Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  

Perasaan yang wajar, tetapi penting dalam perjalanan hidup

Homesick sering kali menjadi tantangan emosional yang kompleks, terutama bagi mereka yang menjalani kehidupan jauh dari tempat tinggal. Ini bukan hanya gejala biasa, tetapi juga mencerminkan perasaan kehilangan dan adaptasi yang memerlukan waktu.

Dalam menghadapi homesickness, penting untuk melakukan aktivitas yang dapat membantu seseorang membangun kenyamanan dan stabilitas emosional di lingkungan baru. Dalam artikel ini, kita akan membahas aktivitas apa saja itu. Yuk, disimak!

Baca Juga: 3 Tips Anak Kos Gak Gampang Homesick, Bikin Betah dan Nyaman

1. Terhubung dengan keluarga dan teman

Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  ilustrasi menelpon (pexels.com/Edward Jenner)

Menjaga keterhubungan dengan keluarga dan teman-teman dari rumah merupakan fondasi penting dalam mengatasi homesickness. Komunikasi yang aktif menciptakan jembatan emosional yang menyambungkan dua dunia yang terpisah. Melalui videocall, berkirim pesan, atau berbagi foto, kamu akan merasakan kehadiran fisik orang-orang yang dicintai.

Dalam percakapan, kamu dapat berbagi pengalaman sehari-hari, mencurahkan rasa kangen, dan mendapatkan dukungan. Ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbicara, tetapi juga mendekatkan antara kamu dan orang-orang yang jauh di sana. Kesadaran tentang hubungan ini dapat membantu menciptakan rasa aman dan nyaman meskipun dibatasi oleh jarak.

2. Jelajahi lingkungan baru

Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  ilustrasi pergi ke pasar (pexels.com/Laura James)

Aktif menjelajahi lingkungan baru bukan hanya merupakan cara untuk mengatasi perasaan homesickness, tetapi juga merupakan langkah penting dalam pembentukan identitas baru. Menemukan keunikan dan daya tarik di tempat tinggal baru tidak hanya mengalihkan perhatian dari rasa kangen tetapi juga memperkaya pengalaman hidup. Melalui eksplorasi ini, kamu dapat menemukan tempat-tempat yang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari dan menciptakan kenangan yang berasal dari lingkungan baru.

Melibatkan diri dalam kehidupan lokal, berpartisipasi dalam acara komunitas, atau bahkan hanya berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu dapat membawa kegembiraan dan menyatukan kamu dengan lingkungan sekitar. Penerimaan terhadap lingkungan baru dapat membuka pintu untuk diri yang jauh lebih berkembang dan memberikan makna baru pada pengalaman jauh dari rumah.

3. Membentuk komunitas baru

Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  ilustrasi melakukan tos (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bergabung dengan komunitas lokal atau kelompok adalah langkah yang efektif untuk mengatasi perasaan kesepian dan homesickness. Membangun hubungan dengan teman sebaya di lingkungan baru membuka peluang untuk mendapatkan dukungan emosional dan merasa lebih terhubung. Partisipasi dalam klub, organisasi, atau acara sosial menyediakan platform untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.

Di komunitas baru ini, kamu dapat merasakan kehangatan persahabatan dan solidaritas. Berbagi pengalaman, tertawa bersama, dan membangun kenangan bersama membantu membentuk ikatan sosial yang tidak hanya mengatasi perasaan kesepian, tetapi juga memberikan rasa keberadaan yang diperlukan. Melalui komunitas baru, kamu dapat merasa lebih dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari dan merasakan dukungan yang memperkuat ketahanan mental kamu.

Baca Juga: 5 Cara Mendukung Teman Kuliah yang Homesick, Ajak Jalan-jalan!

4. Menciptakan 'rumah' di lingkungan baru

Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  ilustrasi menata bunga (pexels.com/Amina Filkins)

Menciptakan 'rumah' di tempat baru bukan hanya tentang menyusun benda-benda pribadi di sekitar, tetapi juga menggali rasa nyaman dan keamanan di ruang tempat tinggal. Dengan memperhatikan detail dan menciptakan atmosfer yang sesuai dengan preferensi pribadi, seseorang dapat membawa unsur-unsur kenyamanan yang dikenal dari rumah sebelumnya ke dalam lingkungan baru. Melibatkan diri dalam proses penataan ulang ruangan, memilih dekorasi yang memiliki makna khusus, dan menciptakan tempat santai dapat membantu mengurangi rasa asing dari tempat baru.

Bahkan, menciptakan ritual pribadi di tempat tinggal baru, seperti rutinitas sebelum tidur atau merayakan momen tertentu dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ini bukan hanya tentang membawa potongan kenangan, tetapi juga menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan dan kenyamanan pribadi.

5. Fokus pada tujuan dan aktivitas

Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Merasakan Homesick, Fokus pada Tujuan!  ilustrasi mencatat (pexels.com/Judit Peter)

Fokus pada tujuan dan terlibat dalam aktivitas dapat menjadi dasar yang kuat dalam mengatasi homesickness. Keterlibatan dalam kegiatan yang menarik membantu membangun rasa pencapaian dan kemandirian. Dengan menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai seseorang dapat mengalihkan fokus dari perasaan homesickness. Pencapaian kecil sehari-hari dapat memberikan kepuasan dan membangun kepercayaan diri secara bertahap.

Terlibat dalam aktivitas yang memberikan kepuasan pribadi, seperti mengejar hobi atau belajar keterampilan baru dapat memperkaya pengalaman hidup. Dengan fokus pada tujuan, seseorang tidak hanya mengalihkan perhatian dari perasaan homesickness tetapi juga membuka potensi positif dalam pengalaman hidupnya yang baru. 

Penting untuk diingat bahwa proses mengatasi homesickness adalah perjalanan yang unik untuk setiap individu. Kombinasi dari strategi di atas disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pribadi. Dengan kesabaran dan sikap terbuka terhadap perubahan, kamu dapat meresapi makna positif dalam pengalaman hidup yang baru dan menjadikan homesickness sebagai tahap pembentukan diri yang berharga.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh agar Gak Kelamaan Merasakan Homesick, Cari Teman Bicara!

Yoo Hendri Photo Verified Writer Yoo Hendri

Just be yourself

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Fajar Laksmita

Berita Terkini Lainnya