Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Menerima Diri Pasangan yang Ada Sisi Kurangnya bagimu
ilustrasi pasangan yang saling menerima kekurangan dan kelebihan diri (pexels.com/lucas mendes)

Saling berkenalan dan pendekatan, hingga mantap jadian dalam status hubungan percintaan. Artinya, kamu juga sudah siap menerima diri pasangan secara utuh, baik sisi kurang dan lebihnya. Gak bisa kamu berharap dia akan sepenuhnya seperti kriteria pasangan idamanmu, karena ada kekurangan yang dimilikinya, di mana itu di luar kriteriamu.

Namun, karena gak terlalu mengganggu dan masih bisa diterima, jadi jangan dijadikan masalah. Mulai belajar untuk memahami diri pasangan lagi, supaya relasi asmara gak bikin frustrasi sendiri. Siapa pun ada lemahnya, daripada fokus pada sisi itu, lebih baik mulai menerima diri pasangan yang juga punya kekurangan dengan empat tips berikut ini.

1.Turunkan ego diri supaya gak memaksanya harus seperti maumu di setiap hal

ilustrasi orang menurunkan ego (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika sudah saling terbuka perihal kelemahan dan kelebihan diri, belajarlah untuk menerimanya. Turunkan egomu agar gak selalu memaksanya jadi seperti apa yang kamu mau. Jika pasangan sudah tahu kekurangannya yang sedikit menyebalkan bagimu, pasti dia juga berusaha memperbaiki. Perbaikan sikap itu gak bisa instan, perlu proses, apalagi jika ini memang sudah jadi bagian dalam diri, maka jangan terlalu egois juga, sehingga kamu gak selalu ingin memberinya tuntutan perubahan.

2.Jadikan relasi ini sebagai wadah untuk mengembangkan empati diri

ilustrasi memiliki empati terhadap pasangan (pexels.com/Jonathan Borba)

Kalau sudah mantap menjadi pasangannya dan tahu apa saja sisi kurangnya, tentu perlu berempati ketika ada sikapnya yang kurang berkenan di hati. Gak semuanya dari dia menyebalkan juga, kan? Buktinya kamu menerima cintanya dan mengizinkan dia mengisi ruang istimewa di hati. Maka, dalam proses menerima kelemahan pasangan, jadikan saja relasi cinta kalian sebagai wadah untuk saling berkembang, salah satunya kemampuan diri dalam berempati. Ini efeknya akan lebih menenangkan dan memunculkan motivasi untuk saling memperbaiki diri.

3.Hindari berharap pasangan bisa berubah setelah jadian

ilustrasi berekspektasi agar pasangan bisa berubah (pexels.com/cottonbro)

Jika memang ragu dengan kekurangannya, apakah akan bisa kamu terima atau tidak, jangan nekat jadian karena ada harapan pasangan bisa berubah. Harapanmu terlalu berlebihan dan memaksakan, bisa stres sendiri kalau berekspektasi begitu. Untuk menghindari kekecewaan, sejak awal sudah perlu belajar menerima pasangan lengkap beserta kelemahannya.

Bagaimana jika dia juga memaksamu berubah seperti kemauannya? Pasti gak nyaman juga untukmu, kan? Untuk bisa saling menerima keutuhan diri, cobalah berharap sewajarnya saja, yang gak merusak jati diri masing-masing.

4.Komunikasikan ini secara efektif

ilustrasi suasana damai dalam sebuah percakapan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ketika kekurangannya muncul di tengah perjalanan membangun hubungan, biar tetap harmonis, cobalah untuk mengomunikasikannya secara efektif. Daripada mengeluh sepanjang waktu malah membuatnya jenuh dengan sikapmu, lebih baik sampaikan apa yang kurang menyenangkan bagimu tentangnya secara baik dan sopan. Hindari meninggikan diri saat dia menunjukkan sisi lemahnya.

Ingat, kamu pun punya sisi lemah yang sebenarnya dia juga ingin kamu berubah. Namun, daripada saling mempermasalahkan bagian lemah dari diri, akan lebih bijak jika saling mendorong kepercayaan diri. Ini merupakan tindakan yang menyenangkan untuk bersama, karena gak bersikap saling merendahkan.

Sadari, manusia gak ada yang benar-benar sempurna. Hindari memaksa pasangan harus semua kriteriamu ada padanya. Saling menerima sisi kurang dari diri adalah wujud toleransi dalam menjalani relasi. Dengan kerendahan hati, kalian akan semakin menyadari bahwa fokus meningkatkan kualitas diri lebih menyenangkan dari menghabiskan waktu selama berhubungan dengan mengurusi kekurangan pasangan. Hubungan cinta yang dibina dengan saling menghargai kelebihan dan menerima kekurangan akan lebih membahagiakan, daripada berkeras hati untuk saling mengendalikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team