Dalam sebuah hubungan, baik itu romantis, pertemanan, maupun keluarga, pengorbanan memang kerap dianggap sebagai bukti cinta dan kepedulian. Namun, ada kalanya pengorbanan itu justru berubah menjadi sesuatu yang tidak sehat, terutama ketika seseorang mulai merasa bahwa dirinyalah yang selalu berkorban lebih banyak dibanding orang lain. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah martyr complex.
Seseorang dengan martyr complex cenderung menempatkan diri sebagai korban yang selalu memberikan segalanya, tetapi merasa tidak pernah dihargai. Mereka kerap mengorbankan kebutuhan dan keinginan pribadi, lalu diam-diam menyimpan kekecewaan karena merasa pengorbanannya tidak dibalas setimpal. Lama-kelamaan, pola pikir semacam ini bisa merusak hubungan yang seharusnya harmonis. Penasaran apa saja dampak buruknya? Simak penjelasan berikut ini sampai selesai, ya!
