Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia sebagai momen untuk lebih memahami dan menghargai penyandang autisme. Bukan hanya tentang kesadaran, tapi juga tentang membuka cara pandang baru—termasuk bagaimana mereka mengekspresikan kasih sayang yang sering kali berbeda dari kebanyakan orang.
Dalam konteks love language, penyandang autisme punya cara unik yang tidak selalu terlihat jelas di permukaan. Lewat momen refleksi seperti ini, kita diajak untuk lebih peka membaca bentuk-bentuk perhatian yang sederhana, tapi penuh makna. Untuk lebih jelasnya, coba simak pembahasannya di bawah ini, yuk!
