Dalam menjalin hubungan, tentu kita berharap dapat tumbuh bersama pasangan dengan cara yang sehat dan saling mendukung. Namun, terkadang ada satu tantangan yang kerap muncul tanpa disadari, yaitu toxic masculinity atau maskulinitas beracun. Konsep ini merujuk pada pola pikir yang mengharuskan laki-laki untuk selalu tampil kuat, tidak boleh menunjukkan emosi, dan merasa harus mendominasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Sayangnya, banyak pasangan yang terjebak dalam pola pikir ini tanpa menyadari dampaknya terhadap hubungan. Mungkin kamu pernah menghadapi situasi di mana pasanganmu enggan mengakui kesalahan, menolak untuk membicarakan perasaan, atau bahkan merasa terancam saat kamu menunjukkan kemandirian. Nah, bila kamu sedang menghadapi kondisi seperti ini, berikut beberapa cara bijak yang bisa kamu coba untuk menyikapinya!
