Membagikan keluh kesah atau bercerita kepada sahabat dekat sering kali menjadi cara ampuh untuk melegakan beban pikiran. Namun, ada batas tipis antara curhat yang sehat dan tindakan trauma dumping. Melansir Cleveland Clinic, istilah trauma dumping merujuk pada kebiasaan menumpahkan rasa sakit emosional, luka masa lalu, atau peristiwa traumatis secara berlebihan tanpa meminta persetujuan emosional dari lawan bicara.
Alih-alih mempererat relasi, kebiasaan buruk yang terjadi secara sepihak ini justru berpotensi merenggangkan ikatan persahabatan yang telah lama terjalin. Teman yang kerap dijadikan tempat pelampiasan emosi lambat laun akan merasa terbebani dan tidak nyaman. Berikut tiga alasan utama mengapa trauma dumping bisa merusak hubungan pertemanan secara perlahan.
