Hubungan sering kali diwarnai dinamika emosi yang kompleks dan beragam. Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan rasa kecewa, marah, atau lelah secara emosional. Dalam konteks hubungan romantis, sikap menarik diri kerap muncul sebagai bentuk respons terhadap konflik yang tidak terselesaikan. Dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku tersebut adalah silent treatment dan cold treatment.
Pemahaman mengenai perbedaan kedua sikap tersebut menjadi penting karena berkaitan dengan kesehatan emosional dalam hubungan. Kesalahan dalam menafsirkan perilaku pasangan dapat memicu konflik lanjutan yang lebih besar. Banyak hubungan mengalami keretakan bukan karena konflik utama, melainkan akibat cara konflik tersebut dihadapi.
Agar kamu dapat mengantisipasinya sejak dini, langsung saja simak kelima perbedaan silent treatment dan cold treatment dalam hubungan. Jangan diskip!
