Ilustrasi move on (pexels.com/Blue Bird)
Jika cinta bisa selalu dipertahankan dan saling memperbaiki keadaan, maka itu baik. Namun, kamu perlu realistis terhadap kenyataan, bahwa cinta tak selamanya harus memiliki. Jika suatu saat, kenyataan memang tak seperti yang diharapkan, di mana hubungan gak lagi bisa dipertahankan.
Dengan begitu, apabila kamu gak terlalu erat menggenggam cintanya, maka kamu bisa bangkit dari kesakitan akibat perpisahan, tanpa perlu merasa gak terima dengan kenyataan. Hatimu akan mampu menerima dan menyikapi perpisahan secara ikhlas dan bijaksana. Proses move on pun, gak akan terhambat oleh sisa rasa cintamu padanya.
Hubungan percintaan seharusnya dijalani secara wajar dan secukupnya. Jangan berlebihan, hingga membuatmu terlalu erat menggenggam cintanya. Ketenangan dalam hubungan bisa kalian dapatkan, jika satu sama lain mencintai dengan cara yang gak berlebihan.
Ciptakanlah hubungan asmara yang bermakna. Cinta memang perlu didapatkan, tapi bukan berarti kamu bisa menggenggamnya secara erat selamanya. Kelima alasan di atas, semoga bisa membuatmu menyadari, bahwa cinta tulus dan sejati, itu untuk dinikmati. Maka, berikan kebebasan pada pasangan, agar tetap menjalani hidupnya sendiri.
Jika, kamu terlalu erat dalam menggenggam cinta seseorang, maka itu akan menimbulkan rasa takut kehilangan secara berlebihan. Hingga pada akhirnya, ketika kenyataan terbaik harus berpisah, kamu bisa sulit merelakannya. Maka, renggangkan sedikit peganganmu terhadap cintanya, supaya hati pun gak akan terlalu sakit, karena kamu mengerti bahwa mencintai seseorang, itu tak selamanya harus memiliki dirinya.