Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Cara Menghadapi Tantrum Anak dengan Autisme di Tempat Umum

8 Cara Menghadapi Tantrum Anak dengan Autisme di Tempat Umum
ilustrasi cara menghadapi tantrum anak autis (pexels.com/Keira Burton)
Intinya Sih
  • Artikel membahas strategi menghadapi tantrum anak autis di tempat umum agar orang tua tetap tenang dan anak merasa aman meski berada di lingkungan ramai seperti mall.
  • Ditekankan pentingnya mencari area tenang, membawa mainan favorit, serta menggunakan kalimat singkat untuk membantu anak menenangkan diri dari stimulasi berlebih.
  • Orang tua diajak fokus pada kebutuhan anak tanpa memedulikan pandangan sekitar, sambil memberikan pelukan lembut atau tekanan fisik yang menenangkan sesuai kebutuhan sensorik anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lagi asyik nge-mall bersama si kecil, tiba-tiba dia teriak kencang dan guling-guling di lantai? Rasanya pasti campur aduk antara panik, bingung, sampai ingin "menghilang" sebentar karena dilihat oleh banyak orang di sekitar lokasi. Tenang, cara menghadapi tantrum anak autis di tempat umum memang menantang, tapi bukan berarti kamu orang tua yang gagal kok.

Kalau kamu ikutan panik, suasana justru bakal makin chaos karena anak bisa merasakan energi negatif yang kamu pancarkan saat itu. Masalah ini gak boleh dibiarkan tanpa strategi karena bisa bikin kamu trauma buat ajak anak jalan-jalan lagi ke depannya, lho. Yuk, pelajari triknya supaya kamu tetap santai dan si kecil merasa aman meski lagi berada di tengah keramaian pusat perbelanjaan.


1. Cari pojok yang lebih tenang dan sepi

ilustrasi memberikan anak yang tantrum waktu tenang di pojok area keramaian
ilustrasi memberikan anak yang tantrum waktu tenang di pojok area keramaian (pexels.com/PNW Production)

Mall yang bising dan penuh lampu neon sering kali jadi pemicu utama meltdown (ledakan emosi) pada anak autis karena stimulasi yang berlebihan. Kamu pasti merasa panik saat si kecil tiba-tiba berteriak karena sarafnya merasa sangat kewalahan menghadapi hiruk-pikuk lingkungan. Jangan sampai kamu cuma berdiri mematung karena merasa bingung harus melakukan apa di tengah kerumunan orang yang sedang lalu-lalang.

Cobalah cari sudut ruangan atau area yang lebih sepi agar anak bisa kembali tenang tanpa gangguan suara yang memekakkan telinga. Cara ini sangat efektif untuk menurunkan level stres anak sekaligus memberi ruang napas buat kamu yang juga sedang merasa sangat tegang. Ingatlah bahwa lingkungan yang tenang adalah pertolongan pertama yang paling dibutuhkan oleh si kecil saat kondisi emosinya sedang gak stabil.


2. Siapkan mainan favoritnya dalam tas

ilustrasi berikan anak mainan favorit saat anak tantrum
ilustrasi berikan anak mainan favorit saat anak tantrum (pexels.com/Vika Glitter)

Terkadang, tantrum muncul karena anak merasa gak nyaman atau sekadar bosan dengan suasana yang ada di dalam gedung mall. Kalau kamu gak siap membawa perlengkapan "darurat" dari rumah, situasi ini bisa makin runyam dan melelahkan bagi semua orang. Kamu perlu memikirkan benda apa yang paling bisa mengalihkan fokusnya dari rasa gak nyaman yang sedang dia rasakan.

Selalu bawa mainan sensorik favorit atau camilan kesukaan di dalam tas sebagai pengalih perhatian yang instan dan juga sangat efektif. Persiapan yang matang bakal bikin kamu lebih percaya diri menghadapi situasi gak terduga yang mungkin terjadi di tempat umum mana pun. Jangan lupa untuk selalu mengecek isi tas kembali sebelum kamu memutuskan untuk melangkah keluar dari rumah demi kenyamanan bersama, ya.


3. Abaikan tatapan mata orang asing di sekitar

ilustrasi orangtua yang fokus pada anak
ilustrasi orangtua yang fokus pada anak (pexels.com/Barbara Olsen)

Salah satu beban terberat orang tua adalah saat merasa dihakimi oleh pandangan orang-orang di sekitar mall yang tidak mengerti keadaan sebenarnya. Kamu gak perlu merasa bersalah atau malu karena tantrumnya merupakan cara anak berkomunikasi saat dia merasa sangat kewalahan dengan dunianya. Ingatlah bahwa orang-orang itu hanya melihat kalian sekilas dan gak benar-benar tahu perjuangan hebat yang kamu hadapi setiap hari.

Fokuslah sepenuhnya pada kebutuhan si kecil dan anggap saja orang lain gak ada di sana agar pikiranmu tetap jernih dan fokus. Menjaga ketenangan batin sendiri adalah kunci utama agar anak gak makin terstimulasi oleh kepanikan yang terpancar dari wajah orang tuanya sendiri. Kamu berhak untuk tetap tenang meskipun dunia di sekitarmu seolah sedang menuntut penjelasan yang panjang lebar terkait aksi si kecil.


4. Gunakan kalimat pendek yang mudah dipahami

ilustrasi menggunakan kalimat pendek agar anak yang tantrum mengerti
ilustrasi menggunakan kalimat pendek agar anak yang tantrum mengerti (pexels.com/cottonbro studio)

Saat sedang tantrum, otak anak autis biasanya kesulitan memproses instruksi yang terlalu panjang atau kalimat yang terdengar sangat berbelit-belit. Memberondong anak dengan banyak pertanyaan justru bakal bikin dia makin bingung dan emosinya kian meledak-ledak di depan umum secara liar. Kamu harus bisa menahan diri untuk gak menceramahi anak di tengah situasi yang sedang sangat panas dan penuh tekanan emosi.

Gunakan kata-kata yang singkat dan jelas seperti "yuk, duduk" atau "tarik napas" dengan nada suara yang rendah dan tetap tenang. Instruksi yang simpel membantu anak lebih cepat mengerti apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan kembali sistem sarafnya yang kacau. Semakin sedikit kata yang kamu gunakan, maka akan semakin mudah bagi anak untuk menangkap maksud baik dari ucapanmu di saat kritis.


5. Berikan pelukan dalam atau tekanan lembut

ilustrasi memberikan pelukan yang hangat pada anak tantrum
ilustrasi memberikan pelukan yang hangat pada anak tantrum (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Banyak anak dengan autisme yang membutuhkan input sensorik tambahan untuk membantu saraf mereka kembali stabil setelah mengalami stimulasi berlebih dari lingkungan. Gak semua anak suka disentuh saat sedang marah, tapi banyak yang terbantu dengan tekanan fisik yang konsisten dan juga lembut. Kamu harus sangat peka melihat apakah anakmu termasuk tipe yang butuh sentuhan hangat atau justru ingin diberi jarak sejenak, ya.

Kamu bisa mencoba memberikan pelukan erat atau usapan mantap pada area punggung untuk memberikan rasa aman yang mendalam bagi jiwanya. Teknik ini sering disebut deep pressure yang terbukti ampuh meredakan badai emosi pada anak yang sedang merasa sangat kewalahan secara internal. Pastikan posisi tubuhmu juga dalam keadaan rileks agar anak bisa merasakan kenyamanan sejati dari pelukan tulus yang kamu berikan padanya.

Menghadapi tantrum memang butuh stok sabar yang gak terbatas, tapi mempraktikkan cara menghadapi tantrum anak autis di tempat umum dengan tepat akan membuat semuanya lebih terkendali. Tetap semangat dan jangan biarkan rasa lelah ini memadamkan keinginanmu untuk terus menciptakan memori indah bersama si kecil di luar sana. Kamu sudah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa sebagai orang tua, jadi jangan lupa untuk memeluk dirimu sendiri juga hari ini!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us