Matanya perlahan terbuka bersamaan dengan lengannya yang berusaha meraih handphone di samping tempat tidur. Jari telunjuknya menekan tombol daya dan seketika pandangannya tertuju pada waktu yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Ia teringat bahwa hari ini ada jadwal perkuliahan pukul delapan.
Tanpa menunggu lama, ia langsung bergegas mandi dan mengenakan pakaian yang nyaman untuk pergi ke kampus. Setelah selesai bersiap, langkah kakinya bergerak cepat meninggalkan tempat tinggal menuju kampus.
Sesampainya di kelas, matanya menyusuri kursi yang masih kosong hingga menemukan satu tempat di pojok ruangan. Ia kemudian duduk dan mulai mempersiapkan perlengkapan kuliah. Namun di tengah kesibukannya, ia teringat bahwa sudah dua pekan sejak pertama kali memulai kehidupan perkuliahan dan belum juga menemukan teman yang bisa diajak berbagi cerita.
Ia sempat berpikir bahwa berteman saat kuliah akan berjalan mudah karena setiap hari selalu bertemu banyak orang. Namun setelah menjalaninya sendiri, ia justru menyadari bahwa membangun pertemanan tidak semudah yang dibayangkan.
