Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Situasi yang Membuat Pria Merasa Tidak Dianggap oleh Kekasihnya

7 Situasi yang Membuat Pria Merasa Tidak Dianggap oleh Kekasihnya
pexels.com/Trinity Kubassek

Sering kali kita mendengar orang-orang banyak yang mengatakan bahwa kita harus bisa menjaga perbuatan dan perkataan di depan wanita karena mereka memiliki perasaan yang sangat sensitif. Pendapat tersebut tidak selamanya benar. Seperti halnya wanita, perasaan pria juga bisa menjadi sangat sensitif.

Bahkan dalam hubungan asmara pun terdapat beberapa situasi seperti berikut ini yang sering membuat pria merasa keberadaannya tidak dianggap oleh kekasihnya sendiri.

  1. 1. Tidak pernah mau mendahului untuk mengirim pesan atau chat

    pexels.com/bruce mars
    pexels.com/bruce mars

    Pria ingin kekasihnya juga aktif mengirimkan pesan padanya terlebih dahulu. Karena bagi pria hal ini membuatnya merasa dicintai, dihargai, dan dibutuhkan oleh kekasihnya. Jadi, mulai sekarang kamu harus turut berperan aktif dalam hubungan dengan lebih rajin mengirimkan pesan atau chat padanya, ya. 

  2. 2. Selalu sibuk sendiri dengan ponselnya saat bertemu

    pexels.com/Pixabay
    pexels.com/Pixabay

    Ketika tiba saatnya bertemu setelah masing-masing sibuk dengan pekerjaan, tetapi kamu malah sibuk dengan ponsel daripada mengobrol dengannya, pria pasti akan merasa kamu sudah malas menemuinya. Agar dia tidak salah paham, sebaiknya kamu mengatakan yang sejujurnya tentang alasan harus menjawab telepon saat itu juga. 

  3. 3. Tidak membalas pesan kekasih tetapi mengunggah sesuatu di media sosialnya

    pexels.com/Oleg Magni
    pexels.com/Oleg Magni

    Banyak wanita yang beralasan sedang sibuk ketika ditanya kekasihnya mengenai alasan tidak segera membalas pesan. Padahal dia baru saja mengunggah sesuatu di media sosial. Jelas hal ini akan membuat pria jengkel karena merasa bukan lagi prioritas bagi kekasihnya. 

  4. 4. Selalu mengatakan "terserah" ketika diajak makan

    pexels.com/Andie Venzl
    pexels.com/Andie Venzl

    Sebagian besar pria pasti pernah berada dalam situasi seperti ini. Apa susahnya mengatakan nama tempat makan yang ingin didatangi daripada mengatakan terserah? Tanpa banyak yang tahu, sebenarnya dalam situasi seperti ini pria merasa kekasihnya sudah tidak peduli lagi dengan kencan yang sedang mereka lakukan. 

  5. 5. Lebih sering pergi bersama teman-temannya daripada menemui pasangan

    pexels.com/Borko Manigoda
    pexels.com/Borko Manigoda

    Pria merasa posisinya terancam ketika kekasihnya lebih sering memilih untuk pergi bersama teman-temannya daripada kekasihnya sendiri. Akhirnya timbullah pemikiran bahwa dia sudah bukan lagi prioritas kekasihnya.

    Untuk menghindari kecemburuan ini terjadi lagi, tidak ada salahnya jika kamu mengajak kekasih juga ketika ingin pergi bersama teman-temannya. 

  6. 6. Tidak mengatakan apa-apa ketika pergi bersama teman-temannya

    pexels.com/Lisa Fotios
    pexels.com/Lisa Fotios

    Rasanya wajar jika pria merasa keberadaannya tidak dihargai ketika kekasihnya pergi bersama orang lain tanpa memberikan kabar apapun. Parahnya lagi pria bisa berpikir kekasihnya sudah tidak tertarik padanya lagi.

    Coba pikirkan apabila situasinya dibalik, apa yang akan kamu rasakan ketika kekasihmu pergi bersama orang lain tanpa mengatakan apapun padamu? 

  7. 7. Lebih sering membicarakan teman-teman pria

    pexels.com/Helena Lopes
    pexels.com/Helena Lopes

    Bukannya membicarakan masa depan hubungan, kamu justru sibuk membicarakan teman-temanmu ketika sedang bersama kekasih. Pria pasti akan merasa marah dan cemburu. Dan jika hal ini terjadi terus-menerus, tentu dapat membahayakan hubungan asmaramu sendiri. 

    Nah, itulah tujuh situasi yang membuat pria seringkali merasa keberadaannya tidak dianggap oleh kekasihnya sendiri. Karena perasaan pria juga bisa sensitif, sebaiknya mulai dari sekarang kamu harus belajar untuk lebih menghargainya, ya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More