Dilansir laman Psychology Today, John Amodeo, seorang doktor filsafat menjelaskan, "Ini adalah tindakan cinta untuk diri sendiri dan pasanganmu dengan berhenti sejenak dan meluangkan waktu untuk menyadari perasaanmu, memperhatikan bagaimana perasaan itu ada dalam dirimu, dan membiarkan perasaan tersebut tenang sebelum berbicara. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan interaksi yang memuaskan dan juga produktif".
4 Tips Mengekspresikan Perasaan Tanpa Membuat Pasangan Kewalahan

- Mengungkapkan perasaan dalam hubungan bisa membuatnya sehat dan mencegah miskomunikasi yang merusak.
- Sebelum mengekspresikan perasaan, lakukan refleksi diri untuk memastikan bahwa kamu dapat berbicara dengan tenang.
- Saat mengungkapkan emosi, ubah nada bicaramu menjadi lebih rendah agar pasanganmu dapat mendengarkan dengan lebih baik.
Mengungkapkan perasaan dalam hubungan bisa saja membuat hubunganmu dan pasangan menjadi sehat. Pasalnya, dengan saling mengungkapkan apa yang dirasa, gak akan terjadi miskomunikasi yang dapat menghancurkan hubunganmu.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengungkapkan apa yang kamu rasakan agar pasanganmu tidak terbebani atau kewalahan akan perasaanmu. Berikut ada beberapa tips yang bisa kamu coba supaya hubunganmu dan doi tetap baik-baik saja!
1. Berhenti sebentar untuk melakukan refleksi

Sebelum mengekspresikan perasaanmu, ada baiknya untuk berhenti sebentar dan lakukan refleksi pada diri sendiri. Tanyakan pada dirimu, apakah ini boleh diutarakan? Apakah kamu bisa berbicara dengan nada tenang?
2. Jangan ragu menunjukkan sisi rapuh kepada pasanganmu

Rasa takut, sakit hati, dan malu sering kali menjadi pemicu perasaan yang membara untuk melampiaskan amarah. Hadirnya perasaan reaktif ini memberi ruang bagi perasaan yang lebih rapuh untuk muncul. Membagikan perasaan yang lebih rapuh ini mungkin terasa tidak nyaman, tetapi perasaan tersebut dapat membangun rasa aman dan hubungan emosional.
"Ada cara yang membuat komunikasi terasa lebih aman agar pasanganmu memperhatikan apa yang kamu katakan. Cobalah untuk mengatakan seperti, 'aku berat mengatakan ini....', atau 'aku berharap kamu bisa mendengarkan apa yang aku rasakan saat ini, apakah ini waktu yang tepat?'," saran Amodeo.
3. Perhatikan nadamu

Saat kamu mulai berteriak atau mengamuk, pasanganmu bisa bereaksi sehingga tidak bisa mendengar apa yang kamu coba katakan. Jika kamu kesulitan mengekspresikan emosi, mulailah bereksperimen dengan mengubah nadamu menjadi lebih rendah agar pasanganmu memahami apa yang ingin kamu katakan.
Lihatlah bagaimana pasanganmu merespons secara berbeda saat kamu mengekspresikan emosi yang sama dengan nada yang berbeda. Kamu mungkin akan melihat bahwa mereka dapat mendengarkanmu dengan lebih baik saat kamu berbicara dengan nada yang tenang.
4. Perhatikan tanggapannya

Sebelum kamu melanjutkan apa yang kamu bicarakan, perhatikan tanggapannya. Apakah pasanganmu memperhatikanmu? Apakah saat ini dia bisa mendengarkanmu dengan baik? Sebab, terus berbicara dengannya tanpa mengetahui apakah ia meresponmu dengan baik dapat memperburuk situasi.
"Pasanganmu tidak dapat membaca pikiranmu atau mengetahui kebutuhanmu secara langsung. Memberi tahu tentang apa yang kamu inginkan dengan baik-baik akan pasanganmu merasa didengarkan dan dicintai," jelas Lauren Cook, seorang profesional terapis pernikahan dan keluarga, dilansir laman Life Goals.
Komunikasi adalah salah satu hal yang dapat mempererat suatu hubungan. Dengan komunikasi yang sehat dan jelas, kamu dan pasangan akan sama-sama mengetahui apa yang kalian butuhkan dalam hubungan.