputi menyalakan lilin berbentuk bunga lotus serta melepas lampion di candi sebagai simbol cahaya yang mengusir kegelapan dan memperindah dunia.
- Ritual lain seperti memandikan patung Buddha di wihara, mengenakan pakaian putih bermakna kesucian, serta mengibarkan bendera Buddha menjadi simbol kemurnian dan perdamaian antar umat.
Sebentar lagi umat Buddha bakal menyambut Hari Waisak. Untuk menyambutnya, para umat Buddha juga memiliki beberapa tradisi yang umumnya dilakukan.
Adapun, tradisi-tradisi yang akan diulas merupakan tradisi yang memang kerap dilakukan oleh semua umat agama Buddha pada saat menyambut Hari Raya Waisak. Berikut, ada 5 tradisi yang dilakukan saat Hari Raya Waisak!
Table of Content
1. Menerapkan 5 Sila Buddha

Sebenarnya, hal ini bukan hanya dilakukan pada saat menyambut Hari Waisak saja. Tapi, juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Ada 5 sila agama Buddha yang terdapat pada kitab Tripitaka dan harus dipatuhi. Kelima sila tersebut merupakan komitmen yang tidak boleh dilakukan oleh umat.
Adapun, kelima sila Buddha tersebut. Antara lain, tidak boleh melakukan pembunuhan, pencurian, pelecehan seksual, berbohong dan mengonsumsi minuman keras. Selain itu, para umat Buddha juga dilarang melakukan perbuatan negatif lainnya.
2. Menyalankan lilin dan melepas lampion

Perayaan hari Waisak memang diidentikan dengan cahaya, salah satunya, lilin. Pada, saat Hari Waisak semua umat Buddha akan menyalankan lilin. Lilin yang digunakan yakni, berupa lilin yang berbentuk bunga lotus. Lilin melambangkan untuk mengusir dari kegelapan dunia.
Yang kedua adalah bunga lotus, karena bisa hidup di air yang keruh, maka diyakini dianggap dapat memperindah dunia. Ada juga ritual melepas lampion yang kerap dilakukan di Candi juga merupakan tradisi Hari Waisak.
3. Memandikan patung Buddha di Wihara

Sebelum hari Waisak tiba, para umat Buddha melakukan ritual mandi. Mandi yang dimaksud yakni, membersihkan patung Siddharta (sang Buddha). Maknanya, dapat mensucikan hati dan pikiran.
Tradisi ini dilakukan di Wihara. Para umat yang hendak melakukannya harus antri. Saat prosesi memandikan patung Buddha juga diiringin doa yang dibacakan biksu. Tujuannya, agar semua umat kebagian untuk memandikan patung tersebut.
4. Memakai baju putih

Memang tidak ada aturan khusus mengenai pakaian saat ibadah pada Hari Waisak, yang penting adalah sopan dan tidak mencolok. Meski demikian, sebagian pemuka agama Buddha menyarankan umatnya untuk memakai baju warna putih.
Pasalnya dalam agama Buddha, warna putih artinya kemurnian dan kesucian. Dengan, harapan umat Buddha menyambut Hari Waisak dengan hati yang murni dan suci.
5. Mengibarkan bendera khas Buddha

Mungkin, hal ini masih jarang kita lihat sekalipun pada saat menjelang Hari Waisak. Tapi, ada umat Buddha yang melaksanakan tradisi ini. Memang, tradisi ini dilakukan hanya pada saat hari Waisak saja. Umat Buddha mengibarkan bendera khas Buddha di depan rumahnya.
Bendera khas Buddha tersebut juga memiliki makna dari setiap warnanya yaitu, Warna biru (pengabdian), kuning emas (kebijaksanaan), merah tua (cinta kasih), putih (kesucian), jingga (semangat). Kelima warna ini juga disebut dengan istilah Prabhasvara yang artinya, bersinar. Tak hanya itu, bendera ini juga melambangkan perdamaian antar umat beragama.
Wah, beragam juga tradisi-tradisi dalam menyambut Hari Waisak. Walau, tiap daerah atau negara juga lebih beragam. Tapi, setidaknya hal-hal yang disebutkan merupakan tradisi yang umumnya dilakukan oleh Umat Buddha saat Hari Waisak.
FAQ Seputar Tradisi yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak
| Mengapa Candi Borobudur selalu menjadi pusat perayaan dan tradisi Waisak nasional di Indonesia? | Candi Borobudur dipilih karena merupakan candi Buddha terbesar di dunia sekaligus warisan budaya yang memiliki nilai spiritualitas purba yang sangat tinggi. Perayaan di tempat ini menjadi simbol agung bagi bersatunya umat Buddha dari berbagai majelis di Indonesia untuk melakukan puja bakti, meditasi, dan merayakan persaudaraan dalam skala massal. |
| Apa makna sosiologis di balik tradisi Pindapata yang digelar menjelang puncak Waisak? | Tradisi Pindapata, di mana para biksu berjalan kaki membawa mangkuk untuk menerima dana makanan atau kebutuhan sehari-hari dari umat, memiliki makna sosiologis yang sangat mendalam tentang kerendahan hati dan saling ketergantungan. Bagi umat, tradisi ini adalah ladang kebajikan untuk berderma, sedangkan bagi para biksu, ini adalah latihan untuk hidup sederhana dan menghargai pemberian masyarakat. |
| Bagaimana filosofi di balik pelepasan ribuan lampion ke angkasa yang menjadi ikon perayaan Waisak? | Pelepasan lampion bukan sekadar pertunjukan visual yang indah, melainkan sebuah visualisasi doa dan harapan yang tulus. Lampion yang menyala melambangkan pencerahan budi, pengorbanan diri untuk menerangi kegelapan, serta simbol pelepasan hal-hal negatif dan egoisme agar kedamaian serta kebahagiaan terpancar luas ke seluruh alam semesta. |
| Apakah ada tradisi unik perayaan Waisak di luar negeri yang berbeda dengan di Indonesia? | Berbagai negara memiliki tradisi khas yang mencerminkan budaya lokal mereka dalam merayakan Waisak. Di Sri Lanka dan Thailand, masyarakat menghias rumah dan jalanan dengan lampu warna-warni yang meriah serta membuat lentera kertas raksasa, sementara di Korea Selatan terdapat Festival Lentera Lotus yang melibatkan parade besar di jalanan kota untuk mengekspresikan sukacita menyambut hari kelahiran Buddha. |










![[QUIZ] Pilih Quotes, Ini yang Lagi Bikin Kamu Overthinking](https://image.idntimes.com/post/20260513/pexels-mart-production-7699516_43cbbe77-3828-4c10-b599-88de6ecec272.jpg)

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pakai Medsos, Ini Sisi Gelapmu yang Tersembunyi](https://image.idntimes.com/post/20240819/pexels-pedro-figueras-202443-626164-7dcd3c506ec7b24416282acc92c801ae.jpg)


![[QUIZ] Pilih Pantun Jarjit, Ini Sikapmu yang Bikin Awkward!](https://image.idntimes.com/post/20250521/1-717ce9e4af92c4bf5d16b258f4af9863.jpg)


![[QUIZ] Pilih Momen di Upin Ipin, Seberapa Avoidant Kamu dalam Hubungan?](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-rdne-6670212_d32c42a0-6850-4e44-be15-9a2e8c8c6c02.jpg)